Analisis Praktik Sosial dalam Peralihan Mata Pencaharian Komunitas Pesisir di Teluk Gok
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1314Keywords:
Coastal Communities, Social Practice, Habitus, Capital, FieldAbstract
Masyarakat pesisir kini menghadapi sejumlah tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi, kesejahteraan, intensifikasi budidaya perikanan dan kemiskinan. Tantangan tersebut perlu direspon dengan melakukan upaya resiliensi melalui strategi adaptif agar dapat mengurangi kondisi kerentanan. Terkadang strategi yang dipilih hanya sebatas bertujuan untuk bertahan hidup dan tidak mempertimbangkan upaya-upaya dalam melakukan mobilitas sosial ataupun memperbaiki posisi pada formasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pergerakan posisi agen-agen melalui relasinya dengan struktur pada komunitas pesisir di Teluk Gok, Lombok Barat. Teori praktik sosial milik Pierre Bourdieu menjadi alat analisis melalui konsep-konsep utamanya yaitu habitus, modal dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peralihan mata pencaharian dipengaruhi oleh adanya perubahan habitus pada agen yang bersumber dari pengalaman masa lalu dan masa kini yang mengakibatkan pergeseran persepsi atas sumber daya laut. Kondisi modal ekonomi, modal sosial dan modal budaya mengalami keterbatasan sehingga menjadi penghambat dalam menentukan strategi. Dinamika arena ditandai dengan adanya pelemahan pada sektor perikanan tradisional dan di sisi lain mulai tumbuhnya sektor pariwisata serta kondisi tempat tinggal yang terisolasi. Praktik sosial aktor di Teluk Gok dalam peralihan mata pencaharian menunjukkan bahwa struktur kelas cenderung stabil dan pergerakkan posisi-posisi aktor tidak mengalami perubahan yang signifikan.
References
Armitage, D, Charles, A dan Berkes, F. (2017). Governing Coastal Commons: Communities, Resilience, and Transformation. New York: Routledge.
Chamro, W dan Widjayanthy, L (2020). Resiliensi Masyarakat Nelayan Selama Musim Laeb di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 09 (01) 2021 | 1-17.
Creswell, JW. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. Sage: UK.
Faletehan, A. F., Mauludin, M. F., & Hakim, A. K. (2022). Studi kualitatif tentang jebakan kemiskinan pada masyarakat pesisir di Pasuruan, Jawa Timur. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 8(1), 73-82.
Grenfell, M. (2008). Pierre Bourdieu Key Concept. Acumen: Stocksfield UK.
Imron, M. (2003). Kemiskinan dalam Masyarakat Nelayan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, Volume 5 No. 1 Tahun 2003.
Indraswari, D.L. (2023). Ironi Kemiskinan Masyarakat Pesisir yang Kaya Potensi Ekonomi Kelautan. Diakses melalui: https://www.kompas.id/baca/riset/2023/01/25/ironi-kemiskinan-wilayah-pesisir-yang-kaya-potensi-ekonomi-kelautan?utm_source=link&utm_medium=shared&utm_campaign=tpd_-_website_traffic.
Islami, P.Y.N. (2022). Resilience Community Livelihood: Case Study on Tunda’s Island Community. Journal of Election and Leadership (JOELS).
Kinseng, A. (2021). Socio-cultural Change and Conflict in the Coastal and Small Island Community in Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(1), 1-17. https://doi.org/10.22500/9202134928.
Ramdani, T., Juniarsih, N. ., & Rahmawati, R. (2023). Strategi Adaptif Masyarakat Pesisir Terhadap Diversifikasi Sumber Mata Pencaharian : (Studi Kasus pada Masyarakat Pesisir Pulau Kaung Kabupaten Sumbawa). RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(2), 162–173. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v5i2.409.
Sarbini, Suharso, P, Sumarsono, D, dan Mujahi, I. (2019). Polarization of Coastal Community from
'Rob' (Tidal Inundation) Influence: Study of Social Change in Bedono-Sayung. IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci. 246 012072.
Satria, A. (2015). Pengantar Sosiologi Pesisir dan Kepulauan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Silalahi, E. R. (2022). Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir terhadap Dampak Perubahan Iklim. Jurnal Kajian Ruang, 4(2), 185-195.
Siregar, M. (2016). Teori “Gado-Gado” Pierre-Felix Bourdieu. Jurnal Studi Kultural. Volume I No.2: 79-82.
Swartz, D. (2012). Culture & Power: The Sociology of Pierre Bourdieu. The University of Chicago Press: USA&UK.
Trismindarti, MDA., Purwanto, E., Dasion, AGR. Modal Budaya Sebagai Resiliensi Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Desa Pasongsongan Sumenep Madura. PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2024. PSIKOLOGI, FISIB, UTM E-ISSN : 3089-2465.
Webb, J., Schirato, T., Danaher, G. (2002). Understanding Bourdieu. Allen&Unwin: Australia.
Wibowo, A. dan Satria, A. (2016). Fisher’s Adaptation Strategiesinsmall islandsto the Impactsof Climate Change (A case study in Pulau Panjang Village, Subi District, Natuna Regency, Riau Island). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(2). https://doi.org/10.22500/sodality.v3i2.11336.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 I Dewa Made Satya Parama, Arif Nasrullah, Hafizah Awalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







