MAKNA KETIDAKPASTIAN PADA TANDA NAVIGASI DALAM ARC REVERSE MOUNTAIN SERIAL NETFLIX ONE PIECE INTO THE GRAND LINE
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14421Keywords:
Semiotika, Roland Barthes, Tanda Navigasi, Ketidakpastian, One Piece Into the Grand LineAbstract
Penelitian ini menganalisis makna ketidakpastian yang terwujud dalam tanda navigasi pada serial live action Netflix One Piece: Into the Grand Line. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengaplikasikan teori semiotika Roland Barthes untuk membongkar tiga tingkatan signifikasi, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reverse Mountain secara konotatif menggambarkan disorientasi dan tantangan ekstrem saat menghadapi ketidakpastian, yang melahirkan mitos perintisan (gateway myth) tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Twin Cape merepresentasikan ruang transisi dan lokasi orientasi ulang emosional, yang membentuk mitos ambang batas (liminality myth) bahwa fase jeda adalah bagian mutlak sebelum memasuki dunia baru. Sementara itu, Log Pose menolak penggunaan instrumen lama dan menegaskan perlunya pelepasan pola pikir konvensional, yang memunculkan mitos adaptabilitas (adaptation myth) terkait pentingnya fleksibilitas serta kerja sama tim. Secara keseluruhan, tanda navigasi dalam serial ini tidak sekadar menjadi alat penunjuk arah, melainkan konstruksi visual yang mengomunikasikan transformasi psikologis manusia di tengah situasi yang tidak terprediksi.
References
Agustin, C., Risnawati, R., & Yusron, A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap pesan moral dalam iklan sosial media. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 2(1), 30–44.
Al Azhar, M. H. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap simbolisasi otoritarianisme dalam anime One Piece. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Barthes, R. (1957). Mythologies. Éditions du Seuil.
Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. Fontana Press.
Fairuz, F. D. (2025). Makna simbolik lambang One Piece pada moment Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun: Analisis semiotika Roland Barthes. Komunikata57: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 6(2), 190–199.
Frisnatiara, R. E., Syarah, M. M., & Santoso, A. B. (2023). Analisis semiotika film The Menu: Pengungkapan makna denotasi dan konotasi. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(3), 468–477.
Harahap, N. A., & Efendi, E. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pesan moral pada film Avatar: The Last Airbender (Live Action) episode 8. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(2).
Mulyana, A. P., Irfan, M., & Majid, K. (2026). Ruang digital sebagai arena konstruksi identitas sosial Generasi Z: Studi fenomenologi pada komunitas gamer. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 4(2), 190–200. https://doi.org/10.47861/tuturan.v4i2.2195
Pramuditya, M. I., & Sulistiowati, F. (2025). Representasi tradisi retorika dalam anime One Piece arc Whole Cake Island: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 4(2).
Saimima, F. H., & Waliulu, Y. S. (2025). Representasi diskriminasi ras dan strata sosial dalam serial film One Piece arc Sabaody. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 4(1), 60–72.
Wati, M. L. K., Rohman, F., & Yuniawan, T. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes dan nilai moral dalam film pendek Tilik 2018 karya Wahyu Agung Prasetya. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(2).
Yusuf, M. B. (2026). Interpretasi nilai Islam dalam karakter Roronoa Zoro pada serial One Piece live action: Analisis semiotika Roland Barthes. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pandu Rangga Wirapraja, Agung Putra Mulyana, Ali Imron Hamid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





