Analisis Beban Ganda Penyakit Menular dan Tidak Menular Di Kota Jayapura Triwulan I Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.12142Keywords:
beban ganda penyakit, malaria, hipertensi, transisi epidemiologi, Kota Jayapura, Papua.Abstract
Latar Belakang: Kota Jayapura menghadapi tantangan beban ganda penyakit (double burden of disease), yaitu kondisi ketika penyakit menular dan penyakit tidak menular terjadi secara bersamaan. Malaria masih menjadi penyakit endemis utama, sementara hipertensi menunjukkan peningkatan yang menandakan terjadinya transisi epidemiologi. Kondisi ini memerlukan pendekatan kebijakan kesehatan yang terintegrasi berbasis wilayah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyakit menular dan penyakit tidak menular berdasarkan wilayah distrik di Kota Jayapura pada Triwulan I Tahun 2026 sebagai dasar perumusan kebijakan kesehatan yang terintegrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional berbasis data sekunder. Data penelitian bersumber dari laporan kasus penyakit Triwulan I Tahun 2026 yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Unit analisis meliputi 5 distrik, 14 puskesmas, dan 25 kelurahan di Kota Jayapura. Variabel yang dianalisis meliputi malaria, faringitis, dan hipertensi. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, proporsi, dan perbandingan antarwilayah. Hasil: Tercatat sebanyak 19.370 kasus penyakit selama periode Januari–Maret 2026. Malaria merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 9.251 kasus (47,76%), diikuti hipertensi sebanyak 5.790 kasus (29,89%) dan faringitis sebanyak 4.329 kasus (22,35%). Distrik Abepura memiliki beban kasus tertinggi dengan 4.838 kasus (24,98%), disusul Distrik Heram sebanyak 4.023 kasus (20,77%), Distrik Jayapura Selatan sebanyak 3.615 kasus (18,66%), Distrik Muara Tami sebanyak 3.497 kasus (18,05%), dan Distrik Jayapura Utara sebanyak 3.397 kasus (17,54%). Kesimpulan: Kota Jayapura sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan tingginya kasus malaria dan meningkatnya hipertensi secara bersamaan. Diperlukan kebijakan kesehatan yang terintegrasi melalui penguatan surveilans berbasis wilayah, pengendalian malaria, serta pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi
References
Dinas Kesehatan Kota Jayapura. (2026). Laporan kasus penyakit triwulan I tahun 2026. Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC). (2021). Worldwide trends in hypertension prevalence and progress in treatment and control from 1990 to 2019: A pooled analysis of 1,201 population-representative studies with 104 million participants. The Lancet, 398(10304), 957–980. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)01330-1
Omran, A. R. (2005). The epidemiologic transition: A theory of the epidemiology of population change. The Milbank Quarterly, 83(4), 731–757.
World Health Organization. (2023). Hypertension country profile: Indonesia. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2024). World malaria report 2024. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anneke Yacob

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





