Analisis Pengelolaan Dana Desa Secara Kolaboratif Dalam Meningkatkan Efektivitas Program Penurunan Stunting (Studi Kasus Di Desa Gunung Sari)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.13037Keywords:
Pengelolaan Dana Desa, Kolaboratif, Efektivitas Program, Penurunan StuntingAbstract
ABSTRACT
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, termasuk di Desa Gunung Sari, Kabupaten Tanggamus, dimana masih ditemukan 2 kasus stunting pada balita pada tahun 2025 hingga April 2026. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Dana Desa, kolaborasi antar pemangku kepentingan, pengaruh Dana Desa terhadap efektivitas program penurunan stunting, serta faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Enam informan dipilih melalui purposive sampling meliputi kepala pekon, bendahara desa, bidan desa, kader posyandu, dan dua orang tua balita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan Dana Desa telah dilaksanakan melalui lima tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban, namun masih berorientasi pada prosedur administratif. Kolaborasi terwujud pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, tetapi belum mencakup evaluasi karena forum lintas sektor belum terbentuk. Dana Desa berkontribusi nyata dalam mendukung kegiatan posyandu, PMT, dan penyuluhan gizi, namun efektivitas program belum optimal akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Faktor penghambat meliputi ketidakpastian jadwal pencairan Dana Desa, rendahnya kesadaran orang tua terhadap kondisi stunting anaknya, dan belum tersedianya mekanisme evaluasi rutin bersama. Implikasi penelitian mencakup penguatan kajian akuntansi sektor publik, peningkatan partisipasi masyarakat, serta perbaikan kebijakan pengelolaan Dana Desa agar berorientasi pada hasil program.
Kata Kunci : Pengelolaan Dana Desa, Kolaboratif, Efektivitas Program, Penurunan Stunting.
ABSTRACT
Stunting remains a major public health concern in Indonesia, including Gunung Sari Village, Tanggamus Regency, where two cases among children under five were reported between 2025 and April 2026. This study analyses Village Fund management, stakeholder collaboration, the contribution of Village Funds to the effectiveness of stunting reduction programs, and the challenges encountered. A qualitative case study approach was employed. Six informants were selected through purposive sampling, including the village head, village treasurer, village midwife, Integrated Healthcare Center cadre, and two parents of children under five. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analysed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings show that Village Fund management has followed five stages: planning, implementation, administration, reporting, and accountability. However, it remains largely focused on administrative compliance. Collaboration occurred during the planning and implementation stages but did not extend to evaluation due to the absence of a cross-sectoral forum. Village Funds have supported Integrated Healthcare Center activities, Supplementary Feeding Programs (PMT), and nutrition education. Nevertheless, program effectiveness remains limited because of low community participation. Major challenges include uncertainty in Village Fund disbursement, limited parental awareness of stunting, and the absence of a regular joint evaluation mechanism. The study highlights the need to strengthen public sector accounting practices, promote community participation, and improve Village Fund management policies with a stronger focus on program outcomes.
Keywords: Village Fund Management, Collaborative Governance, Program Effectiveness, Stunting Reduction
References
Adam Bosawer, A. B. (2025). Pengelolaan Dana Desa Pada Kampung Moswaren Distrik Moswaren Kabupaten Sorong Selatan. Politeknik STIA LAN Makassar.
Anggryni, M., Tiwery, I. B., Goha, M. M., & Tiwery, D. S. (2023). Pencegahan Stunting dengan Pola Asuh Pemberian Makan pada Golden Age Period. Penerbit NEM.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The design and implementation of Cross‐Sector collaborations: Propositions from the literature. Public Administration Review, 66, 44–55.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.
Fitrianingsih, L., & Rahayu, S. (2025). Pengembangan program percepatan penurunan stunting berbasis dana desa di desa tamekan kabupaten sumbawa barat : pendekatan manajemen risiko dan berkelanjutan P. Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal, 8(2), 533–542.
