Selfcare Agensi pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak

Authors

  • Ira Maulani Lubis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo
  • Roy Wilson Sihaloho Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.12587

Keywords:

selfcare agency; anak berkebutuhan khusus; sekolah luar biasa; teori Orem; kemandirian

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan kemandirian perawatan diri (selfcare agency). Kemampuan selfcare yang optimal merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup dan partisipasi sosial ABK. Sekolah Luar Biasa (SLB) memegang peran strategis dalam memfasilitasi pengembangan selfcare agency melalui program pendidikan khusus yang terstruktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran selfcare agency pada anak berkebutuhan khusus di SLB Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 68 orang tua/wali ABK yang bersekolah di SLB Hamparan Perak. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi menjadi responden (N=68). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Appraisal of Self-Care Agency (ASA-A) yang telah dimodifikasi dan divalidasi sesuai konteks ABK di Indonesia (nilai Content Validity Index/CVI=0,92; Cronbach’s Alpha=0,87). Data dikumpulkan pada 21 Januari–30 April 2025 dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 10–15 tahun (44,1%), berjenis kelamin laki-laki (57,4%), dengan diagnosis tunagrahita (41,2%). Hasil analisis menunjukkan 36 responden (52,9%) memiliki selfcare agency dalam kategori rendah, 22 responden (32,4%) kategori sedang, dan 10 responden (14,7%) kategori tinggi. Komponen yang paling lemah adalah domain estimasi kognitif (52,9% rendah). Kesimpulan: Mayoritas ABK di SLB Hamparan Perak memiliki selfcare agency kategori rendah, terutama pada aspek kemampuan kognitif dalam merencanakan perawatan diri. Intervensi terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan selfcare agency ABK.

References

Anggraini, D., Pratiwi, R., & Setiawan, A. (2022). Efektivitas kolaborasi guru dan orang tua dalam program bina diri terhadap peningkatan kemandirian anak berkebutuhan khusus di Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Khusus, 19(2), 78–92. https://doi.org/10.21831/jpk.v19i2.46321

Dashti, S., Ramezani, M., & Hassanzadeh, M. (2021). Self-care agency in adolescents with intellectual disabilities: The role of school rehabilitation programs. Disability and Rehabilitation, 43(11), 1612–1621. https://doi.org/10.1080/09638288.2019.1678940

Denyes, M. J., Orem, D. E., & Bekel, G. (2021). Self-care: A foundational science. Nursing Science Quarterly, 34(1), 48–54. https://doi.org/10.1177/08943184211015622

Fadillah, N., & Wiranti, A. (2022). Peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian perawatan diri anak berkebutuhan khusus. Jurnal Keperawatan Anak, 10(1), 23–34. https://doi.org/10.26714/jka.10.1.2022.23-34

Faye, A., Kone, I., Coulibaly, O., & Diallo, M. (2022). Community-based intervention to improve self-care agency in children with disabilities: A West African perspective. African Journal of Disability, 11, 1–12. https://doi.org/10.4102/ajod.v11i0.978

Fombonne, E., Marcin, C., Manero, A., & Bocca, C. (2022). Prevalence of autism spectrum disorders in Guanajuato, Mexico. Journal of Autism and Developmental Disorders, 52(1), 1–15. https://doi.org/10.1007/s10803-021-04934-5

Hidayat, R., & Pratiwi, S. (2021). Kompetensi guru SLB dan hubungannya dengan capaian keterampilan perawatan diri siswa berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 17(1), 55–69. https://doi.org/10.21831/jplb.v17i1.38921

Jahoda, A., Wilson, A., Stalker, K., & Cairney, A. (2021). Living with intellectual disabilities and mental health difficulties: A systematic review of qualitative studies. Journal of Intellectual Disability Research, 65(3), 189–209. https://doi.org/10.1111/jir.12812

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan nasional riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2022. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2022). Panduan pelaksanaan program bina diri di sekolah luar biasa. Direktorat Pendidikan Khusus Kemendikbudristek RI.

