ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI AKTIVITAS FISIK (BRISK WALKING) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

Authors

  • Ari Riko Renaldo Universitas Aisyah Pringsewu
  • Eko Wardoyo Universitas Aisyah Pringsewu
  • Dian Arif Wahyudi Universitas Aisyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14081

Keywords:

Diabetes Mellitus, Brisk walking, Kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah melalui pemberian intervensi aktivitas fisik (brisk walking) pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Menggala Tahun 2025. Prevalensi kejadian DM di Tulang Bawang Barat mencapai 0,93%, sedangkan penanganan DM secara umum mengacu pada lima pilar pengelolaan, yaitu edukasi, aktivitas fisik, pola makan, pemantauan gula darah mandiri, dan konsumsi obat antidiabetes. Salah satu aktivitas fisik yang dapat memperbaiki kontrol glikemik pasien DM adalah brisk walking.

Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang berfokus pada tindakan brisk walking. Asuhan keperawatan dilakukan pada bulan April 2025 di RSUD Menggala terhadap dua pasien DM tipe 2. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dengan format pengkajian Keperawatan Medikal Bedah (KMB), serta memperhatikan prinsip etika keperawatan.

Hasil menunjukkan kedua pasien diberikan intervensi brisk walking berdasarkan diagnosis keperawatan utama ketidakseimbangan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada kedua pasien, dari 240 mg/dL menjadi 221 mg/dL pada pasien 1 dan dari 243 mg/dL menjadi 209 mg/dL pada pasien 2, disertai peningkatan pemahaman pasien dalam melakukan brisk walking secara mandiri.

Kesimpulan penelitian ini adalah brisk walking efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan mandiri di rumah sakit maupun di rumah.

References

Akrom, A., Sari, O. M., Urbayatun, S., & Saputri, Z. (2019). Analisis Determinan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Tipe 2 di Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 6(1), 54. https://doi.org/10.25077/jsfk.6.1.54-62.2019

Anita. (2017). Pengaruh jalan cepat (brisk walking) terhadap penurunan kadar glukosa darah penderita DM tipe 2 di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Kudus.

Demanik, H. (2019). Olahraga untuk Penderita Diabetes Mellitus. Jakarta: EGC.

Dewi, R. K. (2020). Pengaruh Brisk Walking terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2022). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2022.

Hayati, N., Arifin, N., & Fadhillah, N. (2021). Pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 112–118. https://doi.org/10.7454/jki.v24i2.112

Herwanto, H. (2016). Pencegahan Diabetes Melitus dengan Aktivitas Fisik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hulu, V. T., Pasaribu, Y. A., Julianto, J., Sirait, R. A., Sitanggang, H. D. M. M., Wahab, A., Halim, B., Br Singarimbun, N., Sinaga, S. P., & Zega, D. F. (2023). Survei Cepat: Eksplorasi Karakteristik dan Pengetahuan Remaja Tentang Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 7(1), 11–16. https://doi.org/10.34012/jkpi.v7i1.3362

International Diabetes Federation (IDF). (2023). Diabetes Atlas: Global, regional and country-level diabetes prevalence estimates for 2021 and projections for 2045.

Listyarini, R., & Fadilah, I. (2017). Pengaruh Jalan Cepat terhadap Penurunan Risiko Penyakit Tidak Menular. Yogyakarta: Pustaka Medika.

Nadesul, H. (2011). Diabetes: Deteksi, Pencegahan, dan Terapi. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Parkeni. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Jakarta: PB Perkeni.

Perry, A. G., & Potter, P. A. (2016). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik (4th ed.). Jakarta: EGC.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2018). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (6th ed., Vol. 2). Jakarta: EGC.

Putri, N. L. (2016). Pengaruh Latihan Jalan Cepat terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Rondhianto, R., Sutawardana, J. H., & Putri, W. M. C. (2022). Analysis Psychosocial Factors Affecting Behaviour of Self-Monitoring Blood Glucose in People with Type 2 Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 10(2), 81–88. https://doi.org/10.36858/jkds.v10i2.407

Soelistijo, S. A., Novida, H., & Subekti, I. (2015). Pedoman Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB Perkeni.

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). (2017). Jakarta: DPP PPNI.

Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). (2018). Jakarta: DPP PPNI.

Sri, N. K. (2025). Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Mengwi III. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 10(2), 88–95.

Suyono, S., Suhartono, S., & Waspadji, S. (2016). Diabetes Melitus: Pendekatan Praktis. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Ulya, N., Sibuea, A. Z. E., Purba, S. S., Maharani, A. I., & Herbawani, C. K. (2023). Analisis Faktor Risiko Diabetes pada Remaja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2332–2341. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.16210

Widanti, L. A., & Laksmita, D. Y. (2022). Studi Narrative Review Analisis Faktor Risiko pada Carpal Tunnel Syndrome. Journal Physical Therapy UNISA, 2(1). https://doi.org/10.31101/jitu.2657

Yana, R. (2015). Manfaat Jalan Cepat terhadap Kesehatan Fisik dan Mental. Bandung: CV Kesehatan Mandiri.

Yosdimyati. (2017). Ilmu Penyakit Dalam untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Zakiyuddin, Z., & Rinawati, R. (2023). Formulasi Ekstrak Phaleria Macrocarpa sebagai Terapi Non Farmakologik dalam Preventif Diabetes Mellitus di Kabupaten Aceh Barat. Prosiding Sains Nasional dan Teknologi, 13(1), 95–100. https://doi.org/10.36499/psnst.v13i1.9769

Ziara, A. (2025). Pengaruh Brisk Walking terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 45–52.

Downloads

Published

30-08-2026

How to Cite

Renaldo, A. R., Wardoyo, E. ., & Wahyudi, D. A. . (2026). ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI AKTIVITAS FISIK (BRISK WALKING) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS . Journal of Innovative and Creativity, 6(2), 47053–47058. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14081

Issue

Section

Articles