Analisis 10 Elemen Agroekologi Dalam Sisitem Budidaya KWT Murakabi
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1303Keywords:
Agroekologi, Implementasi, PenyuluhanAbstract
Agroekologi merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pengetahuan ekologi ke dalam sistem pertanian. Dalam penerapannya agroekologi dibagi menjadi 10 elemen yang saling berkaitan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Murakabi merupakan salah satu kelompok tani yang saat ini sedang menerapkan budidaya kelompok berbasis pertanian berkelanjutan. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis kegiatan yang ada di KWT Murakabi. Desain penelitian yang digunakan adalah mix method. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil Observasi Partisipatif, Pengisian Kuesioner, Wawancara Mendalam kepada 6 anggota/pengurus KWT dan 1 penyuluh yang terlibat yang. Hasil penelitian yang didapatkan berupa capaian penyuluhan sepuluh elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah ekonomi sirkular dan solidaritas (33,33%). Capaian penerapan elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah ekonomi sirkular dan solidaritas (14,28%). Perbandingan antara pelaksanaan penyuluhan dengan penerapan elemen agroekologi memiliki perbandingan 66,13%/69,34% . Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan penerapan pada elemen ekonomi sirkular dan solidaritas terutama pada indikator penjulan kebutuhan sehari-hari di warung dan toko kelontong.
References
Akhsan1, A. R. (2024). Strategi pemberdayaan koperasi “lolit tungro” dalam mendukung perekonomian petani. 9, 127–133.
Ataei, P., Karimi, H., Hallaj, Z., & Menatizadeh, M. (2025). Agricultural waste recycling by farmers: A behavioral study. Sustainable Futures, 9(January). https://doi.org/10.1016/j.sftr.2025.100443
Barrios, E., Gemmill-Herren, B., Bicksler, A., Siliprandi, E., Brathwaite, R., Moller, S., Batello, C., & Tittonell, P. (2020). The 10 Elements of Agroecology: enabling transitions towards sustainable agriculture and food systems through visual narratives. Ecosystems and People, 16(1), 230–247. https://doi.org/10.1080/26395916.2020.1808705
BPS. (2016). Potret awal tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di Indonesia. In Katalog BPS. https://filantropi.or.id/pubs/uploads/files/3 BPS Potret Awal TPB di Indonesia.pdf
Doran, H. (2021). Bringing data to life. Biochemist, 43(5), 3–3. https://doi.org/10.1042/bio_2021_180
Fitri, M. A., & Usni, M. (2024). Systematic Literature Review : Pertanian Berbasis Agroekologi Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. September, 427–436.
Grzelczak, M., Kurdyś-Kujawska, A., & Soliwoda, M. (2023). Resilience in Agriculture: Is There Theoretical and Methodological Chaos? Zeszyty Naukowe SGGW, Polityki Europejskie, Finanse i Marketing, 29(29(78)), 35–45. https://doi.org/10.22630/pefim.2023.29.78.3
Hidayati, S. (2024). Berita Acara Pembentukan Kelompok Wanita Tani Murakabi.
Kerr, A. W. B. G. H. R. B. (2018). Agroecological principles and elements and their implications for transitioning to sustainable food systems. A review. 13. https://drive.google.com/file/d/0Byeu1xxF7vxgdjFMaUZxWHM3WEE/view
Kerr, R. B., Liebert, J., Kansanga, M., & Kpienbaareh, D. (2022). Human and social values in agroecology: A review. Elementa, 10(1), 1–24. https://doi.org/10.1525/elementa.2021.00090
Khoirun Nisa, D. M., & Sukesi, T. W. (2022). Hubungan Antara Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 219–224. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.219-224
Najar, B. W. (2020). Efficiency and/or Effectiveness in Managing Organizations. Journal of Education and Culture Studies, 4(2), p131. https://doi.org/10.22158/jecs.v4n2p131
Ratmoko, D., Agusta, W., & Yunus, Y. R. M. (2011). Agroekologi Sebagai Solusi Kesejahteraan Bagi Petani Indonesia. Bogor Agricultural University, 1–13.
Sekertariat Tim PPS DIY. (2023). Laporan Percepatan Penurunan Stunting Semester 1 Tahun 2023. 58, 1–64. https://aksi.bangda.kemendagri.go.id
Strategies, N. B., & Plans, A. (2024). BOOSTING BIODIVERSITY ACTION THROUGH.
Sunaryo. (2023). Laporan LPPKal Kalurahan Margoluwih Tahun 2022.
Utter, A., White, A., Méndez, V. E., & Morris, K. (2021). Co-creation of knowledge in agroecology. Elementa, 9(1), 1–16. https://doi.org/10.1525/elementa.2021.00026
Villalba-Eguiluz, U., Sahakian, M., González-Jamett, C., & Etxezarreta, E. (2023). Social and solidarity economy insights for the circular economy: Limited-profit and sufficiency. Journal of Cleaner Production, 418(July). https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2023.138050
Wezel, A. (2019). Agroecological approaches and other innovations 2019 FAO Report. June, 140–145.
Wittman, H., & James, D. (2022). Land governance for agroecology. Elementa, 10(1), 1–19. https://doi.org/10.1525/elementa.2021.00100
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Faizatul Istiqomah, Epsi Euriga, Isna Tustiyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







