Identifikasi Gen Cefotaxime (CTX-M) dan Sulfhydryl Variabel (SHV) Bakteri Enterobacteriaceae Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada Anak Penderita Diare
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.1302Keywords:
Diarrhea, Enterobacteriaceae, ESBL, CTX-M gene, SHV geneAbstract
Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar yang berlebihan, yaitu lebih dari tiga kali dalam sehari. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan pedoman terapi dapat menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu enzim yang berperan dalam mekanisme resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL). ESBL sering ditemukan pada bakteri golongan Enterobacteriaceae. ESBL memiliki gen pengkode seperti gen Cefotaxime (CTX-M) dan gen Sulfhydryl Variabel (SHV). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gen Cefotaxime (CTX-M) gen Sulfhydryl Variabel (SHV) bakteri golongan golongan Enterobacteriaceae penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada anak penderita diare. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desktriptif dengan menggunakan 10 sampel feses anak penderita diare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan alat vitek 2 compact untuk identifikasi bakteri dan deteksi gen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil isolasi bakteri menunjukkan bahwa dari 10 sampel feses yang digunakan, sebanyak 9 sampel (90%) terdeteksi mengandung bakteri yang diidentifikasi sebagai Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Selanjutnya hasil uji vitek 2-compact menunjukan dari 9 sampel digunakan hanya 3 (33,3%) sampel yang memiliki kemampuan sebagai penghasil ESBL. Hasil deteksi gen dengan metode PCR menunjukan dari 3 sampel yang digunakan didapatkan 2 (66,7%) sampel positif terhadap gen CTX-M pada ukuran 800 bp dan gen SHV pada ukuran 500 bp. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sampel feses pada anak penderita diare yang digunakan ditemukan bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri penghasil enzim ESBL
References
Afif, R. and Putri, D. H. (2019). 16S rRNA Gene Amplification of Endophytic Bacteria Which Produces Antimicrobial Compounds. Bio Sains, 4 (1), 63–71.
Angria, Nirmawati, Dwi Kinanti, Nani Apriyani, Sari Aspalela. 2022. Deteksi Gen Temoneira (TEM) dan Sulfhydryl Variabel (SHV) pada Bakteri Golongan Enterobacteriaceae Penghasil ESBL Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK). Prosiding Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, 108-119.
Debby Daviani Prawati, D.N.H. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare di Tambaksari, Kota Surabaya. Jurnal PROMKES, 7(1), 34.
Husna, Cut Asmaul. (2018). Sensitivitas dan Spesifisitas Media Kromogenik sebagai Deteksi Dini Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae Penghasil Extended Spectrum Βeta Lactamase (ESBL) dari Spesimen Urin Pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 2 (1), 45.
Imasari, Triffit, W. Tyasningsih, E. B. Wasito, and Kuntaman. (2018). Prevalensi dan Pola Gen Extended Spectrum B-lactamase Bakteri Usus Sapi Perah dan Penduduk Sekitar Peternakan di Surabaya. Jurnal Veteriner, 19 (3).
Kementrian Kesehatan RI Ditjen P2P. (2024). Orientasi Program Penaggulangan PISP.
Megawati, A. and Sari, D.F. (2018). Rasionalitas Penggunaan Antibiotik untuk Pengobatan Diare pada Pasien Anak di Instalasi Rawat Inap RSUD RAA Soewondo Pati Tahun 2017. Cendekia Journal of Pharmacy, 2(1), 68–80.
Muhlis, M. A. P., Hadi, KS., Rasfayanah, Nasruddin, H., & Murfat, Z. (2022). Efektivitas Ekstrak Rimpang Jeringau (Acorus calamus L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2 (7).
Normaliska, Ratna, Mirnawati Bachrum Sudarwanto, dan Hadri Latif. (2019). Pola Resistensi Antibiotik pada Escherichia coli Penghasil ESBL dari Sampel Lingkungan di RPH-R Kota Bogor. VETERINARIA Indonesiana, 7 (2).
Prasetya, Y. A. (2018). Deteksi Gen SHV pada Isolat Klinik Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta−Lactamases (ESBL) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Dari Urin Pasien Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Journal of Biology, 11 (2).
Pratama, A. S., , Djide, M.N., dan Massi, M. N. 2019. Identifikasi Genotip CTX-M Pada Escherichia Coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) yang Resisten pada Cephalosporin Generasi III di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Majalah Farmasi dan Farmakologi, 23 (1).
Purnamasari, L. (2019). Identifikasi Keberagaman Bakteri Penyebab Diare pada Anak dengan Metode Kultur. Jurnal Ilmiah Mappadising, 1(1).
Rahmawati, L., A. Anggraini, R. Sasongkowati, dan D. Adam (2022). Deteksi E. coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) Menggunakan Metode PCR Pada Sampel Air Bersih. Gema Lingkungan Kesehatan, 20 (2), 111–116.
Ramadhan, H. (2017). Deteksi Gen Cefotaxime (CTX-M) pada Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) Enterobacteriaceae dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Sampel Feses Siswa Sekolah Dasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 1–14.
Rihibiha, D. D., and Friliansari, L. P. (2021). Isolasi Enterobacteriaceae pada Kecoa (Periplaneta americana) Di Area Perumahan di Kota Cimahi. Jurnal Kesehatan Kartika, 16(1).
Wang, G., G. Zhao, X. Chao, L. Xie, and H. Wang. (2020). The Characteristic of Virulence, Biofilm and Antibiotic Resistance of Klebsiella pneumoniae. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(17), 1–17.
WHO. 2024. Global Health Indicators. World Health Organization
Zakharian, G., Sukrama, D.M. and Fatmawati, N.N.D. (2018). Pemberian Antibiotik Cefotaxime dengan Konsentrasi Sublethal pada Isolat Klebsiella puemoniae yang Resisten terhadap Ampicilin Menginduksi Multi Drug Resisten (MDR). Intisari Sains Medis, 9 (1), 64–70.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurfitri Arfani, Miftahul Jannah Moo, Ela Satriani Yusuf, Indas Wari Rahman, Indas Wari Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





