MAZHAB SEJARAH HUKUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14485Keywords:
Mazhab Sejarah Hukum, Volksgeist, Penemuan Hukum, Indonesia, Living Law, School of Legal History, Volksgeist, Discovery of Law, Indonesia, Living LawAbstract
ABSTRAK
Mazhab Sejarah Hukum lahir sebagai respons kritis terhadap dominasi aliran Hukum Alam dan Positivisme Hukum yang cenderung merumuskan aturan secara abstrak tanpa mempertimbangkan konteks kebudayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam sejarah perkembangan Mazhab Sejarah Hukum, kontribusinya terhadap pemikiran hukum global, serta implikasinya terhadap praktik penemuan hukum di Indonesia. Menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis pemikiran Friedrich Carl von Savigny mengenai konsep Volksgeist atau jiwa bangsa sebagai sumber utama otoritas hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Sejarah Hukum telah memberikan kontribusi epistemologis yang signifikan terhadap lahirnya Sociological Jurisprudence, Legal Realism, serta teori pluralisme hukum secara global. Dalam konteks Indonesia, pemikiran ini memiliki relevansi yang nyata dalam penemuan hukum, di mana hakim didorong untuk tidak hanya terpaku pada teks undang-undang, tetapi juga menggali nilai-nilai hukum yang hidup (living law) serta keadilan substantif yang bersumber dari kebudayaan dan sejarah bangsa. Pengakuan terhadap hukum adat dan pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan hukum nasional merupakan cerminan nyata dari keberlanjutan pemikiran Mazhab Sejarah Hukum di Indonesia.
ABSTRACT
The Historical School of Law emerged as a critical response to the dominance of the Natural Law and Legal Positivism schools, which tended to formulate rules abstractly without considering the cultural context of society. This article aims to examine in depth the historical development of the Historical School of Law, its contribution to global legal thought, and its implications for the practice of legal discovery in Indonesia. Using a normative legal research approach with a literature review method, this study analyzes Friedrich Carl von Savigny's thinking on the concept of Volksgeist, or the soul of the nation, as the primary source of legal authority. The results show that the Historical School of Law has made significant epistemological contributions to the emergence of Sociological Jurisprudence, Legal Realism, and the theory of legal pluralism globally. In the Indonesian context, this thinking has real relevance in legal discovery, where judges are encouraged not to focus solely on statutory texts but also to explore the values of living law and substantive justice derived from the nation's culture and history. The recognition of customary law and the importance of local wisdom in the development of national law clearly reflects the continuity of the Historical School of Law's thinking in Indonesia.
References
Ahadi, L. M. A. (2023). Efektivitas Hukum Dalam Perspektif Filsafat Hukum : Relasi Urgensi Sosialisasi Terhadap Eksistensi Produk Hukum The Effectiveness of Law in Legal Philosophical Perspective : The Relation of the Urgency of Socialization to the Existence of Legal Products. 5(1), 110–127.
Ali, A. (2009). Menguak Teori Hukum & Teori Peradilan: Legal Theory & Judicialprudence.
Aulia, M. Z. (2020). Friedrich Carl von Savigny tentang Hukum : Hukum sebagai Manifestasi Jiwa Bangsa. 3(1), 201–236. https://doi.org/10.22437/ujh.3.1.201-236
Bagenda, C. (2022). Filsafat Realisme Hukum Dalam Perspektif The Philosophy Of Legal Realism In The Perspective Of Ontology , Axiology , And Epistemology. 7, 115–130. https://doi.org/10.1017/S1352325220000208.2
Darmawan, I., Nugraha, R. S., & Sukmana, S. (2022). Essensi Mazhab Sejarah Dalam Perkembangan Filsafat Hukum. 03, 1–14.
Dimyati, K., Nashir, H., Elviandri, E., Absori, A., & Wardiono, K. (2021). Indonesia as a legal welfare state: A prophetic-transcendental basis. Heliyon, 7(8), e07865. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e07865
Elviandri. (2019). Tawaran Dalam Penegakan Hukum Kebakaran Hutan Dari Hukum Progresif Menuju Paradigma Profetik. 4(2), 99–124.
Elviandri, Dimyati, K., & Absori. (2019). Quo Vadis Negara Kesejahteraan : Meneguhkan Ideologi Welfare State Negara Hukum Kesejahteraan Indonesia. 31, 252–266.
Farkhani, Elviandri, Nugroho, S. S., & Pudjiono, M. J. (2018). FILSAFAT HUKUM ; Paradigma Modernisme Menuju Post Modernisme (E. Ariyani & M. Tohari (eds.)).
Gunawan, A., Rohmatilah, R., Hartanty, A. N., & Novaryana, R. (2024). Integrasi Hukum Adat dan Hukum Negara di Indonesia : Perspektif Mazhab Sejarah Hukum dalam Konteks Sosial Legal Pada Pembangunan Ibu Kota Nusantara IKN. 6(4), 11268–11277.
Indarti, E. (2022). Penegakan hukum, perpolisian masyarakat dan pewujudan keamanan: suatu kajian filsafat hukum 1. 51(April), 141–152.
Jonaedi Efendi. (2019). Sejarah Hukum. Jakad Publishing. http://eprints.ubhara.ac.id/1484/1/GABUNGAN BUKU SEJARAH HUKUM.pdf
Kamarusdiana. (2018). FILSAFAT HUKUM.
Phandino, T. D., & Riyanto, A. (2026). Integralistik Indonesia Dan Tantangan Identitas Nasional Dalam Dialog Dengan Pemikiran Rousseau. 37, 80–92.
Pramana, P., Widiasari, W., Nurfauziah, N., & Gultom, M. (2024). Pemikiran Friedrich Carl von Savigny dalam perspektif filsafat hukum dan relevansinya terhadap pembangunan hukum Indonesia. Risalah Hukum, 20(1), 34–52. https://doi.org/10.30872/risalah.v20i1
Rahmatullah, I., Islam, U., Syarif, N., & Jakarta, H. (2021). Filsafat Hukum Sejarah: Konsep dan Aktualisasinya Dalam Hukum Indonesia. 5, 1–18.
Santoso, L. (2020). TOWARDS RELIGIOSITY-BASED LEGAL SCIENCE: CRITICAL-CONSTRUCTIVE PROPHETIC LAW ON POSITIVISM PARADIGM. 2(2). https://doi.org/10.20885/PLR.vol2.iss2.art6
Simanjorang, A. T., Marcella, W., Yustin, H., Susilo, R. I., Sejarah, M., & Digital, H. (2026). RELEVANSI MAZHAB SEJARAH HUKUM DALAM PERKEMBANGAN SISTEM HUKUM INDONESIA DI ERA DIGITAL. 2(2), 177–185
Suardana, I. W., Ayu, I., Kusuma, W., Pitriyantini, P. E., & Sutasoma, J. (2022). Hakekat Filsafat Hukum dalam Pembangunan Hukum Nasional. 01(01).
Ulya, H., Faiz, M., Umala, P., & Rian, M. (2024). Peran Filsafat Hukum Dalam Pembentukan Hukum Di Indonesia. 2(2), 321–331.
Zulkarnain. (2003). Filsafat Hukum: Sejarah, Aliran, dan Pemaknaan. Rajawali Pers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Delfyrah, Maulana Maulana, Safar Nasa, Elviandri Elviandri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





