REPRESENTASI MAKNA PENYESALAN DALAM LIRIK LAGU “BILA KAU TAK DI SAMPINGKU”
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.14009Keywords:
representasi, penyesalan, lirik lagu, semiotika Roland Barthes, komunikasiAbstract
Musik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang dapat menyampaikan pesan, pengalaman emosional, dan nilai sosial kepada pendengar. Salah satu lagu yang merepresentasikan pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal adalah “Bila Kau Tak di Sampingku” karya Eross Candra yang dipopulerkan oleh Sheila On 7. Lagu tersebut menggambarkan seseorang yang mengalami penyesalan setelah kehilangan pasangan akibat pertengkaran, ego, ucapan kasar, dan kecemburuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi makna penyesalan dalam lirik lagu “Bila Kau Tak di Sampingku” melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretif dan metode studi pustaka. Data penelitian berupa lirik lagu yang dianalisis berdasarkan tiga bait menggunakan tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, penyesalan direpresentasikan melalui pertengkaran, perpisahan, rasa rindu, ego, permintaan maaf, perilaku kasar, dan kecemburuan. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut menunjukkan rasa bersalah, kesadaran terhadap kesalahan, kehilangan, kerinduan, penurunan ego, dan keinginan memperbaiki hubungan. Pada tingkat mitos, lirik membentuk pandangan mengenai pentingnya mengakui kesalahan, mengesampingkan ego, meminta maaf, dan mempertahankan hubungan. Penyesalan dalam lagu direpresentasikan sebagai proses emosional yang dimulai dari kesalahan, kesadaran terhadap akibat tindakan, rasa kehilangan, permintaan maaf, hingga keinginan memperbaiki hubungan interpersonal.
References
Alfansyah, A. (2024). REPRESENTASI MAKNA PENYESALAN HIDUP DALAM LIRIK LAGU “RANGKUM” OLEH POLKA WARS (Kajian Semiotika Ferdinand De Sasussure). 2, 306–312.
Dinda Firdana, R. C. (2024). Analisis Bentuk dan Makna Lagu “Jayalah Persela” Karya Sogie Asdeni. Repertoar Journal, 4(2), 496–510. https://doi.org/10.26740/rj.v4n2.p496-510
Harnia, N. T. (2021). Analisis Semiotika Makna Cinta Pada Lirik Lagu “Tak Sekedar Cinta” Karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 224–238. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i2.1405
Irawan, R. (2022). Lagu-Lagu Daerah Indonesia pada Panggung Musik Nasional 1950-1960an. Jurnal Kajian Seni, 9(1), 19. https://doi.org/10.22146/jksks.77104
Lira, M. ., & Saputra, I. . (2023). Ekasakti jurnal penelitian dan pengabdian. Edukasi Menjadi Pemimpin Muda Yang Berkarakter Di Pesantren Mizanul Ulum, 3(2), 211–218.
Mukhtasya, F. N. N., & Wijayanti, Q. N. (2023). Analisis Representasi Komunikasi Massa Pada Makna Lirik Lagu “Bertaut” Karya Nadin Amizah Terhadap Remaja Yang Menghargai Keberadaan Ibunya. Jurnal Media Akademik (JMA), 1(1), 327–338.
Nirwana, N. S., Arindawati, W. A., & Lubis, F. O. (2022). ANALISIS SEMIOTIK MAKNA RASA PENYESALAN PADA LIRIK LAGU K-POP NCT DREAM "SORRY HEART. https://doi.org/https://doi.org/10.31604/jips.v9i10.2022.3719-3730
Pamungkas, B. A., Dava Patria, T. A., & Asadulloh, H. (2024). Analisis Film Ngeri-Ngeri Sedap: Pendekatan Metode Roland Barthes. MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi, 14(1), 17–30. https://doi.org/10.22441/mediakom.v14i1.24853
Pike Pirnanda, R. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu“Aisyah Istri Rasulullah” Syakir Daulay. Communications, 5(1), 280–300. https://doi.org/communications5.1.1
Putri, C. S. (2023). KAJIAN SEMIOTIKA KOMUNIKASI DALAM LAGU IWAN FALS PADA ALBUM KESEIMBANGAN 2010. 53(1), 1–19. http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf%0Ahttps://hdl.handle.net
/20.500.12380/245180%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12
Rahma, K., Abdullah, H. H., Indallaila, Anugerah, R., & Santoso, A. (2024). Representasi Makna Self Improvement Pada Lirik Lagu Tulus “Diri” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Karimah Tauhid, 3(4), 4903–4916. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i4.12970
Shonhadji, N. (2021). Penggunaan Teori Sosial Dalam Paradigma. Jurnal Kajian Akuntansi, 5(1), 2579–9975. http://jurnal.ugj.ac.id/index.php/jka
Sihabuddin, S., Itasari, A. A., Herawati, D. M., & Aji, H. K. (2023). Komunikasi Musik: Hubungan Erat Antara Komunikasi dengan Musik. Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 12(1), 55–62. https://doi.org/10.35457/translitera.v12i1.2679
Sutopo, O. R., Wibawanto, G. R., & Lukisworo, A. A. (2020). Melampaui Subkultur/Post-Subkultur: Musisi sebagai Jalan Hidup Kaum Muda. Jurnal Studi Pemuda, 9(1), 1. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.55325
Trimo Wati, T. W., Dina Safira Ikmaliani, & Mustolehudin. (2022). Representasi Makna Denotasi dan Konotasi dalam Lirik Lagu Kun Fayakun (Analisis Semiotika Roland Barthes). Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 3(1), 73–102. https://doi.org/10.19105/ajpba.v3i1.5172
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Brillian Bayu Prasetyo, Namira Fitria, Saiful Romadon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







