Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Komunitas Pemuda Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Di Kediri
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14506Keywords:
Religiusitas, Kebermaknaan Hidup, Komunitas Pemuda GrejaAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara religiusitas dengan kebermaknaan hidup pada komunitas pemuda Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kediri. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara religiusitas dengan kebermaknaan hidup pada komunitas pemuda Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 100 pemuda yang merupakan komunitas pemuda Greja Kristen Jawi Wetan. Skala religiusitas menggunakan 5 dimensi sesuai dengan teori Glock & Stark (dalam Mukhlis & Istiqomah, 2015). Skala Kebermaknaan hidup menggunakan 3 dimensi sesuai dengan teori Bastman (2007). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana, dengan nilai F= 10,159 dan nilai Sig = 0,002. Hal ini berarti nilai p < 0,05 yang artinya signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Religiusitas terhadap Kebermaknaan Hidup para pemuda, dengan nilai signifikansi sebesar 0,02 < 0,05 yang memberikan arti bahwa terdapat hubungan antara variabel Religiusitas (X) terhadap Kebermaknaan Hidup (Y) secara positif dan searah.
References
Ancok, D., & Suroso, F. N. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas problem-problem psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arista, D. (2017). Kebermaknaan hidup dan religiusitas pada mantan narapidana kasus pembunuhan. (Online).
Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: Rajawali Pers.
Emmons, R. A. (2005). Striving for the sacred: Personal goals, life meaning, and religion. Journal of Social Issues, 61(4), 731–745. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.2005.00429.x
Frankl, V. E. (2003). Logoterapi: Terapi psikologi melalui pemaknaan eksistensi (M. Murtadlo, Penerj.). Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Frankl, V. E. (2006). Man's search for meaning. Boston, MA: Beacon Press.
Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Chicago, IL: Rand McNally.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, 278730. https://doi.org/10.5402/2012/278730
Kusumastuti, C. A., & Chisol, R. (2020). Hubungan antara religiusitas dengan kebermaknaan hidup narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Proyeksi, 13(2), 177–186. https://doi.org/10.30659/jp.13.2.177-186
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (15th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Pargament, K. I. (2013). Spiritually integrated psychotherapy: Understanding and addressing the sacred. New York, NY: Guilford Press.
Rusydi, A. (2012). Religiusitas dan kesehatan mental: Studi pada aktivitas Jama'ah Tabligh Jakarta Selatan. Ciputat Timur: Young Progressive Muslim.
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Steger, M. F. (2012). Making meaning in life. Psychological Inquiry, 23(4), 381–385. https://doi.org/10.1080/1047840X.2012.720832
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Christina Melyana Akede, Mamang Efendy, Ricky Alejadro Martin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





