Analisis Self Control Siswa Pelaku Bullying
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1500Keywords:
Self Control, Pelaku BullyingAbstract
Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan oleh orang lain kepada individu secara terus menerus dan berulang-ulang dengan jangka waktu yang lama. Tindakan negatif tersebut bisa dalam bentuk bullying verbal, bullying fisik dan bullying sosial, namun sangat disayangkan dalam kehidupan dewasa ini banyaknya terjadi bullying di lingkungan sekolah, yang seharusnya sekolah itu merupakan tempat menuntut ilmu dan membentuk karakter yang baik bagi siswa. Bullying melibatkan interaksi dinamis antara pelaku dan korban. Pelaku bullying berorientasi meningkatkan kekuatan, dan korban bullying cenderung kehilangan kekuatan, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku bullying adalah kontrol diri, dimana melalui kontrol diri individu dapat menurunkan agresi dengan mempertimbangkan aspek aturan yang berlaku, artinya melalui kontrol diri individu dapat mengatur perilakunya secara positif dan mempertimbangkan konsekuensi yang dihadapi sehingga menghindari untuk melakukan tindakan bullying terhadap orang lain. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatf dengan desain kuantitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket untuk memperoleh keterangan yang langsung dari responden. Tujuan penelitian untuk menganalisis self control siswa pelaku bullying (Self discipline, Deliberate/non impulsive, Healthy habits, Work ethic,dan Reliability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Self discipline siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Deliberate/non impulsive siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Healthy habits siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang, Work ethic siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, dan Reliability siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang.
References
Apuke, O. D. (2017). Quantitative Research Methods : A Synopsis Approach. Kuwait Chapter of Arabian Journal of Business and Management Review, 6(11), 40–47. https://doi.org/10.12816/0040336
Baumeister. R. F. (2002). Yielding To Temptation : Slef Control Failure Impulsive Purchasing, and Customer Behavior. Reflections and Reviews. Serials Review, 28. https://doi.org/10.1016/s0098-7913(78)80071-9
Chisan, F. K., & Jannah, M. (2021). Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Sekolah Menegah Atas. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8 (5), 1–10.
Crick, N. R., & Dodge, K. A. (1994). A Review and Reformulation of Social Information-Processing Mechanisms in Children’s Social Adjustment. Psychological Bulletin, 115(1), 74–101. https://doi.org/10.1037/0033-2909.115.1.74
Denson, T. F., DeWall, C. N., & Finkel, E. J. (2012). Self-control and aggression. Current Directions in Psychological Science, 21(1), 20–25. https://doi.org/10.1177/0963721411429451
Krejcie, R. ., & Morgan, D. (1970). Determining Sample Size for Research Activities. Educational and Psychological Measurement, 30, 607–610. https://doi.org/10.1891/9780826138446.0006
Mahardayani, I . H &, Aini, A. . (2011). Hubungan antara kontrol diri dengan prokratinasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa Universitas Muria Kudus. Jurnal Psikologi Pitutur, 65–71.
Olweus, D. (1994). Bullying at School: Basic Facts and Effects of a School Based Intervention Program. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 35(7), 1171–1190. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1994.tb01229.x
Rahmaniah. (2019). Hubungan antara Kontrol Diri dengan Prokrastinasi Akademik Siswa di SMP Negeri 1 Tanete Riaja. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(2), 10–18. https://jurnal.stkipmb.ac.id/index.php/bkmb/article/view/52
Salmi, S., Hariko, R., & Afdal, A. (2018). Hubungan kontrol diri dengan perilaku bullying siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(2), 88–99. https://doi.org/10.25273/counsellia.v8i2.2693
S. D. Gunarsa. (2004). Dari Anak Sampai Usia Lanjut Bunga Rampai Psikologi Perkembangan. PT BPK Gunung Mulia
Sejiwa (Yayasan Semai jiwa Amini). (2008). BULLYING : Mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Grasindo.
Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High Self-Control Predicts Good Adjustment , Less Pathology , Better Grades , and Interpersonal Success. Journal of Personality, 72(271–322).
Taufik. (2014). Mencegah dan mengatasi tingkah laku Bullying melalui layanan bimbingan kelompok. Procesding Guidance and Counseling International Seminar and Workshop.
Teresa C, Pratt, T. C., Cullen, F. T., Chouhy, C., James, D., Kulig, T. C., Pratt, T. C., Cullen, F. T., Chouhy, C., James, D., Kulig, T. C., Pratt, T. C., Cullen, F. T., & Chouhy, C. (2017). Explaining Bullying Victimization : Assessing the Generality of the Low Self-Control / Risky Lifestyle Model Explaining Bullying Victimization : Assessing the Generality of the Low Self-Control / Risky Lifestyle Model. Victims & Offenders, 12(6), 891–912. https://doi.org/10.1080/15564886.2017.1307297
Turagabeci AR, Nakamura K, Takano T. 2008. Healthy lifestyle behaviour decreasing risks of being bullied, violence and injury. PLoS ONE. 3(2):1–6.
UNESCO. (2019). Behind the numbers : Ending school violence and bullying. the United Nations Educational.
Wiyani, N. . (2012). Save Our Children from School Bullying. Ar Ruzz Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Harmalis, Jafni Nawawi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