Ginting, G., Kuswandi, A., & Budiati, A. (2024). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa Kandui: Faktor pengaruh dan tantangan. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 112–129.
Hasan, H., Gunung, T. M. R., Nugroho, A. Y., Endayani, S., Uluputty, M. R., Wardhani, R. S., La Habi, M., Jon, E., Taqiyuddin, M., & Pitri, N. (2025). Metodologi Metodologi Penelitian Penelitian.
Hasanah, A. H. (2022). Kolaborasi Pemangku Kebijakan Desa Dalam Rangka Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Desa (Study Kasus: Desa Kemuningsarilor Kecamatan Panti Kabupaten Jember). Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pembangunan Jember.
Istiqomah, D. W. N., Utami, T., & Sunesti, Y. (2024). Efektivitas Pengalokasian Dana Desa terhadap Program Percepatan Penurunan Stunting. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 7(1), 607–623.
Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor kejadian stunting pada balita: Systematic review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(01), 28–40.
Liani, Y., Takari, D., & Ompusunggu, D. P. (2024). Analisis efektivitas kebijakan pengelolaan dana desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Gunung Mas tahun 2022. Jurnal Syntax Admiration, 5(11), 4810–4825.
Nadya, W. (2022). Analisis Pemanfaatan Anggaran Dana Desa Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Berdasarkan Perspetif Ekonomi Islam (Studi Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara Tahun 2018-2020). Uin Raden Intan Lampung.
Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 31 Tahun 2019 (2019).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, Pub. L. No. 20 (2018).
Putri, T. D. K., Sukowati, P., & Wiyani, W. (2025). Prevention and Reduction of Stunting through the use of Village Funds. International Journal of Research in Social Science and Humanities (IJRSS) ISSN: 2582-6220, DOI: 10.47505/IJRSS, 6(9), 10–18.
Rahmawati, S., & Indrawan, A. (2024). Pengaruh akuntabilitas dan transparansi terhadap pengelolaan dana desa. AKUNTANSI 45, 5(1), 641–657.
Selanno, H., Rahawarin, M. A., & Sakir, A. R. (2025). Analisis kebijakan Dana Desa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dalam penanganan stunting di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Darma Agung, 33(1), 543–564.
Singon, D. S., Walandouw, S. K., & Kindangen, W. D. (2025). Analisis perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa Di Desa Kiawa Satu Utara Kecamatan Kawangkoan Utara. Riset Akuntansi Dan Portofolio Investasi, 3(2), 356–368.
Subagyo, A. W. (2000). Efektivitas program penanggulangan kemiskinan dalam pemberdayaan masyarakat perdesaan:: Studi kasus di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Universitas Gadjah Mada.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suhendar, D. (2025). Efektivitas Pengelolaan Dana Desa untuk Program Posyandu dalam Penurunan dan Pencegahan Stunting (Studi Kasus di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(02), 1062–1069.
Sumarni, S., Amalia, R., Sulkifli, S., & Haris, A. (2025). Kolaborasi Pemerintah Desa dan Pemangku Kepentingan dalam Optimalisasi Pengelolaan APBDesa. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 525–537.
Sumendap, J. A., Mokat, J. E. H., & Tumbel, G. H. (2025). Implementation of the Village Fund Utilization Policy in Stunting Prevention Efforts in Passo Village, West Kakas District, Minahasa Regency. International Journal of Information Technology and Education, 4(3), 105–109.
Suyanti, T., Maryani, D., & Polyando, P. (2025). Collaborative governance for stunting reduction: A qualitative case study from Bangka Regency, Indonesia. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 7(2), 12–22.
Ulfah, I. F., & Nugroho, A. B. (2020). Menilik tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia: Faktor penyebab stunting di Kabupaten Jember. Jurnal Sosial Politik, 6(2), 201–213.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eisna Gandi; Selly Puspita Sari, Sunarmi Sunarmi, Naufal Sinatria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







