DAMPAK FANATISME PENGGEMAR K-POP TERHADAP PERILAKU BULLYING ANTAR ANGGOTA KELOMPOK

Authors

  • Santoso Santoso Universitas Muhammadiyah Riau

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14519

Keywords:

Fanatisme, Cyberbullying, K-Pop, Fandom, Media Sosial

Abstract

 

Fenomena fanatisme di kalangan penggemar K-Pop semakin meningkat seiring dengan berkembangnya penggunaan platform media sosial. Keterikatan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya cyberbullying di antara anggota fandom, melalui perseteruan antar penggemar, komentar kasar, penghinaan, serta penyebaran informasi negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh fanatisme terhadap tindakan cyberbullying di komunitas K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah penggemar K-Pop yang aktif berinteraksi di media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Data dikumpulkan melalui pengamatan aktivitas di media sosial, serta dokumentasi berupa tangkapan layar dari komentar dan percakapan yang berhubungan dengan perundungan siber. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat fanatisme yang tinggi membuat penggemar memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap idola mereka, sehingga kritik yang ditujukan kepada idola dilihat sebagai ancaman terhadap identitas komunitas. Hal ini kemudian memicu perilaku agresif yang berupa serangan verbal baik secara langsung maupun tidak langsung di media sosial. Cyberbullying yang terjadi membawa dampak buruk bagi korban, seperti stres, kecemasan, rasa rendah diri, serta terganggunya hubungan sosial dalam komunitas fandom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fanatisme yang tidak terkontrol dalam komunitas K-Pop dapat memicu perilaku cyberbullying dan menciptakan konflik sosial di ruang digital. Oleh karena itu, penting untuk mengambil kesadaran dan mengendalikan diri saat berinteraksi di media sosial agar hubungan antar penggemar tetap sehat dan harmonis.

 

References

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (Edisi ke-10). Jakarta: Erlangga.

Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.

Deafifa, A. D., & Noorrizki, R. D. (2022). Fenomena agresi verbal fans K-Pop Indonesia di media sosial. Jurnal Flourishing.

Elyana, T. V. (2025). Hubungan fanatisme dengan impulsive buying. Proceedings of Symposium, 309–317.

Febriany, S. F., Santi, D. E., & Ananta, A. (2022). Agresi verbal di media sosial pada remaja penggemar K-Pop: Bagaimana peranan fanatisme? Journal of Psychological Research, 194–200.

Fiske, J. (1992). The cultural economy of fandom. In L. A. Lewis (Ed.), The adoring audience: Fan culture and popular media (pp. 30–49). London, England: Routledge.

Ghufron, M. I., Supriyati, E., & Listyorini, T. (2024). Analisa jejaring sosial terhadap fenomena cyberbullying fandom K-Pop pada sosial media Twitter. Jurnal Informatika Sunan Kalijaga.

Goddard, H. (2001). Civil religion. Cambridge, England: Cambridge University Press.

Jenkins, H. (1992). Textual poachers: Television fans and participatory culture. New York, NY: Routledge.

Jin, D. Y. (2016). New Korean Wave: Transnational cultural power in the age of social media. Urbana, IL: University of Illinois Press.

Jubaidi, M., & Fadilla, N. (2020). Dampak negatif cyberbullying sebagai cyber crime Instagram. Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.

Lie, J. (2015). K-pop: Popular music, cultural amnesia, and economic innovation in South Korea. Berkeley, CA: University of California Press.

McCutcheon, L. E., Lange, R., & Houran, J. (2002). Conceptualization and measurement of celebrity worship. British Journal of Psychology, 93(1), 67–87.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Nye, J. S., Jr. (2004). Soft power: The means to success in world politics. New York, NY: PublicAffairs.

Rahma, M. D., & Fauzi, A. M. (2023). Fanatisme remaja penggemar musik populer Korea (K-Pop) pada budaya K-Pop dalam komunitas EXO-L di Surabaya. Jurnal Paradigma.

Rinata, A. R., & Dewi, S. I. (2019). Fanatisme penggemar K-Pop dalam bermedia sosial di Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi.

Sholekah, N. N., Dzakiyyarani, F. R., Muhammad, Y. A., & Rakhmawati, N. A. (2023). Kasus konflik dalam komunitas penggemar BLINK (penggemar BLACKPINK) dan MY (penggemar AESPA) dalam cyberbullying. Jurnal PUBLIQUE.

Stanpo, D. B., Khansa, N. H., Antoni, L. V., Tanuwijaya, M., & Santoso, S. R. (2025). Fenomena bullying di dunia K-Pop: Antara fakta, fitnah, dan kontroversi. Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora.

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33–47). Monterey, CA: Brooks/Cole.

Yasser, M. F., Silalahi, R. Y., & Santoso, A. P. (2024). Hubungan fanatisme terhadap tindakan agresi verbal fandom K-Pop di Twitter. Jurnal Psikologi.

Yumna, R., Sabila, A., & Fadhilah, A. (2020). Aktivitas fanatisme K-Pop di media sosial (Analisis tekstual pada akun Twitter @WingsforX1). Syntax Idea.

Zain, A. K., & Mufid, E. F. (2024). Tingkat fanatisme penggemar K-Pop di aplikasi X. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling (JRBK).

Downloads

Published

27-09-2026

How to Cite

Santoso, S. (2026). DAMPAK FANATISME PENGGEMAR K-POP TERHADAP PERILAKU BULLYING ANTAR ANGGOTA KELOMPOK. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(2), 50729–50739. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14519

Issue

Section

Articles