Kritik Terhadap Paradigma Positivistik Abad 18-19 Dan Dampaknya Terhadap Globalisasi Pendidikan: Latar Belakang Filosofis Integrasi Agama Dan Sains
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1374Keywords:
Positivism, Educational Globalization, Integration of Knowledge, Epistemological Crisis.Abstract
Artikel ini mengkaji kritik terhadap paradigma positivistik yang berkembang pada abad ke-18 dan ke-19 serta dampaknya terhadap globalisasi pendidikan. Positivisme, sebagai puncak pemikiran modern, membatasi kebenaran hanya pada hal-hal empiris, sehingga melahirkan krisis epistemologis berupa dikotomi antara ilmu dan agama. Kondisi ini semakin diperparah oleh globalisasi sistem pendidikan yang mendorong sekularisasi ilmu di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai alternatif, konsep integrasi agama dan sains ditawarkan untuk membangun kembali kerangka ilmu yang tidak hanya rasional, tetapi juga spiritual. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan sumber jurnal ilmiah terbaru. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi agama dan sains menjadi fondasi filosofis yang relevan untuk menyatukan kembali ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan dalam dunia pendidikan.
References
Abrar, Kairul, dkk. “Sinergitas Sains dan Agama dalam Kurikulum Pendidikan Islam Modern.” Ikhtisar, vol. 12, no. 1, 2024.
Amril. "Relevansi Integrasi Ilmu dan Agama dalam Pendidikan Islam." Jurnal Al-Khairat, vol. 12, no. 2, 2021.
Anuhgra, Yudha Okta. “Gagasan Ilmu Bebas Nilai dalam Positivisme dan Implikasinya terhadap Nilai-Nilai Keagamaan dalam Pembelajaran Sains.” Kanz Philosophia, vol. 12, no. 2, (2022)
Fadhilah, Ahmad. “Kritik Epistemologi terhadap Positivisme: Telaah atas Pemikiran Paul Feyerabend.” Jurnal Filsafat Islam, vol. 10, no. 1, (2022)
Hudri, Misbah. “Filsafat Positivisme Auguste Comte: Genealogi Pemikiran dan Relevansinya terhadap Krisis Epistemologi.” Aqlania, vol. 15, no. 1, (2024)
Humairah, A. E., Marjuni, A., Mahmud, M. N., & Sukawati, S. “Memahami Dikotomi Ilmu Pengetahuan Umum dan Agama dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam.” JUPENJI, vol. 8, no. 1, 2024.
Karim, Nazir, dkk. “Konsep Implementasi Integrasi Sains dengan Agama dalam Kurikulum Pendidikan Islam.” Adzkiya, vol. 7, no. 1, 2023.
Maksudin, M., & Maksudin, M. “Transformasi Pendidikan Agama dan Sains Dikotomik ke Pendidikan Nondikotomik.” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 9, no. 2, 2015.
Mulyadi, Agus. “Sekularisasi Ilmu dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas.” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 8, no. 3, (2021)
Roswantoro, Alim. “Fisika Sosial dan Penyoalan Eksistensi Agama dalam Paradigma Positivisme Auguste Comte.” Jurnal Sosiologi Agama, vol. 4, no. 1, (2023)
Sanusi, M. “Telaah Epistemologi Positivisme dan Fenomenologi.” Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, vol. 2, no. 1, (2023)
Supriyanto, Hadi. “Paradigma Positivistik dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan.” Jurnal Filsafat Nusantara, vol. 7, no. 2, (2021)
Yaksa, R. A., Fitrah, Y., Kusuma, A., & Wulandari, B. “Positivisme: Landasan Filosofis dan Implikasinya pada Metode Ilmiah.” Jurnal Muara Pendidikan, vol. 9, no. 2, (2024)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ummu Athiyah, Amril M, Eva Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







