Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengurangi Perilaku Impulsive Buying Siswa Di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1512Keywords:
Impulsive Buying, Konseling Kelompok, Cognitive RestructuringAbstract
Perilaku impulsive buying merupakan tindakan pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan rasional, umumnya dipicu oleh dorongan emosional atau pengaruh eksternal. Fenomena ini semakin marak di kalangan remaja, terutama di era digital yang penuh dengan promosi daring, media sosial, dan tren barang instan. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti kesulitan mengelola keuangan, pemborosan, penyesalan setelah pembelian, serta gangguan fokus belajar dan kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam menurunkan perilaku impulsive buying pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah sembilan siswa dengan skor impulsive buying tertinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen yang digunakan berupa skala impulsive buying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian layanan, dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,009 (< 0,05). Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 termasuk kategori sedang, yang menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring cukup efektif dalam menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa layanan ini dapat menjadi strategi intervensi yang tepat dalam membantu remaja membentuk pola pikir rasional dan mengembangkan kontrol diri dalam pengambilan keputusan pembelian.
References
Aprilia, L., & Nio, S. (2019). Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecenderungan Impulsive buying pada Mahasiswi.
Aryani, A. (2019). Efektivitas konseling kelompok menggunakan cognitive bahavior therapy untuk menurunkan prilaku Impulsive buying pada peserta didik di SMP N 3 Bandar Lampung. UIN Raden Intan Lampung).
Batubara, M., Putri, M., & Addin, M. R. (2024). Pengaruh Penggunaan Paylater Terhadap Perilaku Impulse Buying Pengguna E-Commerce Shopee. Jurnal Masharif al-Syariah, Volume 9, No. 1, (422-429).
Corey, G. (2016). Theory and Practice of Group Counseling. Cengage Learning.
Erfantinni, I. H., Purwanto, E., & Japar, M. (2016). Konseling Kelompok Cognitive-Behavior Therapy Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mereduksi Prokrastinasi Akademik. Jurnal Bimbimgan dan Konseling.
Febri, & Azis. (2020). Impulse Buying dan Post Purchase Regret Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Ilmiah.
Hutagaol, V. B., Umari, T., & Donal. (2022). Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Terhadap Peningkatan Self Control Siswa Penggemar K-Pop. Journal of Education and Teaching, 3(2), 242-248.
Jamjuri, J., Ramdansyah , A. D., & Nupus , H. (2022). Pengaruh Merchandising dan Price Discount Terhadap Impulse Buying Melalui Emosi Positif Sebagai Intervening. Jurnal Intech.
Kumparan. (2023, September 12). Diambil kembali dari Kumparan: https://kumparan.com/info-psikologi/5-penyebab-impulsive-buying-dan-cara-mengatasinya-21AqTVoACup
Larasati, K. L., & Kerti, N. Y. (2021). The Role Of Positive Emotion In Mediating The Effect. European Journal of Management and Marketing Studies, Vol.10,No.1.
Latipun. (2005). Psikologi konseling. Sidoarjo: UMM Press.
Maharani, P. K., Giantari, A. K., & Purnami, N. M. (July,2024). Impulse Buying Fashion. Bali: Intelektual Manifes Media.
Morozova, N., & Vlaev, I. (2024). The urge to splurge: Differentiating unplanned and impulse purchases. International Journal of, Sage Journal, Vol. 66(5) 519–542.
Nadea Shofi Nabilah, T. C. (Tahun 2023). Pengenalan Dampak Negatif Impulsive buying Kepada Remaja Penggemar K-Pop Melalui Perancangan E-Book. Jurnal Barik, Vol. 5, No. 2, 75-86.
Nagadeepa, D. C., S. D., & N, S. (2021). Impulse Buying: Concepts, Frameworks andConsumer Insights. India: 61, 66 T.P.K. Main Road, Vasantha Nagar, Madurai – 625003, Tamil Nadu, India.
Nursalim, M. (2013). Strategi dan Interverensi Konseling. Jakarta Barat: Akademia Permata.
Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Purwanto. (2011). Statistika untuk penelitian. Pustaka Belajar.
Rachmawati, I. (2018). Efektivitas konseling dalam menurunkan perilaku konsumtif remaja. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 209–214.
Rahmatia Putri Diah Harum Anggraen, d. (2024). Keefektifan Konseling Kelompok dengan Teknik Reframing untuk Mereduksi Perilaku Impulsive .
Rufaidah, A., & Karneli, Y. (2020). Penerapan teknik cognitive restructuring dalam konseling perorangan untuk mereduksi gangguan kecemasan. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2), 214-222.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan. CV.Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Utami, B. (2017). Pengaruh nilai belanja hedonik terhadap impulse buying dengan emosi positif sebagai variabel perantara (Studi kasus pada pelanggan di Ambarukmo Plaza Yogyakarta). Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia (JMBI), 11-12.
Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual Differences in Impulse Buying Tendency: Feeling and no Thinking. European Journal of Personality, S71-S83.
Winkel, W., & Hastuti, M. (2013). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan . Yogyakarta: Media Abadi.
Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2020). The Theory and Practice of Group Psychotherapy. New York: Basic Book.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nila Salsabila, Khairiyah Khadijah, Donal Donal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







