Tradisi Hajat Tutulak Sebagai Penguatan Moderasi Beragama Di Windusengkahan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v4i3.12140Keywords:
Masyarakat, Hajat Tutulak, dan Moderasi Beragama.Abstract
Muharram merupakan bulan pertama dalam tahun hijriyah. Dalam menyambut datangnya bulan tersebut, masyarakat Windusengakahan rutin melaksanakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, diantaranya dengan pembacaan doa awal dan akhir tahun. Tradisi tersebut dinamai Hajat Tutulak. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami bahwa Tradisi Hajat Tutulak dapat dijadikan sebagai penguatan moderasi beragama di Windusengkahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan melakukan wawancara dan observasi secara langsung kepada tokoh yang menjadi penanggung jawab tradisi tersebut. Hasil dalam penelitian ini adalah masyarakat penting untuk memiliki sikap moderasi dalam beragama, sehingga mampu mendukung terciptanya bangsa yang damai dan tentram. Salah satu upaya dalam membentuk masyarakat moderat adalah tradisi lokal. Tradisi lokal keagamaan adalah kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan berbasis nilai-nilai religius. Tradisi Hajat Tutulak sejalan dengan pandangan keislaman aswaja, yang memandang tradisi lokal keagamaan adalah praktik yang penting dalam menumbuhkan prinsip moderat, toleransi dan keadilan. Masyarakat Windusengkahan memiliki keberagaman dalam pemahaman agama, status sosial, dan generasi. Namun dalam pelaksanaan tradisi ini, mampu menjadi ruang untuk menjadikan perbedaan tersebut tidak lagi menjadi sumber permasalahan. Melainkan, menemukan kesamaan yang mampu mempersatukan serta menguatkan persaudaraan. Penerapan moderasi beragama dalam tradisi ini melalui kerja sama, gotong royong, adil dalam berbagi, tidak membedakan suatu golongan, serta menumbuhkan empati sosial.
References
Ambar, Jaelani, & Hidayat, N. (2023). Etnografi Komunikasi dalam Tradisi Perahu Hias Turun Sungai pada Peringatan 1 Muharram di Desa Tengguli Kecamatan Sajad. Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan Dan Bimbingan Masyarakat Islam, 6(2), 70–82. https://doi.org/10.37567/syiar.v6i2.2274
Aslan, D. T. N. (2025). Identitas Dialog: Integrasi Tradisi Keagamaan Lokal Di Tengah Arus Budaya Global. Prosiding Seminar Nasional Indonesia, 3(2), 71–80.
Aulia, R., Sa’dijah, C., & Santoso, K. (2020). Eksistensi Masjid Dalam Meningkatkan Syiar Islam Di Masjid Baitul Makmur Sialang Baru Pekan Baru Riau. Pendidikan Islam, 5(2), 17–23.
Cahyo Muliawan, & Muhammad Fauzan Ahsan Hafizi. (2024). Pendidikan Moderasi Beragama di Indonesia. Al-Ibnor, 1(2), 96–103. https://doi.org/10.63849/alibnor-vol1-no2-2024-id15
Cipta Prakasih, R., Firman, F., & Rusdinal, R. (2021). Nilai Nasionalisme Dan Anti Radikalisme Dalam Pendidikan Multikultural. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(02), 294–303. https://doi.org/10.59141/japendi.v2i02.103
Fuadi, M. A. (2022). Tradisi Pemikiran Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama. Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 21(1), 12. https://doi.org/10.24014/af.v21i1.16692
Griyanti, H. E., Sunardi, S., & Warto, W. (2018). Tradisi Masyarakat dalam Memperingati 1 Muharram di Desa Pusakaraty, Subang. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5(3), 52. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v5i3.149
Halpiah, Y. (2025). Aswaja Dalam Memahami Tradisi dan Budaya. 2(4), 302–309.
Haryanto, J. T. (2022). Moderasi Beragama Pada Tradisi Perang Centong Dalam Prosesi Pernikahan Di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Jurnal Harmoni, 21(1), 25–44.
Khoiruddin, & Khulwah, J. (2023). Moderasi Beragama Dalam Kearifan Lokal Pada Masyarakat Pesisir Barat Provinsi Lampung. 03(1), 76–91.
Kumalasari, L. D. (2022). Makna Solidaritas Sosial dalam Tradisi Sedekah Desa. Jurnal Partisipatoris, 4(1), 83–97. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jurnalpartisipatoris/article/view/22394%0Ahttps://ejournal.umm.ac.id/index.php/jurnalpartisipatoris/article/download/22394/11114
Lede, Y. U. (2022). Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Penanaman Nilai Budaya Lokal Tama Umma Kalada. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(1), 237. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.627
Marwiyanti, R. (2023). Keutamaan menyambung Tali Silaturahmi menurut Hadis Reni. Gunung Djati Conference Series, 23, 42–54. https://conferences.uinsgd.ac.id/gdcs
Muhammad Yati, A. (2019). Metode Komunikasi Da’I Perbatasan Aceh Singkil Dalam Menjawabtantangan Dakwah. Jurnal Al-Bayan, 24(2), 296–316. https://doi.org/10.22373/albayan.v24i2.4602
Putri, N., & Sari, N. (2022). Internalisasi Moderasi Beragama Dalam Budaya Malam Selikuran Masyarakat Jawa. International Conference on Cultures & Languages (ICCL), 1(1), 780–793. https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/iccl/article/view/5803
Rofiq, A. (2019). Living Aswaja Sebagai Model Penguatan Pendidikan Anti Radikalisme di Pesantren. Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.34001/tarbawi.v16i1.997
Safitri, N., Fadhila, G., & Ramadhan, M. F. (2024). Tradisi 1 Muharram di Desa Nanggerang: Memahami Nilai-Nilai Keagamaan dan Kebudayaan Lokal. Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 4(9), 358–367.
Saini, M., Miftahul, S., Nganjuk, U., & Timur, J. (2022). Penguatan Tradisi Aswaja An-Nahdliyah: Upaya Menangkal Gerakan Islam Transnasional. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 14(1), 171–187. http://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/Tasamuh/article/view/593
Saputra, T. (2022). Hikmah Sedekah dalam al-Qur’an dan Hadis. Gunung Djati Conference Series, 8, 347–356.
Saragih, E. S. (2022). Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Suku Pakpak-Aceh Singkil. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 309–323. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.253
Sibyan, H., & Ariwidodo, E. (n.d.). Tradisi Koloman Memperkuat Pemahaman Anti Radikalisme. 1–16.
Syahbillah, N. A. (2025). ZIARAH WALI SONGO DAN PENDIDIKAN SPIRITUAL SANTRI BUSTANUL ULUM LAMPUNG TENGAH.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Kaisa Kamilatul Hija, Zaka Vikryan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





