Analisis Faktor Risiko Stunting pada Balita di Papua
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.12297Keywords:
stunting, papua, kebijakanAbstract
Pendahuluan: Berdasarkan data SKI 2023, prevalensi stunting di Papua mencapai 24,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional 22,5%. Meskipun anggaran penanggulangan stunting meningkat tiap tahunnya, hasil yang dicapai masih belum sesuai harapan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita Papua. Metode: Penelitian ini memanfaatkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel terdiri dari 1.308 balita. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat guna menemukan faktor yang relevan terhadap kejadian stunting. Hasil: Dari 101 variabel yang dievaluasi, faktor yang berhubungan signifikan meliputi kebiasaan menyikat gigi (p=0,026; OR=0,700), tempat buang air besar (p=0,003; OR=0,445), pemakaian kelambu tanpa insektisida (p=0,010; OR=1,451), pengetahuan keluarga tentang stunting (p=0,045; OR=0,706), panjang lahir bayi (p=0,030; OR=1,593), serta status kepemilikan rumah (p=0,013; OR=1,475). Analisis regresi logistik menunjukkan tiga faktor dominan yaitu: tempat buang air besar, penggunaan kelambu tanpa insektisida, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Kesimpulan: Studi ini menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek lingkungan dalam upaya penanggulangan stunting di Provinsi Papua.
References
Hadibah Hanum N. Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. 2019;78–84.
Hatijar H. The Incidence of Stunting in Infants and Toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 2023 Jun 1;12(1):224–9.
Baidho F, Sucihati F, Yudo Pratama Y, Program Studi MS, Keperawatan I, Alma Ata U, et al. HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI DESA ARGODADI SEDAYU BANTUL. Vol. 17, Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia. 2021.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan RI. HASIL SURVEI STATUS GIZI INDONESIA 2024 (SSGI 2024). 2025.
BKKBN, Tricintya K. Dana BOKB 2023 Papua Naik Jadi Rp118,3 Miliar, BKKBN: Sebagian untuk Percepatan Penurunan Stunting [Internet]. 2023 [cited 2024 May 12]. Available from: https://keluargaindonesia.id/2023/01/22/dana-bokb-2023-papua-naik-jadi-rp1183-miliar-bkkbn-sebagian-untuk-percepatan-penurunan-stunting/
Erma Kusumawati D, Ratna Sari D, Candriasih P, Hafid F, Faisal Jurusan Gizi Poltekkes kemenkes Palu E. POLA MAKAN ANAK BADUTA STUNTING USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU EATING PATTERN OF STUNTING CHILDREN AGES 6-23 MONTHS IN THE WORK AREA SANGURARA HEALTH CENTER PALU CITY [Internet]. Vol. 2, Jurnal Ilmu Gizi. 2022. Available from: http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/SHJIGHal.36-43
Hamzah W, Anggraeny R, Konsentrasi Epidemiologi Fakultas Ilmu Kesehatan M, Muhammadiyah Parepare U, Program Studi Kesehatan Masyarakat D. FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA. 2021;3(1).
Nyimas Elsa Octa Aditia, Mitra Mitra, Aldiga Rienarti Abidin, Yuyun Priwahyuni, Christine Vita Gloria Purba. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan Komunitas [Internet]. 2023 Mar 31 [cited 2026 Feb 3];Vol 9, No 1, 2023. Available from: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1294/519
Mardiyatun Nasyidah, Nur Alam Fajar, Najmah. Tinjauan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Komunitas [Internet]. 2022 Jan 3 [cited 2026 Feb 3];Volume 8, No 3, 2022. Available from: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1338/499
Zarkasyi RR, Wahyuni Sari R, Anggraeny R, Studi Kesehatan Masyarakat P, Ilmu Kesehatan F, Muhammadiyah Parepare U, et al. The Indonesian Journal of Health Promotion Open Access Environmental Risk Factors Related to Stunting Events in the Working Area of Puskesmas Cangadi. MPPKI [Internet]. 2021;4(3). Available from: https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3
Tri Abadi M, Abral A. Pathogenesis of Dental Caries in Stunting. Jurnal Kesehatan Gigi [Internet]. 2020;7(1):1–4. Available from: http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/index
Indriani I, Mujahadatuljannah M, Rabiatunnisa R. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Bayi dan Balita. Jurnal Surya Medika. 2024 Jan 4;9(3):131–6.
Hidayat Yusuf W, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi NTB P. Faktor Resiko Stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. RCS Journal. 2022;2(1):34–45.
Maluangan R, Widyasih H. xiii RELATIONSHIP BETWEEN MALARIA AND STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS AGED 24-59 MONTHS IN THE WORKING AREA OF THE SARMI PUSKESMAS, 2022. 2022.
Kusumaningrum S, Anggraini MT, Faizin C. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL. Herb-Medicine Journal. 2022.
Hapsari W, Ichsan B. Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua dan Tingkat Pendidikan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 12-59 Bulan. The 13th University Research Colloqium 2021. 2021;
Hidayati N, Kebidanan A, Pertiwi B, Novi PH. Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting. Vol. 14, Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2021.
Rahmawati VE. HUBUNGAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 0-59 BULAN DI KABUPATEN JOMBANG. 2021.
Pertiwi FD, Prastia TN, Nasution A. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2021 Dec 1;10(04):208–16.
Macam G, Gunung K, Lombok SK, Tahun B, Ifada S, Muliani S, et al. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Dusun Barat Kokoq Desa. 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mesri Kartika, Semuel Piter Irab, Arie Rissing Natalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







