Hubungan Tingkat Stress Dengan Gejala Nyeri Haid (Disminore) Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Di Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1341Keywords:
Dismenore, Stress, Nyeri Haid, Kesehatan Menstruasi, Keseimbangan HormonalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan gejala dismenore pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara. Dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi pada 45 responden. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara tingkat stres dan kejadian dismenore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan dismenore (p-value = 0,477). Mayoritas responden berada dalam kategori tidak stres atau stres ringan, dan distribusi data menunjukkan bahwa tingkat stres tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kejadian dismenore. Meskipun demikian, pola yang terlihat mengindikasikan bahwa mahasiswi dengan stres lebih tinggi cenderung mengalami dismenore yang lebih berat. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti keseimbangan hormonal, pola makan, pola tidur, dan aktivitas fisik kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kejadian dismenore dibandingkan stres itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih besar dan pendekatan multivariabel untuk memahami faktor-faktor yang berperan dalam kejadian dismenore.
References
A. Tahir, et al. (2021). The influence of macronutrient intake, stress, and prostaglandin levels with the incidence of dysmenorrhea. Gaceta Sanitaria, 35, 298–301.
Dawood, M. Y. (2006). Primary dysmenorrhea: Advances in pathogenesis and management. Obstetrics & Gynecology, 108(2), 428–441.
Dyta, R., et al. (2023). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja di SMA Negeri 3 Jakarta. Junior Medical Journal, 3(1), 70–76.
Hao, S., Wu, W., Kang, R., & Wang, X. (2021). Significant increase in depression in women with primary dysmenorrhea: A systematic review. Dysmenorrhea and Depressive Disorder, 12, 1–11.
Hidayah, E. N. (2023). Pengaruh stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri [Skripsi]. Jurusan Kebidanan, Yogyakarta.
Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2014). The prevalence and risk factors of dysmenorrhea. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 121(7), 792–799. https://doi.org/10.1111/1471-0528.12629
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Pratiwi, N., & Sari, D. (2021). Hubungan tingkat stres dan nyeri haid pada remaja di Bandung. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 22–30.
Rizma Elvariani, A. (2023). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenorea. Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung, 2(2), 18–22.
Torbey, A., et al. (2024). The prevalence of menstrual disorders and their association with psychological stress in Syrian students. Dysmenorrhea and Depressive Disorder, 164(3), 18–20.
World Health Organization. (2021). Adolescent health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-health
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Atikah Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







