Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pengarayan Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.13699Keywords:
mutu pelayanan kesehatan; kepatuhan berobat; Tuberkulosis; Servqual; PuskesmasAbstract
Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi secara tuntas, yang erat kaitannya dengan mutu pelayanan kesehatan yang diterima pasien. Data Puskesmas Pengarayan menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang tidak patuh minum obat TB dalam tiga tahun terakhir, dari 14 pasien (2023) menjadi 24 pasien (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pengarayan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan model Servqual (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Poli Tuberkulosis Puskesmas Pengarayan pada Januari 2026 sebanyak 52 orang, dengan sampel 47 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh berobat (85,1%). Mayoritas responden menilai dimensi empathy (91,5%), assurance (89,4%), reliability (76,6%), dan tangible (76,6%) dalam kategori baik, sedangkan responsiveness relatif berimbang (51,1% tanggap). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,175), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), tangible (p=1,000), reliability (p=0,330), responsiveness (p=0,701), assurance (p=1,000), maupun empathy (p=0,488) dengan kepatuhan berobat pasien TB. Analisis multivariat tidak dapat dilakukan karena hanya satu variabel yang memenuhi syarat seleksi kandidat (p<0,25). Disimpulkan bahwa pada konteks penelitian ini, tingginya tingkat kepatuhan berobat tidak secara statistik berhubungan dengan dimensi mutu pelayanan maupun karakteristik demografi yang diteliti, sehingga faktor lain seperti dukungan keluarga, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan motivasi pasien perlu dikaji lebih lanjut. Puskesmas disarankan tetap mempertahankan mutu pelayanan yang telah baik serta memperkuat pemantauan pasien berisiko putus berobat.
References
Batbaatar, E., Dorjdagva, J., Luvsannyam, A., Savino, M. M., & Amenta, P. (2020). Determinants of patient satisfaction: A systematic review. Perspectives in Public Health, 137(2), 89–101.
Craig, G. M., Booth, H., Story, A., Hayward, A., Hall, J., & Goodburn, A. (2022). Establishing a new paradigm for patient-centred TB care. The Lancet Infectious Diseases, 22(1), e8–e15.
Dheda, K., Barry, C. E., & Maartens, G. (2023). Tuberculosis. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 27(1), 6–20.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2023). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Palembang: Dinkes Provinsi Sumsel.
Elizah, N., Rasyid, R., & Handayani, D. (2024). Hubungan karakteristik pasien dengan kepatuhan minum obat TB paru di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Cendekia Medika, 9(1), 12–21.
Fox, G. J., Nhung, N. V., Sy, D. N., Hoa, N. L., Anh, L. T., Cuong, N. K., ... Marks, G. B. (2021). Patient and health system factors associated with TB treatment interruption. PLOS ONE, 16(1), e0244866.
Hardiyati, S. K., Ahmad, M., Hasir, H., Angriani, S., & Simunati, S. (2025). Resiliensi keluarga dan kualitas hidup pasien TB. Jariah Publishing Intermedia.
Herawati, C., dkk. (2020). Dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Hosmer, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression (3rd ed.). New York: John Wiley & Sons.
Jansfianti, M., Sitorus, R. S., & Lubis, B. (2025). Analysis of factors affecting the implementation of health promotion programs for pulmonary TB patients at Grandmed Hospital Lubuk Pakam in 2024. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG), 8(1), 714–724.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024. Jakarta: Kemenkes RI.
Kurniawan, A., Mulyani, S., & Sari, R. P. (2022). Peran Puskesmas dalam pengendalian tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 123–131.
Nopiayanti, G., Falah, M., & Lismayanti, L. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita TB di Kota Tasikmalaya. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 243–247.
Pangkerego, S., Bawaeda, O., & Akay, T. W. M. (2025). Hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Lirung. Dharma Medika, 5(1), 74–86.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Petersen, E., Al-Abri, S., Chakaya, J., Goletti, D., Kahlon, S., & Memish, Z. A. (2022). World TB Day 2022: Revamping and reshaping global TB control programs. International Journal of Infectious Diseases, 116, S4–S6.
Prasetyo, A., dkk. (2023). Karakteristik usia penderita Tuberkulosis di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(2), 101–109.
Profil Puskesmas Pengarayan. (2026). Profil kesehatan Puskesmas Pengarayan Kabupaten OKI tahun 2026. Ogan Komering Ilir.
Rahayu, D., Wahyuni, S., & Lestari, F. (2025). Hubungan mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien TB di Poliklinik TB Puskesmas Bihbul. Jurnal Kesehatan Rajawali, 11(1), 33–41.
Ramadhani, R., & Deniati, K. (2023). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru. Jurnal Medicare, 8(2), 120–128.
Rijal, A. S., & Azis, R. (2021). Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 45–54.
Ristiani, N., Utami, D., & Prasetyo, B. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Pekanbaru. Jurnal Detector, 6(1), 14–22.
Rizqiya, R. N. (2021). Hubungan stigma masyarakat dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17(1), 66–76.
Sari, dkk. (2024). Karakteristik pasien Tuberkulosis di fasilitas kesehatan primer. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Siregar, R., dkk. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis paru. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(2), 87–95.
Soelistya, I. D. (2025). Turnover dalam perspektif modern: Lingkungan kerja, kepuasan, dan praktik adaptif. PT. Nawala Gama Education.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Swarjana, dkk. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Syahadat, R., Hidayat, A., & Sari, M. (2024). Hubungan kualitas pelayanan kesehatan dan sikap pasien dengan kepatuhan pengobatan TB di puskesmas Kota Palu. Indonesian Journal of Integrated Health Sciences, 6(1), 1–10.
World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2024)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wulan Agustin, Nani Sari Murni, Lilis Suryani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





