Gambaran Gambaran Perilaku Self Harm Pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1392Keywords:
Self-harm, tekanan emosional, mahasiswa, bentuk perilaku, dukungan psikologisAbstract
Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa adanya niat untuk mengakhiri hidup, yang biasanya muncul
akibat tekanan emosional yang tidak tertangani dengan baik. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan mengalami
kondisi ini karena berada dalam fase kehidupan yang penuh tuntutan, baik dari segi akademik, sosial, maupun
persoalan pribadi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perilaku self-harm,
faktor-faktor pemicunya, serta dampak psikologis yang ditimbulkan pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan generic qualitative study, melibatkan tiga partisipan berusia antara 20 hingga 22 tahun.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat variasi bentuk perilaku self-harm, baik yang bersifat fisik seperti melukai tubuh, maupun
non-fisik seperti menyakiti diri secara emosional. Tindakan ini umumnya dipicu oleh konflik dalam keluarga, masalah
dalam relasi sosial, serta kesulitan dalam mengelola emosi. Meskipun tindakan tersebut memberikan rasa lega
sementara, perasaan bersalah seringkali muncul setelahnya. Beberapa partisipan mulai menunjukkan penurunan
intensitas perilaku, sementara yang lain masih berjuang. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologis
yang konsisten dan empatik.
References
Beghi, M., Rosenbaum, J. F., & Cerri, M. (2023). Relapse in nonsuicidal self-injury: A systematic review. Psychiatry Research, 320, 115011.
Epivania, V., & Soetjiningsih, C. H. (2023). Kematangan Emosi dan Perilaku Melukai Diri pada Mahasiswa. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(8), 7337–7340.
Fajaruddin, M., & Sahrul, S. (2024). Karakteristik Kesehatan Mental Remaja Dalam Perilaku Self Harm. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(4), 1–13. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i4.3605
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.
Hooley, J. M., & Franklin, J. C. (2018). Why do people hurt themselves? A new conceptual model of nonsuicidal self-injury. Clinical Psychological Science, 6(3), 428–451.
Izzati, A. J. S., Wijayanti, I., & Hakim, L. D. R. (2023.). Perilaku Self-Harm Pada Generasi Muda Dalam Interaksi Sosial Di Kota Mataram.
Joiner, T. E. (2005). Why People Die by Suicide. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Kiekens, G., et al. (2022). The Functions of NSSI: Evidence from European Adolescent Samples. Journal of Affective Disorders, 298, 179–188.
Lloyd-Richardson, E. E., Lewis, S. P., & Hamza, C. A. (2023). Understanding maintenance and cessation of nonsuicidal self-injury: A longitudinal approach. Journal of Adolescent Health, 72(2), 213–221.
Lloyd-Richardson, E. E., Lewis, S. P., & Hamza, C. A. (2023). Understanding maintenance and cessation of nonsuicidal self-injury: A longitudinal approach. Journal of Adolescent Health, 72(2), 213–221.
Mestizo, M. M., Putri, N. A., & Maulani, D. R. (2023). Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Jawa Barat dengan Program Jabar Katalunya.
Nock, M. K. (2009). Understanding nonsuicidal self-injury: Origins, assessment, and treatment. Washington, DC: APA Press.
O’Connor, R. C., Rasmussen, S., & Scott, F. (2024). Motivations for Self-Harm in Young People and Their Correlates: A Systematic Review. Clinical Child and Family Psychology Review, 27(1), 1–19.
Oppenheimer, C. W., Bentley, K. H., & Baumeister, R. F. (2022). Mental Imagery in Non-Suicidal Self-Injury: A Systematic Review. Psychiatry Research, 310, 114438.
Pihasniwati. (2023). Non-suicidal self-injury pada perempuan emerging adult dan implikasinya pada terapi perilaku dialektik Islami (Disertasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pramesti, R. D., Widyastuti, W., & Cahyaningrum, K. (2025). Pelatihan mindfulness untuk meningkatkan kemampuan koping adaptif pada siswa pelaku Nonsuicidal Self-Injur (NSSI). Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 13(1), 33–43. https://doi.org/10.22219/procedia.v13i1.37716
Putri, M. A. (2022). Psikoedukasi Bahaya Gangguan Psikologis Non-Suicidal Self Injury. Capacitarea, 2(1), 33–41
Selby, E. A., & Joiner, T. E. (2009). Emotional Cascade Model of Borderline Personality Disorder. Behaviour Research and Therapy, 47(12), 105–112.
Thesalonika & Apsari, N. Cipta. (2021). Perilaku Self-harm atau Melukai Diri Sendiri yang Dilakukan Oleh Remaja (Self-harm or Self-Injuring Behavior By Adolescents). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 213-224.
Turner, B. J., et al. (2023). Self-harm as embodied expression: The role of alexithymia and emotion dysregulation. Frontiers in Psychology, 14, 1133859.
Turner, B. J., et al. (2023). Self-harm as embodied expression: The role of alexithymia and emotion dysregulation. Frontiers in Psychology, 14, 1133859.
Whitlock, J., Muehlenkamp, J., & Eckenrode, J. (2013). Variation in Non-suicidal Self-Injury: Identification and Predictive Validity in a College Sample. Suicide and Life-Threatening Behavior, 43(5), 493–504.
Xavier, M. O., et al. (2022). Social support and recovery from nonsuicidal self-injury: A longitudinal analysis. Journal of Affective Disorders, 307, 139–146.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Salianto Salianto, Nabila Selfiana, Rizki Yani Purba, Yulia Rahmadani, Siti Narisya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







