Deradikalisasi Berbasis Pesantren: Membangun Resiliensi Multikultural Dalam Konflik Sosial

Authors

  • Nurul Chasanah Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Sa’adi Sa’adi Pascasarjana UIN Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1323

Keywords:

Pesantren, Deradikalisasi, Multikultural, Konflik Sosial, Resiliensi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pondok Pesantren Nurul Islam Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dalam upaya deradikalisasi dan pembangunan resiliensi multikultural di tengah konflik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren secara efektif menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan melalui kurikulum terpadu, kegiatan interaksi lintas budaya, serta penekanan pada literasi digital kritis. Santri dibekali pemahaman agama yang komprehensif dan keterampilan sosial untuk berinteraksi dalam masyarakat majemuk, menumbuhkan rasa cinta  perdamaian. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi model deradikalisasi berbasis pesantren yang inklusif dan kontekstual, menawarkan strategi adaptif dalam penanggulangan radikalisme.

References

Abdullah, I. (2020). Peran pesantren dalam moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Studi Islam, 12(1), 45-60.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2022). Laporan Tahunan Analisis Perkembangan Radikalisme di Indonesia. BNPT RI.

Global Terrorism Index. (2024). Measuring the Impact of Terrorism 2024. Institute for Economics & Peace.

Jones, R., & Smith, L. (2023). The digital frontier: Online radicalization and its challenges in Southeast Asia. Asian Security Studies, 7(2), 112-128.

Maulana, R., & Suryadi, D. (2021). Pola penyebaran ideologi radikal di pedesaan Jawa Tengah : Studi kasus di Kabupaten Semarang. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(3), 201-215.

Mujab, S. (2021). Pesantren dan pembangunan karakter toleransi di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 150-165.

Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2007). Community resilience as a metaphor, theory, action, and outcome. American Journal of Community Psychology, 39(3-4), 362-370.

Nurani, A., & Hidayat, S. (2022). Disinformasi dan polarisasi sosial: Ancaman bagi keberagaman di Indonesia. Jurnal Komunikasi Politik, 6(1), 78-95.

Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama RI. (2023). Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Tantangan Toleransi di Indonesia. Kementerian Agama RI.

Putra, A. D., & Dewi, R. N. (2021). Evaluasi program deradikalisasi BNPT: Studi kasus pada mantan narapidana terorisme. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 5(2), 89-104.

Santoso, B., & Huda, N. (2022). Strategi pemerintah dalam deradikalisasi melalui pendekatan sosial-kultural. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 33-48.

Setiabudi, D. (2023). Masyarakat rentan ekstremisme: Analisis kerentanan sosial di Jawa Tengah. Penerbitan Akademik Lokal.

UNDP. (2021). Journey to Extremism in Africa: Pathways to Recruitment and Disengagement. United Nations Development Programme.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2022). Laporan Tahunan Analisis Perkembangan Radikalisme di Indonesia. BNPT RI.

Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. McGraw-Hill.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.

Abdullah, I. (2020). Peran pesantren dalam moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Studi Islam, 12(1), 45-60.

Aisyah, S., & Widodo, B. (2019). Pengaruh interaksi sosial antarumat beragama terhadap tingkat toleransi. Jurnal Psikologi Sosial, 7(1), 22-35.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2022). Laporan Tahunan Analisis Perkembangan Radikalisme di Indonesia. BNPT RI.

Global Terrorism Index. (2024). Measuring the Impact of Terrorism 2024. Institute for Economics & Peace.

Jones, R., & Smith, L. (2023). The digital frontier: Online radicalization and its challenges in Southeast Asia. Asian Security Studies, 7(2), 112-128.

Maulana, R., & Suryadi, D. (2021). Pola penyebaran ideologi radikal di pedesaan Jawa Tengah: Studi kasus di Kabupaten Semarang. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(3), 201-215.

Mujab, S. (2021). Pesantren dan pembangunan karakter toleransi di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 150-165.

Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2007). Community resilience as a metaphor, theory, action, and outcome. American Journal of Community Psychology, 39(3-4), 362-370.

Nurani, A., & Hidayat, S. (2022). Disinformasi dan polarisasi sosial: Ancaman bagi keberagaman di Indonesia. Jurnal Komunikasi Politik, 6(1), 78-95.

Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama RI. (2023). Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Tantangan Toleransi di Indonesia. Kementerian Agama RI.

Putra, A. D., & Dewi, R. N. (2021). Evaluasi program deradikalisasi BNPT: Studi kasus pada mantan narapidana terorisme. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 5(2), 89-104.

Santoso, B., & Huda, N. (2022). Strategi pemerintah dalam deradikalisasi melalui pendekatan sosial-kultural. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 33-48.

Setiabudi, D. (2023). Masyarakat rentan ekstremisme: Analisis kerentanan sosial di Jawa Tengah. Penerbitan Akademik Lokal.

UNDP. (2021). Journey to Extremism in Africa: Pathways to Recruitment and Disengagement. United Nations Development Programme.

Mujab, S. (2021). Pesantren dan pembangunan karakter toleransi di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 150-165.

Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2007). Community resilience as a metaphor, theory, action, and outcome. American Journal of Community Psychology, 39(3-4), 362-370.

Downloads

Published

21-06-2025

How to Cite

Chasanah, N., & Sa’adi, S. (2025). Deradikalisasi Berbasis Pesantren: Membangun Resiliensi Multikultural Dalam Konflik Sosial. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 7703–7711. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1323

Issue

Section

Articles