Analisis Peluang Antrian dan Tundaan Lalulintas Simpang di Jalan Raya Saradan Kabupaten Madiun
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.12383Keywords:
simpang, derajat kejenuhan, peluang antrian, tundaan, MKJI 1997.Abstract
Persimpangan merupakan bagian penting dari jaringan jalan yang berpengaruh terhadap kelancaran pergerakan lalu lintas. Peningkatan volume kendaraan dapat menyebabkan tundaan dan antrian yang berdampak pada menurunnya kinerja simpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang antrian dan tundaan lalu lintas pada simpang di Jalan Raya Saradan, Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan adalah survei lalu lintas lapangan dan analisis berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, serta karakteristik operasional lalu lintas. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan (DS) yang diperoleh adalah 0,32, yang menunjukkan bahwa kondisi simpang masih berada pada tingkat pelayanan A dengan arus lalu lintas yang stabil dan hambatan yang rendah. Peluang antrian berada pada rentang 5,35%–19,64%, sedangkan tundaan lalu lintas simpang sebesar 3,27 detik/smp. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya antrian dan tundaan masih relatif kecil sehingga kinerja simpang dapat dikategorikan baik. Secara keseluruhan, simpang di Jalan Raya Saradan masih mampu melayani arus lalu lintas secara efektif dan memiliki kapasitas yang cukup untuk mengakomodasi kondisi lalu lintas saat ini.
References
Akçelik, R. (1991). Travel time functions for transport planning purposes: Davidson's function, its time-dependent form and an alternative travel time function. Australian Road Research.
Banter, B., Zaini, A. K., & Boer, A. (2019). Analisis simpang bersinyal pada bundaran Kantor Gubernur Pekanbaru. Jurnal Saintis, 19(1), 1–12.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Departemen Pekerjaan Umum.
Khisty, C. J., & Lall, B. K. (2005). Transportation Engineering: An Introduction (3rd ed.). Pearson Education.
Morlok, E. K. (2005). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Erlangga.
Oglesby, C. H., & Hicks, R. G. (1999). Teknik Jalan Raya (4th ed.). Erlangga.
Papacostas, C. S., & Prevedouros, P. D. (2001). Transportation Engineering and Planning (3rd ed.). Prentice Hall.
Putranto, L. S. (2016). Rekayasa Lalu Lintas. Indeks.
Rahayu, G., Rosyidi, S. A. P., & Munawar, A. (2009). Analisis arus jenuh dan panjang antrian pada simpang bersinyal. Semesta Teknika, 12(1), 99–108.
Roess, R. P., Prassas, E. S., & McShane, W. R. (2011). Traffic Engineering (4th ed.). Pearson.
Saudi, A. I. (2020). Optimalisasi kinerja simpang bersinyal kawasan pertokoan Majene. Bandar: Journal of Civil Engineering, 2(2), 1–8.
Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan, Pemodelan dan Rekayasa Transportasi. ITB.
Transportation Research Board. (2016). Highway Capacity Manual (6th ed.). Washington, DC: National Academy of Sciences.
Wicaksono, M. C. (2022). Analisis Simpang Bersinyal dengan Metode MKJI 1997 Simpang Condongcatur Kabupaten Sleman (Skripsi). Universitas Gadjah Mada.
Warpani, S. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ITB.
Wells, G. R. (2012). Traffic Engineering Handbook. Institute of Transportation Engineers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yayu Sriwahyuni Hamzah, Renditia Yudisti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





