Strategi Pengembangan Desa Kaluppang Sebagai Sentra Peternak Ayam Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang,Tinjauan Konsep Ekonomi Sirkular
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1236Keywords:
Peternakan ayam, ekonomi sirkular, Desa Kaluppang, strategi pengembangan, keberlanjutanAbstract
Desa Kaluppang di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, memiliki potensi strategis dalam pengembangan peternakan ayam, khususnya ayam petelur. Dengan populasi mencapai lebih dari 97.000 ekor ayam petelur dan produksi telur harian sekitar 70.000 butir, desa ini menunjukkan kapasitas yang besar untuk menjadi sentra peternakan ayam di wilayah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal akibat tantangan struktural seperti pengelolaan limbah, tingginya biaya pakan, serta kurangnya integrasi antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan peternakan ayam di Desa Kaluppang melalui pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pelaku peternakan dan stakeholder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan secara efektif melalui pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk organik, produksi biogas untuk energi rumah tangga, pemanfaatan jagung lokal sebagai pakan alternatif, serta pengolahan telur retak dan afkir menjadi produk UMKM. Strategi pengembangan ini mendorong efisiensi biaya produksi, peningkatan pendapatan peternak, serta pengurangan dampak lingkungan. Kesuksesan implementasi sangat ditentukan oleh sinergi antar pemangku kepentingan, dukungan regulasi desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, Desa Kaluppang memiliki peluang besar untuk menjadi model pengembangan peternakan ayam yang berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat regional dan nasional.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Enrekang. (2023). Peternakan dalam Angka. Enrekang: BPS.
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang. (2023). Laporan Tahunan Dinas Peternakan. Enrekang.
Ellen MacArthur Foundation. (2015). Towards the Circular Economy: Accelerating the scale-up across global supply chains. UK.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Prasetyo, A. (2021). "Penerapan Ekonomi Sirkular di Desa Tani: Integrasi Pertanian dan Energi Terbarukan", Jurnal Ekonomi Desa, 3(2), 45–60.
Sutaryo. (2020). “Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Sumber Energi Alternatif di Pedesaan”, Jurnal Peternakan Tropika, 8(1), 22–35.
Wahyuni, D. (2022). “Ekonomi Sirkular Berbasis Kompos dan Biogas di Desa Candi Rejo”, Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(3), 78–88.
Adiwibowo, S. (2021). Ekonomi Sirkular dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: LP3ES.
BPS Sulawesi Selatan. (2022). Provinsi Sulawesi Selatan dalam Angka 2022. Makassar: Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.
Darmawan, E., & Riyanto, B. (2020). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Peternakan Rakyat. Jurnal Sosial Ekonomi Peternakan, 13(2), 89–99. https://doi.org/10.24843/JSEP.2020.v13.i02.p03
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Strategi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN.
Lestari, D. P., & Kurniawan, H. (2021). Potensi Penerapan Ekonomi Sirkular dalam Sektor Peternakan Ayam Petelur. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 45–54. https://doi.org/10.31219/osf.io/j4b7d
LIPI. (2019). Pengelolaan Limbah Ternak untuk Energi dan Kompos Berbasis Ekonomi Sirkular. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Mawardi, M. K. (2020). Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Klaster Peternakan di Daerah Tertinggal. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 11(1), 12–23. https://doi.org/10.22212/jekp.v11i1.2020
Nasution, M. D. T. (2021). Manajemen Usaha Peternakan Ayam yang Efisien dan Ramah Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rahardjo, B. (2019). Strategi Pengembangan Agribisnis Berbasis Wilayah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 7(2), 120–130. https://doi.org/10.29244/jai.2019.7.2.120-130
Setiawan, D., & Hidayat, T. (2021). Analisis SWOT dalam Strategi Pengembangan Sentra Peternakan Rakyat. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Peternakan, 4(1), 55–64. https://doi.org/10.24843/jebp.2021.v4.i01.p07
Susanti, Y., & Wardhana, A. (2020). Penerapan Konsep Circular Economy dalam Pengelolaan Limbah Organik di Komunitas Peternakan. Jurnal Ekonomi dan Lingkungan, 24(2), 150–160.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Baharuddin Baharuddin, Burnama Burnama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







