Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Siswa SMA Negeri 2 Raha

Authors

  • Bety Anisa Wulandari Universitas Karya Persada Muna
  • Mika Sugarni Universitas Karya Persada Muna
  • Sitti Hadijah Facultas Vokasi, Universitas Karya Persada Muna
  • Wahidah Rohmawati Universitas Karya Persada Muna
  • Wulan Wulan Universitas Karya Persada Muna

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1497

Keywords:

Kekurangan Energi Kronik, Aktivitas Fisik, Remaja, Lingkar Lengan Atas, Status Gizi

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) masih menjadi isu gizi utama di kalangan remaja, terutama pada wilayah dengan keterbatasan ketersediaan pangan bergizi. Aktivitas fisik merupakan salah satu determinan yang dapat memengaruhi status gizi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat aktivitas fisik dan risiko terjadinya KEK pada siswa SMA Negeri 2 Raha. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri atas 40 siswa yang diambil menggunakan metode total sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner adaptasi International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan status KEK ditentukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam kategori KEK. Sebaran tingkat aktivitas fisik menunjukkan bahwa 52,5% siswa beraktivitas ringan, 45% sedang, dan 2,5% berat. Tidak ditemukan siswa dengan status gizi normal, sehingga uji statistik hubungan tidak dapat dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa KEK tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi juga oleh asupan energi yang tidak memadai. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis sekolah yang menyasar gizi dan perilaku hidup sehat untuk menurunkan angka KEK.

References

Almatsier, S. (2010). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hardinsyah, & Briawan, D. (2016). Gizi untuk kesehatan dan kebugaran. Bogor: IPB Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pedoman pemantauan status gizi. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Nuryati, D., & Wibowo, M. C. (2020). Hubungan aktivitas fisik dan asupan energi dengan status gizi pada remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 8(1), 15–21. https://doi.org/10.14710/jgi.8.1.15-21

Sediaoetama, A. D. (2016). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesional kesehatan (Edisi Revisi). Jakarta: Dian Rakyat.

World Health Organization. (2020). Global recommendations on physical activity for health. Geneva: WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789241599979

Yusuf, H., Nurul, F., & Rasyid, F. (2021). Korelasi aktivitas fisik dan pola makan terhadap risiko KEK di kalangan remaja. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(3), 105–113. https://doi.org/10.21927/jgdi.2021.9(3).105-113

Downloads

Published

24-06-2025

How to Cite

Wulandari, B. A. ., Sugarni, M. ., Hadijah, S., Rohmawati, W. ., & Wulan, W. (2025). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Siswa SMA Negeri 2 Raha. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 8398–8403. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1497

Issue

Section

Articles