Proses Berpikir dan Perbedaan Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-impulsif (Studi Mixed Methods pada Siswa SMP)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v4i2.12629Keywords:
Gaya Kognitif Reflektif, Gaya Kognitif Impulsif, Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika, Mixed Methods, PolyaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dengan gaya kognitif reflektif-impulsif dalam memecahkan masalah matematika serta menguji perbedaan tingkat kesulitan pemecahan masalah matematika di antara kedua kelompok tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII yang terdiri dari 15 siswa reflektif dan 15 siswa impulsif, yang diidentifikasi menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT) yang diadaptasi oleh Warli dari temuan Kagan. Data kuantitatif diperoleh melalui Tes Pemecahan Masalah (TPM) yang dikembangkan berdasarkan indikator Polya, kemudian dianalisis menggunakan Independent sample t-test. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semiterstruktur pada 3 siswa reflektif dan 3 siswa impulsif, kemudian dianalisis secara tematik mengikuti model Miles & Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa reflektif memiliki rata-rata skor TPM lebih tinggi (M = 78,07) dibandingkan siswa impulsif (M = 62,40). Uji Independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t = 4,721; p = 0,000) dengan effect size sangat besar (d = 1,72). Secara kualitatif, siswa reflektif menunjukkan proses berpikir yang sistematis melalui keempat fase Polya (memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali), sedangkan siswa impulsif cenderung tergesa-gesa, melewatkan tahap memahami masalah, tidak menuliskan langkah-langkah penyelesaian, dan tidak memeriksa kembali jawabannya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kesulitan pemecahan masalah matematika antara siswa reflektif-impulsif, di mana siswa reflektif mengalami tingkat kesulitan yang lebih rendah. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan kualitas proses berpikir pada setiap fase pemecahan masalah. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengidentifikasi gaya kognitif siswa dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, khususnya bagi siswa impulsif melalui latihan berpikir reflektif dan pembiasaan menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis.
References
Azhil, I. M., Ernawati, A., & Lutfianto, M. (2017). Profil Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-impulsif. Jurnal Review Pembelajaran Matematika, 2(1), 60–68.
Davita, P. W. ., & Pujiastuti, H. (2020). Anallisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gender. Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 11(1), 110–117.
Fanggidae, J. J. R., Sugiman, & Faisa N. Mahmudah. (2024). Literasi Matematika dan Numerasi dalam Tren Penelitian Pendidikan Matematika di Indonesia. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 13(2), 497–509.
Fauzi, L. M. (2024). Identifikasi Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(1), 21–28.
Habel, I. F., & Susilowaty, N. (2021). Siswa Kelas VIII Ditinjau Dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif. Jurnal Padegogik, 4(2), 32–42.
Hendriana, R. K. B. (2022). 9 kemampuan pemecahan masalah pada soal matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi (JISMA), 1(1), 9–20.
Irianti, N. P., Arifendi, R. F., & Wijaya, E. M. S. (2021). Profil Berpikir Kritis Peserta Didik Ditinjau dari Gaya Kognitif dalam Memecahkan Masalah Matematika. Journal of Mathematics Education, Science and Technology, 6(1), 133–146.
Istigosah, H., & Noordyana, M. A. (2022). Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau gaya kognitif siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME), 01(02), 149–160.
Khoiriah. (2022). Assessment for Learning Berorientasi Higher Order Thinking Skills untuk Menstimulus Kecakapan Literasi Numerasi. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 6(1), 127–144. https://doi.org/10.26811/didaktika.v6i1.740
Khoiriyah, S. M. (2022). Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 11(2), 357–367.
Kurniawati, N., Prayitno, S., Hayati, L., & Sri Subarinah. (2022). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Aritmatika Sosial Ditinjau dari Gaya Kognitif Impulsif dan Reflektif Siswa MTs. Griya Journal of Mathematics Education and Application, 2, 493–503.
Nengsih, L. W., Susiswo, & Cholis Sa’dijah. (2019). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar dengan Gaya Kognitif Field Dependent. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(2), 143–148.
Oktaviani, I. A., Ariyanto, L., & Utami, R. E. (2020). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Reflektif dan Kognitif Impulsif. Imajiner: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 2(6), 485–491.
Sari, B. P., & Liunokas, O. (2024). Journal of Education Research, x(x), xxxx, Pages 984-993 Journal of Education Research. Journal of Education Research, 5(1), 984–993.
Sulistiowati, D. L. (2022). Faktor Penyebab Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Materi Bangun Datar. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 01(5), 941–951.
Ulya, M. F. N., Sumaji, & Ratri Rahayu. (2023). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Smp Ditinjau Dari Gaya Kognitif Reflektif Impulsif. Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 12(1), 246–255.
Zulkarnain, I. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. PTK: Jurnal Tindakan Kelas |, 4(1), 149–157.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Beatrix Purnama Sari, Sefri Imanuel Fallo, Andrian Runtius Lalang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





