Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Behavioristik Terhadap Prilaku Agresif Siswa Kelas 10 SMA Negeri 9 Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14344Keywords:
Perilaku Agresif, Bimbingan Kelompok, Teknik BehavioristikAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang memiliki perilaku agresif yang tinggi di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavioristik serta menguji pengaruh layanan tersebut terhadap perilaku agresif siswa kelas X.2. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 25 siswa dan 10 siswa dengan kategori perilaku agresif tinggi dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan terdapat 1 siswa (4%) pada kategori sangat tinggi, 9 siswa (36%) kategori tinggi, dan 15 siswa (60%) kategori sedang. Setelah diberikan layanan kepada 10 siswa sampel, 8 siswa (80%) berada pada kategori rendah dan 2 siswa (20%) pada kategori sangat rendah. Hasil uji Wilcoxon memperoleh Z = -2,809 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,005 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavioristik berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku agresif siswa kelas X.2 SMA Negeri 9 Kota Bengkulu.
References
Anggraini, W., Rifani, E., & Prasetyo, A. (2023). Faktor-faktor penyebab perilaku agresif pada remaja: Studi literatur. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 4(1), 39–44.
Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Erlangga.
Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The aggression questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452–459.
Corey, G. (2019). Theory and practice of counseling and psychotherapy. Cengage Learning.
Creswell, J. W. (2021). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.
Dayakisni, T., & Hudaniah. (2015). Psikologi sosial. UMM Press.
Ferdiansa, G., & Neviyarni. (2020). Analisis perilaku agresif siswa. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 5(2), 8–12.
Iskandar, I., & Isba, H. N. (2025). Pengaruh konseling individual menggunakan teknik behavioral terhadap perilaku agresif pada remaja di lingkungan sosial.
Latipun. (2006). Psikologi konseling. UMM Press.
Pradana. (2020). Pengertian layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan dan konseling.
Prayitno. (2017). Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Universitas Negeri Padang Press.
Putri, N. I. (2025). Pengaruh layanan bimbingan individu dengan pendekatan behavioristik terhadap perilaku agresif siswa kelas XI SMK Dwija Praja Pekalongan.
Putri, S. (2023). Pengaruh layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa di SMP N 16 Kota Jambi.
Putri, S. (2019). Penelitian tentang perilaku agresif remaja.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suryani. (2017). Pengertian bimbingan kelompok sebagai aktivitas kelompok untuk membantu individu mengatasi masalah.
Wibowo, M. E., dkk. (2019). Tujuan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi peserta didik.
Willis, S. S. (2019). Konseling individual: Teori dan praktik. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kisyah Pimi Auliah, Juwanto Juwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





