Pengaruh Pemberian Sari Daun Kelor (Moringa Oleifera), Melalui Air Minum Terhadap Performa Ayam Broiler Fase Finisher
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14390Keywords:
ayam broiler, performa, sari daun kelorAbstract
Penilitian ini dilaksanakan di kandang unggas yang berlokasi di Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan Dan Peikanan.Universitas Nusa Cendana, dari tanggal 05 mei sampai 25 mei 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian sari daun kelor (Moringa Oleifera) melalui air minum terhadap performa ayam broiler fase finisher. Penelitian ini menggunakan 96 ekor ayam broiler strain CP 707. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari empat ekor ayam broiler. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 : air minum tanpa sari daun kelor, P1: air minum mengandung 40 ml sari daun kelor/liter air, P2: air minum mengandung 80 ml sari daun kelor/liter air, P3: air minum mengandung 120 ml sari daun kelor/liter air. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan konsumsi air minum. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa pemberian sari daun kelor dalam air minum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi air minum namun belum berpegaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Berdasarkan hasil penelitian dapat dismpulkan bahwa penggunaan sari daun kelor 40 ml, 80 ml, 120 ml/liter air minum memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi air tetapi belum memberikan perubahan terhadap konversi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum pada ayam broiler fase finisher.
References
Akhouri, D., Singh, R., & Kumar, A. (2013). Effect of moringa leaf powder supplementation on performance of broiler chicken. Indian Journal of Poultry Science, 48(2), 234–237.
Amrullah, I. K. (2003). Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunungbudi. Bogor.
Arifin, H. (2002). Pengaruh Pemberian Berbagai Level Konsentrasi Larutan Vitamin C terhadap Performa Ayam Broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Andalas. Padang.
Astuti, D. A. (2005). Penggunaan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Suplemen Pakan Ternak. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan, 13(1), 1–10.
Astuti, D. A., Hasibuan, M., & Djaya, A. (2015). Pengaruh penggunaan antibiotik terhadap performan ayam broiler. Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, 13(3), 78–85.
Ayssiwede, S. B., Zanmenou, J. C., Issa, Y., Hane, M. B., Dieng, A., Chrysostome, C. A. A. M., Houinato, M. R., Hornick, J. L., & Missohou, A. (2011). Nutrient composition of some unconventional and local feed resources available in Senegal and recoverable in indigenous chickens or animal feeding. Pakistan Journal of Nutrition, 10(8), 707–717.
Bagenal, T. (1978). Methods for Assessment of Fish Production in Freshwaters. 3rd ed. Blackwell Scientific Publications. Oxford.
Bishop, M. L. (2001). Clinical Chemistry: Principles, Techniques, Correlations. 5th ed. Lippincott Williams & Wilkins. Philadelphia.
Cahyono, B. (2001). Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Ensminger, M. E. (1992). Poultry Science. 3rd ed. Interstate Publishers. Danville, Illinois.
Fathiila, N., Murtini, S., & Rahayu, I. (2022). Penggunaan Antibiotik Growth Promoter (AGP) dan Alternatif Penggantinya pada Ayam Broiler. Jurnal Veteriner, 23(1), 10–19.
Ferry, R., Nugroho, D., & Kurniawan, A. (2024). Efek saponin pada permeabilitas dinding usus ayam broiler. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan, 7(1), 22–30.
Foidl, N., Makkar, H. P. S., & Becker, K. (2001). The potential of Moringa oleifera for agricultural and industrial uses. In: The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa. Fuglie L. J. (Ed.). CTA Publication. Wageningen, pp. 45–76.
Fuglie, L. J. (2001). The Miracle Tree: Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics. Church World Service. Dakar.
Gaspersz, V. (1991). Metode Perancangan Percobaan. CV. Armico. Bandung.
Gaspersz, V. (2016). Manajemen Kualitas. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
HDRA (Hendry Doubleday Research Association). (2002). Moringa oleifera: A Multi-Purpose Tree. HDRA. Coventry.
Hidayat, C., Iskandar, S., & Dasrul, W. (2018). Fitobiotik sebagai alternatif pengganti antibiotik pada pakan unggas. Wartazoa, 28(1), 23–32.
I Kadek Jefri, I. K. J., Dewi, G. A. M. K., & Partama, I. B. G. (2020). Pengaruh pemberian sari daun kelor (Moringa oleifera) melalui air minum terhadap persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Majalah Ilmiah Peternakan, 23(2), 58–63.
Ikasari, R. (2017). Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Performan Ayam Broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Imam, M. (2021). Teknik Pembuatan Larutan Daun Kelor untuk Ternak Unggas. Buletin Peternakan Tropika, 4(2), 55–60.
IPTEKnet. (2005). Kelor. Tanaman Obat Indonesia. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jakarta.
Irwan, A. (1996). Pengaruh Pemberian Ransum dengan Tingkat Energi Berbeda terhadap Performans Ayam Broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kamran, Z., Sarwar, M., Nisa, M., Nadeem, M. A., Mahmood, S., Babar, M. E., & Ahmed, S. (2008). Effect of low-protein diets having constant energy-to-protein ratio on performance and carcass characteristics of broiler chickens from one to thirty-five days of age. Poultry Science, 87(3), 468–474.
Kartasudjana, R. (2010). Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Krisnadi, A. D. (2015). Kelor: Super Nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. Blora.
Kusuma, A. A., Prayitno, C. H., & Hidayat, C. (2016). Pertumbuhan ayam broiler pada kondisi pemeliharaan yang berbeda. Jurnal Ilmu Peternakan, 11(1), 1–8.
Makkar, H. P. S., & Becker, K. (1997). Nutrients and antiquality factors in different morphological parts of the Moringa oleifera tree. Journal of Agricultural Science, 128(3), 311–322.
Maynard, L. A., & Loosly, J. K. (2005). Animal Nutrition. 7th ed. McGraw-Hill Book Company. New York.
Mide, M. Z. (2013). Pengaruh tanin pada pencernaan protein ayam. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 1(1), 51–57.
Muhammad Taufik, M. T., Syahruddin, E., & Asmara, I. Y. (2017). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada level berbeda terhadap performans ayam pedaging. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 3(1), 1–10.
Murtidjo, B. A. (1992). Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius. Yogyakarta.
Murtidjo, B. A. (2003). Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius. Yogyakarta.
North, M. O. (1984). Commercial Chicken Production Manual. 3rd ed. AVI Publishing Company. Connecticut.
Nova, K., Kususiyah, K., & Brata, B. (2002). Pengaruh pemberian ransum berbasis daun kelor terhadap nilai konversi ransum ayam broiler. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 7(1), 34–41.
Ologhobo, A. D., Akangbe, E. I., Adegbenjo, A., & Adeyemo, G. (2014). Effect of substituting Moringa oleifera leaf meal for antibiotics in the diet on performance and haematological characteristics of broilers. American Journal of Experimental Agriculture, 4(3), 315–323.
Omotoso, O. B., Oginni, O., & Akinwole, T. (2016). Effect of herbal supplements via drinking water on performance of broiler chickens. International Journal of Agriculture and Biosciences, 5(4), 165–170.
Rahmanto, D. (2012). Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Modern. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rasyaf, M. (1994). Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rasyaf, M. (1999). Beternak Ayam Pedaging. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rasyaf, M. (2004). Beternak Ayam Pedaging. Cetakan ke-23. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rasyaf, M. (2011). Panduan Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.
Seto, P. A. (2018). Pengaruh Pemberian Berbagai Level Air Minum terhadap Konsumsi Air Minum dan Performa Ayam Broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Sinurat, A. P. (2003). Pemanfaatan lumpur sawit untuk bahan pakan unggas. Wartazoa, 13(2), 39–47.
Sitepu, P. (2014). Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler pada Berbagai Umur Panen. Jurnal Peternakan Nusantara, 1(1), 10–15.
Soetanto, H. (2005). Prospek Penggunaan Daun Kelor sebagai Suplemen Pakan Ternak. Makalah Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.
Suhaeni, N. (2005). Cara Membuat Kandang Ayam Broiler yang Baik. Nuansa. Bandung.
Sujana, E., Wahyuni, S., & Setiawan, I. (2019). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor melalui air minum terhadap konsumsi air minum dan performa ayam broiler. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 19(1), 1–7.
Syafat, A. (2021). Pengaruh pemberian larutan daun kelor terhadap pertambahan bobot badan ayam broiler. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 10(1), 1–9.
Tetri, N. M., Harjanti, D. W., & Ondho, Y. S. (2020). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap konsumsi air minum ayam broiler. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 30(2), 114–120.
Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosoekojo, S. (1986). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Toghyani, M., Tohidi, M., Gheisari, A. A., & Tabeidian, S. A. (2011). Performance, immunity, serum biochemical and hematological parameters in broiler chicks fed dietary thyme as alternative for an antibiotic growth promoter. African Journal of Biotechnology, 9(40), 6819–6825.
User, S., Permata, D., & Hidayat, A. (2013). Hubungan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada ayam pedaging. Jurnal Sains Peternakan, 11(2), 81–87.
Wijayanti, R. (2011). Konversi Pakan Ayam Broiler pada Perlakuan Ransum dengan Kadar Protein Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wulandari, S. (2010). Hubungan konsumsi ransum dengan pertambahan bobot badan ayam pedaging. Agripet, 10(1), 22–27.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Brayen Justenling Dami, Agustinus Konda Malik, Markus Sinlae, Juliana Monika Nepa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





