Peran Konten YouTube Cap Capung dalam Membangun Literasi Digital: Studi Kualitatif Komunikasi Pembangunan Melalui Media Kreatif
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1342Abstract
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran konten YouTube Cap Capung dalam membangun literasi digital masyarakat melalui pendekatan komunikasi pembangunan. Sebagai saluran media kreatif berbasis visual dan naratif, Cap Capung menghadirkan konten yang membahas isu-isu pertanian peternakan dan budidaya dengan pendekatan populer namun sarat makna edukatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui observasi konten, dan analisis isi tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten Cap Capung berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital, khususnya dalam hal etika bermedia sosial, berpikir kritis terhadap informasi, dan penggunaan teknologi secara bijak. Pendekatan kreatif seperti storytelling, humor, dan visualisasi budaya lokal turut memperkuat penyampaian pesan pembangunan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. konten tersebut berperan signifikan dalam membangun literasi digital dan komunikasi pembangunan di sektor pertanian dan perikanan. Video ini mengangkat narasi inspiratif tentang transformasi sosial-ekonomi Pak satrianta menjadi pembudi dayapadi dan ikan (Mina Padi) yang memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.Temuan ini menegaskan bahwa media digital nonformal seperti YouTube dapat menjadi agen penting dalam komunikasi pembangunan, asalkan dikemas dengan narasi yang kontekstual, inklusif, dan partisipatif.
References
Berelson, B. (1952). Content Analysis in Communication Research. Glencoe, IL: Free Press.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.Canada
Hsieh, H.-F., & Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277–1288.
Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). SAGE Publications
Livingstone, S. (2004). “Media Literacy and the Challenge of New Information and Communication Technologies.” The Communication Review, 7(1), 3–14.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya
Mayring, P. (2000). Qualitative Content Analysis. Forum: Qualitative Social Research, 1(2).
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Rogers, E.M. (1976). Diffusion of Innovations. Free Press.
Rogers, E. M. (1976). Communication and Development: The Passing of the Dominant Paradigm.)
Rogers, E. M. (1969). Modernization Among Peasants: The Impact of Communication. New York: Holt, Rinehart & Winston.)
Servaes, J. (1999). Communication for Development: One World, Multiple Cultures. Cresskill, NJ: Hampton Press.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Weber, R.P. (1990). Basic Content Analysis. Newbury Park, CA: Sage Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nina Kusumawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







