Makna Sosial Budaya Di Balik Praktik Perawatan Anak Dan Pencegahan Stunting Pada Keluarga Balita Di Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v4i2.12570Keywords:
stunting; sosial budaya; praktik perawatan anak; fenomenologi; Medan TuntunganAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Faktor sosial budaya memainkan peran sentral dalam membentuk praktik perawatan anak yang berdampak langsung pada risiko stunting, namun mekanisme konstruksi makna di balik praktik tersebut belum banyak dieksplorasi secara mendalam.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menginterpretasi makna sosial budaya yang melatarbelakangi praktik perawatan anak dan pencegahan stunting pada keluarga balita di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode purposive sampling. Informan berjumlah sepuluh orang, terdiri atas ibu balita, ayah, nenek, bidan, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman dengan dukungan triangulasi sumber dan triangulasi metode sebagai uji keabsahan data.
Hasil: Ditemukan delapan tema utama, yaitu: (1) makna sehat berbasis fungsional; (2) nilai budaya dalam pemberian makan anak; (3) pantangan makanan berdasarkan kepercayaan lokal; (4) dinamika peran ibu, ayah, dan nenek; (5) pengaruh tokoh masyarakat terhadap perilaku keluarga; (6) pola pemanfaatan Posyandu; (7) hambatan keluarga dalam pencegahan stunting; serta (8) strategi ketahanan kesehatan balita. Pantangan makanan hewani dan pemberian makanan pendamping ASI sebelum usia enam bulan menjadi praktik dominan yang dipengaruhi oleh kepercayaan antargenerasi.
Kesimpulan: Konstruksi makna sosial budaya secara signifikan membentuk praktik perawatan anak yang berisiko terhadap terjadinya stunting. Intervensi berbasis budaya dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengubah perilaku pengasuhan secara berkelanjutan.
References
Adeyemi, O., Osei, A., Mwangi, M. N., & Brals, D. (2022). Socio-cultural factors influencing child feeding practices in sub-Saharan Africa: A systematic review. Maternal & Child Nutrition, 18(2), e13282. https://doi.org/10.1111/mcn.13282
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Arimond, M., Zeilani, M., Jungjohann, S., Brown, K. H., Ashorn, P., Allen, L. H., & Bhutta, Z. A. (2022). Considerations in developing lipid-based nutrient supplements for prevention of undernutrition: Experience from the International Lipid-Based Nutrient Supplements (iLiNS) Project. Maternal & Child Nutrition, 18(S5), e13388. https://doi.org/10.1111/mcn.13388
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2021). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X
Brimblecombe, J., Ferguson, M., Liberato, S. C., O'Dea, K., & McMahon, E. (2021). Strategies for improving the food system and diet quality for Indigenous populations: A systematic review. Current Developments in Nutrition, 5(11), nzab129. https://doi.org/10.1093/cdn/nzab129
Cole, M., John-Steiner, V., Scribner, S., & Souberman, E. (Eds.). (2021). Mind in society: Development of higher psychological processes (L. S. Vygotsky). Harvard University Press.
Dewi, A. P., & Nindya, T. S. (2021). Hubungan kunjungan Posyandu dengan status gizi balita di Surabaya. Amerta Nutrition, 5(4), 301–309. https://doi.org/10.20473/amnt.v5i4.2021.301-309
Dinas Kesehatan Kota Medan. (2023). Profil kesehatan Kota Medan tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Medan.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara. (2023). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022. Dinas Kesehatan Sumatera Utara.
Ernawati, F., Syauqy, A., & Prihatini, M. (2022). Persepsi ibu tentang kondisi gizi anak balita stunting di Sumatera Utara. Media Gizi Mikro Indonesia, 14(1), 45–56. https://doi.org/10.22435/mgmi.v14i1.8453
Hasanah, U., Susanti, A. I., & Afriandi, I. (2021). Persepsi ibu tentang status gizi balita dan hubungannya dengan perilaku pemberian makan. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 87–96. https://doi.org/10.25182/jgp.2021.16.2.87-96
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak. Kemenkes RI.
Kusuma, D. L., & Mulyati, T. (2021). Hubungan pantangan makanan dengan status gizi balita di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 112–118.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9781412995658
Nasution, L. I., Maryati, H., & Mulyani, S. (2022). Faktor budaya yang memengaruhi pemberian MPASI dini pada bayi 0–6 bulan di Sumatera Utara. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 22–31. https://doi.org/10.36419/jki.v13i1.533
Purbowati, M. R., Purbowati, R., & Nur Isroin, L. (2023). Budaya pengasuhan anak dan hubungannya dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1020–1030. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5120
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2021). Study guide-stunting dan faktor risikonya di Kalimantan Selatan. Universitas Lambung Mangkurat Press.
Rahmawati, A., Widianti, E., & Kusyanti, T. (2022). Pantangan makanan pada keluarga balita dan hubungannya dengan status gizi di Nusa Tenggara Timur. Gizi Indonesia, 45(2), 55–64. https://doi.org/10.36457/gizindo.v45i2.611
Setya, A., Handayani, L., & Pertiwi, R. (2023). Kualitas kunjungan Posyandu dan status gizi balita di perkotaan Indonesia: Analisis data Riskesdas 2022. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan, 46(1), 33–42.
Sholihah, L. A., & Astuti, S. (2022). Peran nenek sebagai pengasuh dalam pemberian makan balita: Studi kualitatif di Jawa Tengah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 18(3), 115–124. https://doi.org/10.22146/ijcn.68211
Simbolon, P., Lubis, I. N. D., & Hanum, L. (2023). Gap antara persepsi masyarakat dan definisi klinis tentang stunting di Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 4(1), 12–21.
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2022). Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 16(1), 669. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3339-8
UNICEF, WHO, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Malnutrition fact sheets. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition
Yudianti, Y., & Sahusilawane, W. (2021). Determinan sosial budaya kejadian stunting pada balita di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Media Gizi Indonesia, 16(3), 278–288. https://doi.org/10.20473/mgi.v16i3.278-288
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





