BUDAYA KERJA KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FONDASI INOVASI DAN KEUNGGULAN BERSAING UMKM DI KOTA TEBING TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.13520Keywords:
budaya kerja kewirausahaan; inovasi UMKM; keunggulan bersaing; orientasi pelanggan; UMKM.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya kerja kewirausahaan sebagai fondasi inovasi dan keunggulan bersaing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposif dari pemilik atau pengelola dan karyawan UMKM sektor kuliner, perdagangan, jasa, kerajinan, dan usaha kreatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pencatatan proses analisis. Temuan menunjukkan bahwa budaya kerja kewirausahaan memberi dampak ketika orientasi peluang dan pelanggan, inisiatif, eksperimen terukur, kolaborasi, pembelajaran, serta disiplin eksekusi diwujudkan dalam rutinitas konkret. Keterbukaan pemilik meningkatkan partisipasi karyawan dalam menghasilkan gagasan, tetapi sentralisasi keputusan, tidak adanya pencatatan ide, dan lemahnya tindak lanjut membatasi inovasi. Budaya kewirausahaan mendorong inovasi bertahap pada produk, proses, pemasaran, dan pelayanan. Inovasi tersebut memperkuat keunggulan melalui nilai pelanggan, keunikan, kecepatan respons, konsistensi kualitas, kedekatan, fleksibilitas, dan kemampuan belajar yang sulit ditiru. Penelitian merumuskan siklus peluang- keunggulan yang terdiri atas menangkap informasi, memilih ide, menguji dalam skala kecil, mengevaluasi, membakukan perbaikan, dan menyebarkan pembelajaran. Kontribusi penelitian terletak pada penjelasan mekanisme mikro yang menghubungkan budaya, inovasi, dan keunggulan bersaing dalam konteks UMKM.
References
Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. https://doi.org/10.1177/014920639101700108
Crossan, M. M., & Apaydin, M. (2010). A multi-dimensional framework of organizational innovation: A systematic review of the literature. Journal of Management Studies, 47(6), 1154–1191. https://doi.org/10.1111/j.1467-6486.2009.00880.x
Hurley, R. F., & Hult, G. T. M. (1998). Innovation, market orientation, and organizational learning: An integration and empirical examination. Journal of Marketing, 62(3), 42–54. https://doi.org/10.1177/002224299806200303
Lumpkin, G. T., & Dess, G. G. (1996). Clarifying the entrepreneurial orientation construct and linking
it to performance. Academy of https://doi.org/10.5465/amr.1996.9602161568
Management Review , 21(1), 135–172.
Martins, E. C., & Terblanche, F. (2003). Building organisational culture that stimulates creativity and innovation. European Journal of Innovation Management, 6(1), 64–74. https://doi.org/10.1108/14601060310456337
OECD/Eurostat. (2018). Oslo manual 2018: Guidelines for collecting, reporting and using data on innovation (4th ed.). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264304604-en
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.
Wang, C. L. (2008). Entrepreneurial orientation, learning orientation, and firm performance. Entrepreneurship Theory and Practice, 32(4), 635–657. https://doi.org/10.1111/j.1540- 6520.2008.00246.x
Zahra, S. A., & Covin, J. G. (1995). Contextual influences on the corporate entrepreneurship- performance relationship: A longitudinal analysis. Journal of Business Venturing, 10(1), 43–58. https://doi.org/10.1016/0883-902
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizki Wulanita Batubara, Rapat Piter Sony Hutauruk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







