Efektivitas Jus Kelor dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di Kabupaten Muna Barat

Authors

  • Wahidah Rohmawati Universitas Karya Persada Muna
  • Wa Ode Megasari Universitas Karya Persada Muna
  • Fitri Diana Astuti Universitas Karya Persada Muna
  • Mika Sugarni Universitas Karya Persada Muna
  • Bety Anisa Wulandari Universitas Karya Persada Muna

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1509

Keywords:

Anemia, Hemoglobin, Jus Kelor, Remaja Putri, Intervensi Gizi

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering terjadi pada remaja putri, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu pendekatan penanganan anemia secara alami adalah dengan memanfaatkan tanaman lokal yang kaya zat besi seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari tujuh remaja putri yang mengalami anemia ringan hingga sedang. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan setelah intervensi pemberian jus kelor selama beberapa hari berturut-turut. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan nilai hemoglobin. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,1 g/dL dan meningkat menjadi 12,29 g/dL setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,19 g/dL. Seluruh responden menunjukkan peningkatan kadar Hb, termasuk responden dengan kadar awal rendah (7,8 g/dL menjadi 12 g/dL). Pemberian jus kelor terbukti efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia dalam waktu singkat. Jus kelor dapat dijadikan intervensi nutrisi lokal yang murah dan mudah dijangkau dalam upaya penanggulangan anemia di masyarakat.

References

Alifa, L. A., Nurhayati, & Pratiwi, N. A. (2022). Pemberian jus kelor terhadap perubahan kadar hemoglobin: Studi intervensi pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Gizi & Nutrisi Remaja, 3(1), 45–52.

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2016.04.001

Kaswati, N., Sari, M., & Lestari, D. (2020). Pengaruh jus daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Jurnal Gizi & Kesehatan, 12(2), 112–118.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku pemantauan status gizi tahun 2021. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., & Bertoli, S. (2015). Moringa oleifera seeds and oil: Characteristics and uses for human health. International Journal of Molecular Sciences, 16(6), 12791–12835. https://doi.org/10.3390/ijms160612791

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Waryana. (2020). Anemia gizi dan pencegahannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

WHO. (2021). Anaemia. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia

Winarno, W. W. (2017). Statistik dan aplikasinya dalam penelitian. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Downloads

Published

25-06-2025

How to Cite

Rohmawati, W. ., Megasari, W. O., Astuti, F. D. ., Sugarni, M. ., & Wulandari, B. A. (2025). Efektivitas Jus Kelor dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di Kabupaten Muna Barat. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 8561–8566. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1509

Issue

Section

Articles