Kusuma, A., & Dewi, R. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa Bandung: Studi cross-sectional. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 10(3), 188–201. https://doi.org/10.24198/jkp.v10i3.1945

Lante, K., Stancliffe, R. J., Balandin, S., & Wilson, N. (2021). Perceived constraints on self-care activities in adults with intellectual disability. Journal of Intellectual Disability Research, 65(7), 624–638. https://doi.org/10.1111/jir.12844

Maulida, S., Supriyadi, T., & Handayani, A. (2022). Peran terapis okupasi dalam meningkatkan kemampuan aktivitas perawatan diri anak berkebutuhan khusus. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v6i1.167

Maulik, P. K., Mascarenhas, M. N., Mathers, C. D., Dua, T., & Saxena, S. (2020). Prevalence of intellectual disability: A meta-analysis of population-based studies. Research in Developmental Disabilities, 33(2), 419–436. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2011.12.018

Nurhayati, S., & Sari, M. (2023). Gambaran kemampuan perawatan diri anak berkebutuhan khusus di SLB Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 12(1), 45–53. https://doi.org/10.25077/jka.v12i1.1867

Nursalam, N., Kurniawati, N. D., & Ningtyas, D. A. A. (2020). Self-care agency in elderly patients with diabetes mellitus: Relationship with social support. Nurse Media Journal of Nursing, 10(2), 145–155. https://doi.org/10.14710/nmjn.v10i2.28888

Orem, D. E. (1991). Nursing: Concepts of practice (4th ed.). Mosby Year Book.

Pratama, R., Ginting, M., & Nasution, H. (2023). Prevalensi selfcare rendah pada anak berkebutuhan khusus di SLB wilayah perkotaan Medan. Jurnal Penelitian Keperawatan, 9(2), 112–124. https://doi.org/10.32583/jpk.v9i2.1156

Pusdatin Kemenkes RI. (2022). Profil data disabilitas anak Indonesia 2022. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Putra, A. R., Sinaga, E., & Situmorang, T. (2024). Analisis ketersediaan program bina diri di sekolah luar biasa wilayah Deli Serdang. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 8(1), 33–48. https://doi.org/10.24036/jpkk.v8i1.1234

Rahayu, T., Sari, N., & Wulandari, A. (2021). Gambaran selfcare pada anak dengan autisme di sekolah luar biasa Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Soedirman, 16(2), 72–81. https://doi.org/10.20884/1.jks.2021.16.2.2231

Schalock, R. L., Borthwick-Duffy, S. A., Bradley, V. J., Buntinx, W. H. E., Coulter, D. L., Craig, E. M., Gomez, S. C., Lachapelle, Y., Luckasson, R., Reeve, A., Shogren, K. A., Snell, M. E., Spreat, S., Tasse, M. J., Thompson, J. R., Verdugo-Alonso, M. A., Wehmeyer, M. L., & Yeager, M. H. (2021). Intellectual disability: Definition, classification, and systems of supports (12th ed.). American Association on Intellectual and Developmental Disabilities.

Shogren, K. A., Wehmeyer, M. L., Palmer, S. B., Rifenbark, G. G., & Little, T. D. (2020). Relationships between self-determination and postschool outcomes for youth with disabilities. Journal of Special Education, 53(2), 74–83. https://doi.org/10.1177/0022466919858522

Shodikin, M. A., Kusmawati, A., & Rahmawati, L. (2022). Tingkat kemandirian perawatan diri anak tunagrahita sedang di SLB Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(1), 28–39. https://doi.org/10.26714/jkk.10.1.2022.28-39

Situmorang, F., Bangun, A., & Ginting, R. (2023). Gambaran selfcare agency anak tunarungu di SLB Sumatera Utara. Jurnal Keperawatan Sumatera Utara, 7(1), 12–24.

Sousa, V. D., & Zauszniewski, J. A. (2005). Toward a theory of diabetes self-care management. Journal of Theory Construction and Testing, 9(2), 61–67.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.

Susilawati, D., & Handayani, A. (2021). Hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak berkebutuhan khusus di SLB Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 44–56. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.41236

Taylor, S. G., Geden, E., Isaramalai, S. A., & Wongvatunyu, S. (2022). Orem’s self-care deficit nursing theory: Its philosophic foundation and the state of the science. Nursing Science Quarterly, 35(3), 245–254. https://doi.org/10.1177/08943184221098551

UNICEF. (2023). Children with disabilities: Statistics and facts. United Nations Children’s Fund. https://www.unicef.org/disabilities

Wahyuningsih, S., Hidayati, A., & Rusmita, E. (2023). Pola asuh orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus dan pengaruhnya terhadap kemandirian perawatan diri. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(2), 145–157. https://doi.org/10.7454/jki.v26i2.1812

WHO. (2023). Disability and health. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/disability-and-health

Yeung, M. K., Chan, A. S., & Cheung, M. C. (2022). Effectiveness of life skills training for adolescents with intellectual disabilities in special schools. Journal of Applied Research in Intellectual Disabilities, 35(2), 512–524. https://doi.org/10.1111/jar.12971

Downloads

Published

11-03-2025

How to Cite

Lubis, I. M. ., & Sihaloho, R. W. . (2025). Selfcare Agensi pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(1), 37657–37668. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.12587

Issue

Section

Articles