Luka Psikososial sebagai Pemicu Pola Pikir Radikalisme pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v4i3.12138Keywords:
luka psikososial, radikalisme remaja, pola pikir radikalisme, kerentanan kognitifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana luka psikososial pada remaja berperan sebagai akar kerentanan kognitif yang meningkatkan risiko internalisasi narasi ekstrem sebelum keterikatan ideologi terbentuk secara eksplisit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, yang memungkinkan analisis sistematis terhadap literatur terkait radikalisme remaja, trauma psikososial, dan perkembangan kognitif-afektif. Metode analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola konseptual dan hubungan sebab-akibat antara pengalaman sosial yang merugikan, pembentukan pola pikir biner, kebutuhan afiliasi mutlak, dan kecenderungan remaja untuk bergabung dengan kelompok yang menawarkan kepastian identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman penolakan, pengabaian emosional, perundungan, atau kekerasan dalam keluarga membentuk saringan mental yang membuat remaja lebih menekankan rasa aman, pengakuan, dan penerimaan instan dibanding kualitas logika atau analisis kontekstual. Pola pikir biner ini berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menghadapi ketidakpastian sosial, namun sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap radikalisasi awal. Selain itu, kebutuhan afiliasi yang tidak terpenuhi mendorong pencarian ruang kelompok yang memberikan identitas tunggal, kohesi instan, dan batas kebenaran yang jelas. Strategi pencegahan radikalisme sebaiknya menekankan rekonstruksi skema kognitif melalui pengalaman sosial aman, pembiasaan berpikir reflektif, dan penguatan dimensi afektif melalui pendidikan keagamaan yang mendorong dialog kritis dan kohesi sosial positif. Temuan ini menegaskan bahwa radikalisme pada remaja lebih tepat dipahami sebagai respons kognitif-afektif terhadap luka psikososial, bukan sekadar akibat paparan doktrin ideologi, sekaligus membuka arah penelitian lanjutan untuk intervensi berbasis kognitif-afektif pada fase awal pembentukan identitas remaja.
References
Auliya, N. D. P., & Eva, N. (2025). Dukungan sosial dan resiliensi remaja yang mengalami kesulitan hidup: systematic literature review using big data analysis. Jurnal Psikologi, 2(2), 1-12. doi: https://doi.org/10.47134/pjp.v2i2.3545
Bulan, Y. E., Zahra., & Nisa. I. K. (2022). Pengaruh lingkungan sosial terhadap perkembangan mental remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(2), 99-115. doi: 10.21093/tj.v3i2.6481
Hasibuan, M. Y. M., Yuhendara, D., & Ardimen, A. (2024). Radikalisme multiperspektifdalam kaitannya dengan strategi pendidikan konseling religius. DE_JOURNAL (Dharmas Education Journal), 5(1), 40-49. doi: https://doi.org/10.56667/dejournal.v5i1.1209
Kesari, A. A. I. I., & Valentina, T. D. (2022). Dinamika psikologis remaja yang mengalami kekerasan emosional dalam keluarga. Jurnal Psikologi Udayana, 9(2), 206-214. doi: 10.24843/JPU/2022.v09.i02.p10
Lubis, D., & Siregar, H. S. (2020). Bahaya radikalisme terhadap moralitas remaja melalui teknologi informasi (media sosial). APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 20(1), 21-34.
Mamatmurod ogli, M. J. (2025). Development of socio-psychological protection mechanisms to reduce adolescents’ susceptibility to religious extremism. Jurnal Psikologi, 2(4), 1-8. doi: https://doi.org/10.47134/pjp.v2i4.4636
Masitoh, M. U., & Suhada. (2024). Dinamika kelompok, daya tarik interpersonal dan perkembangannya. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 13(2), 143-158. doi: https://doi.org/10.51925/inc.v13i02.123
McLeod, S. (2025, Oktober 15). Erik Erikson’s stages of Psychosocial Development. https://www.simplypsychology.org/erik-erikson.html?utm_source=chatgpt.com
Mekarisce, A, A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145-151.
Njaiburahman, M. F. (2025). Pendidikan agama islam sebagai fondasi pencegahan radikalisme pada remaja si era globalisasi. Journal of Contemporary Islamic Education Studies, 1(1), 109-117.
Nuraenah., Widakdo, G., Naryati., Aisyah., Fadhillah, H., Adelia, A., & Adelia, M. (2023). Edukasi kesehatan mental (masalah psikososial) pada remaja. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(10), 4307-4316.
Rusuli, I. (2022). Psikososial remaja: sebuah sintesa teori erick erikson dengan konsep islam. Jurnal As-Salam, 6(1), 75-89.
Sartika, N. N. D. T., & Bajirani, M. P. D. (2024). Dampak psikologis pada remaja korban bullying: sebuah kajian literatur. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(2), 5062–5070. doi: https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.27633
Sholeha, J., & Puspitasari, E. (2025). Strategi psikologi dakwah dalam mencegah radikalisme remaja melalui internalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 5(1), 35-48. doi: https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v4i1
Sujarwanto., & Rofiah, A. (2020). Manajemen pendidikan anak dengan gangguan emosi perilaku. Jagad Media Publishing .
Syahrin, A. A., Setianto, M. J., Nur, I., