Analisis Makna dan Penerapan Tut Wuri Handayani Bagi Mahasiswa Digital Natives Calon Guru Pendidikan Bahasa Inggris: Sebuah Penelitian Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1403Keywords:
golden generation, understanding, education, Tut Wuri HandayaniAbstract
Simbol pendidikan tervisualisasikan dengan bertuliskan Tut Wuri Handayani sebagai aktribut di baju peserta didik ditingkat dasar sampai atas di Indonesia, yang perlu dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa Digital Natives calon guru di Universitas Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan penerapan Tut Wuri Handayani bagi mahasiswa Digital Natives (DN) calon guru pendidikan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan interview. Adapun partisipan dalam penelitian ini, peneliti melibatkan empat puluh orang mahasiswa semester dua. Teknik pengambilan sampel menggunakan formulasi Slovin dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling terpilih 29 mahasiswa. Berdasarkan hasil observasi bahwa mahasiwa Digital Natives calon guru pendidikan bahasa Inggris memahami makna dan penerapan Tut Wuri Handayani hanya sebatas slogan baju sekolah. Namun, berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa makna dan penerapan Tut Wuri Handayani beragam. Hal tersebut diklarifikasikan menjadi beberpa makna dan penerapan. Dalam makna 1) sebagai unsur pendorong untuk mencapai tindakan belajar seperti yang diharapkan oleh sekolah, 2) sebagai pengembangan potensi bagi calon guru dan peserta didik, dan 3) sebagai perwujudkan dari keteladanan dari pendidik terhadap visualisasi hasil belajar. Sedangkan dalam penerapan Tut Wuri Handayani permujudan dari visualisasi makna memberikan bimbingan tanpa mendikte, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan membangun rasa kepercayaan diri, serta kepemimpinan. Implikasi dari penelitian ini sebagai upaya untuk mengukur pemahaman mahasiswa Digital Natives calon guru pendidikan bahasa Inggris memahami makna dan penerapan Tut Wuri Handayani sebagai tujuan untuk mewujudkan makna hakiki sebagai seorang pengajar menuju generasi emas tahun 2045.
References
Agárdi, I., & Alt, M. A. (2022). Do digital natives use mobile payment differently than digital immigrants? A comparative study between generation X and Z. Electronic Commerce Research. https://doi.org/10.1007/s10660-022-09537-9
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2). https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Azis, N. A. (2013). Pendidikan Seumur Hidup (Long Life Education). Pilar, 2(2).
Calderwood, K. A., & Rizzo, L. N. (2023). Co-Creating a Transformative Learning Environment Through the Student-Supervisor Relationship: Results of a Social Work Field Placement Duo-Ethnography. Journal of Transformative Education, 21(1). https://doi.org/10.1177/15413446221079590
Chang, C. W., & Chang, S. H. (2023). The Impact of Digital Disruption: Influences of Digital Media and Social Networks on Forming Digital Natives’ Attitude. SAGE Open, 13(3). https://doi.org/10.1177/21582440231191741
Dodi Sukma R.A, Hardianto, R., & Heleni Filtri. (2021). Analisa Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Perkuliahan Daring Pada Era Pandemi COVID-19. ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi, 3(2). https://doi.org/10.31849/zn.v3i2.8353
Fawaid, I. (2021). Rekonstruksi Makna Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani oleh Ki Hadjar Dewantara. Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(1). https://doi.org/10.53515/tdjpai.v2i1.16
Febriyani, F., & Sukmayadi, Y. (2023). Pembelajaran Seni Musik Sebelum, Semasa, Sesudah Pandemi COVID-19 di SMP. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(2). https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i2.5246
Febriyanti, N. (2021). Implementasi konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1).
Howlett, G., & Waemusa, Z. (2018). Digital native/digital immigrant divide: EFL teachers’ mobile device experiences and practice. Contemporary Educational Technology, 9(4). https://doi.org/10.30935/cet.471007
Jannah, F. (2013). Pendidikan Seumur Hidup dan Implikasinya. DINAMIKA ILMU, 13(1). https://doi.org/10.21093/di.v13i1.19
Marce, T. D., & Purbonuswanto, W. (2019). Implementasi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam Manajemen Pembelajaran Praktik. Media Manajemen Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.30738/mmp.v2i1.3712
Marliani, L., & Djadjuli, R. D. (2019). Menakar Trilogi Kepemimpinan KI Hajar Dewantara di Era Globalisasi. Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi, 10(2). https://doi.org/10.23969/kebijakan.v10i2.1654
Natasya Febriyanti. (2021). Implementasi konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1).
PS, A. M. B. K., Fawaid, I., Zulaicho, D., & Al Hamidy, I. Z. F. (2021). Rekonstruksi Makna Semboyan Ki Hajar Dewantara dalam Praktik Pendidikan Islam. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 11(1). https://doi.org/10.54180/elbanat.2021.11.1.37-51
Putri, T. A., & Nasution, M. I. S. (2020). Implementasi Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara pada SMK Tamansiswa di Kota Tebing Tinggi. Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(1). https://doi.org/10.24114/ph.v5i1.18277
Ruth, B., Novia, R., & Surhayati, H. (2023). Perspektif Semboyan Pendidikan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4).
Sari, C. R., Rosyid, A. T., & Prestika, Y. (2019). Penerapan sistem among di sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional PGSD, April.
Sugiyanto, S., Yusuf-LN, S., Supriatna, M., & Budiamin, A. (2023). Analisis nilai-nilai karakter dalam Tut Wuri Handayani sebagai asas pendidikan nasional. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1). https://doi.org/10.21831/jpka.v14i1.59168
Wijayanti, W. (2019). Implementasi Trilogi Kepemimpinan ( Ki Hadjar Dewantara ) Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu unsur penting untuk memajukan peradaban. Jurnal Ustjogja, 2(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Paisal Manurung, Dian Anggraini Harahap, Harry Sambayu, Datulina Ginting, Bambang Gulyanto, Dailami Dailami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







