Mengukur Disparitas Regional dan Pola Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Barat: Aplikasi Tipologi Klassen, Indeks Williamson, dan Indeks Theil

Authors

  • Hans Sammy Marthin Salakory STIKes Maluku Husada
  • Febby Sonya Matulessy STIKes MAluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1356

Keywords:

Ketimpangan, Indeks Williamson, Indeks Etropy Thail

Abstract

The difference in the content of the natural resources, concentrated economic activities in several cities and regencies, and the inadequate utilization of the sea and land for economic activities affect the difference in development and economic growth in cities and regencies throughout West Papua. This study aims to calculate and analyze the economic patterns and structures as well as regional disparities in West Papua. To answer the research issues, the analysis technique used is quantitative descriptive with Klassen typology analysis tools, Williamson index, and Thail Entropy Index. The results of the research and data analysis show that there are no cities and regency in West Papua which are high growth and high income, only the category of high income but low growth, namely Sorong Regency, Bintuni Bay. Regency and Cities that are high growth but low income are Sorong city, Fakfak, South of Sorong, Manokwari, Raja Ampat. Furthermore, low growth and low income are Maybrat, Kaimana, Arfak Mountains, South of Manokwari, Tambrauw. There has been a very high inequality in the research period, as evidenced by the Williamson index average of 1.53, and the Entropy Thail Index of 0.25. On the other side, this inequality has decreased over time, but Kuznets' inverted-U hypothesis does not apply to the economy of West Papua. The trigger for inequality is the difference in the content of natural oil and gas resources, centralized activities in several cities and regencies and much of the productive land is being neglected for economic activity.

References

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2018). Prakarsa pemerintah daerah dalam upaya pengurangan kesenjangan wilayah dan pembangunan daerah (Issue 2). Kementerian PPN/Bappenas.

Baeti, N. (2013). Pengaruh pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan pengeluaran pemerintah terhadap pembangunan manusia kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2007–2011. Economics Development Analysis Journal, 2(3), 85–98. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/article/download/1984/1785

Baransano, A. M. (2011). Analisis disparitas pembangunan wilayah di Papua Barat. Journal of Chemical Information and Modeling. IPB. (Catatan: Jurnal ini tampaknya keliru, karena judul jurnal tidak sesuai topik. Mohon dicek ulang.)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. (2020). Produk domestik regional bruto kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat menurut lapangan usaha 2015–2019. https://doi.org/9302008.91 (Catatan: DOI ini tidak valid. Jika menggunakan versi daring, tautan langsung BPS lebih tepat.)

Cahyono, S. A., Falah, F., & Raharjo, S. A. S. (2020). Identifikasi sektor ekonomi unggulan di daerah tangkapan air Danau Rawa Pening. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 8(1), 36–50. https://doi.org/10.14710/jwl.8.1.36-50

Firdaus, M. (2013). Ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia: Fakta dan strategi inisiatif [Orasi ilmiah, Institut Pertanian Bogor]. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web (Catatan: Gantilah tautan dengan sumber resmi atau DOI jika ada.)

Hariyanto, E. (2017). APBN tahun 2017 dan pembangunan ekonomi Indonesia. https://www.djppr.kemenkeu.go.id/uploads/files/Kajian_Artikel_DJPPR/APBN%20dan%20Pembangunan%20Ekonomi%20Indonesia.pdf

Islami, S. F., & SBM, N. (2018). Faktor-faktor mempengaruhi ketimpangan wilayah di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Media Ekonomi dan Manajemen, 33(1), 29–39. https://doi.org/10.24856/mem.v33i1.564

• Iswanto, D. (2015). Ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(1), 41–66. https://doi.org/10.15408/sjie.v4i1.2293

Kantor Wilayah DJP Papua Barat. (2019). Kajian fiskal regional tahun 2019. Kantor Wilayah DJP Papua Barat.

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan pembangunan daerah: Reformasi, perencanaan, strategi, dan peluang. Erlangga.

Mahardiki, D., & Santoso, R. P. (2013). Analisis perubahan ketimpangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi antar provinsi di Indonesia 2006–2011. JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan, 6(2). https://doi.org/10.15294/jejak.v6i2.3888

Nuali, Y. (2019, August 14). Pertumbuhan ekonomi di Papua Barat tahun 2019 melambat dibanding 2018. Suara Karya.

Nurzaman, S. S. (2012). Perencanaan wilayah dalam konteks Indonesia. Penerbit ITB.

Rochana, S. H. (2013). Kesenjangan ekonomi antar wilayah pada era otonomi daerah di Indonesia. Sayembara Karya Tulis Otonomi Daerah 2013, 25, 1–17.

Saputra, D. (2016). Analisis pertumbuhan ekonomi dan tingkat ketimpangan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Creative Research Journal, 2(1), 1–18.

Sirojuzilam. (2008). Disparitas ekonomi regional dan perencanaan wilayah. [Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Ilmu Ekonomi Regional]. Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20613

Sjafrizal. (2014). Ekonomi wilayah dan perkotaan (Edisi 1-2). Raja Grafindo Persada.

Sugiono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryono, A. (2010). Dimensi-dimensi prima teori pembangunan. Universitas Brawijaya Press.

Sutarno, & Kuncoro, M. (2003). Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan antar kecamatan di Kabupaten Banyumas, 1993–2000. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(2), 97–110. https://doi.org/10.20885/ejem.v8i2.630

Tipka, J. (2014). Analisis ketimpangan pembangunan antara kecamatan di Kota Ambon. Barekeng, 8(2), 41–46.

Tipka, J. (2015). Analisis ketimpangan pembangunan antara kabupaten/kota di Provinsi Maluku. BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, 9(1), 63–71. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/280/230

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2004). Pembangunan ekonomi di dunia ketiga (Edisi kedelapan). Erlangga.

Yadiansyah. (2005). Analisis pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia periode 1993–2005. Ekonomi Pembangunan, 59–78.

Yuliani, T. (2015). Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar kabupaten di Kalimantan Timur. JEJAK, 8(1), 45–53. https://doi.org/10.15294/jejak.v7i1.Journal (Catatan: Periksa DOI, tampaknya tidak valid.)

Downloads

Published

30-10-2023

How to Cite

Salakory, H. S. M., & Matulessy, F. S. (2023). Mengukur Disparitas Regional dan Pola Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Barat: Aplikasi Tipologi Klassen, Indeks Williamson, dan Indeks Theil. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 114–132. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1356

Issue

Section

Articles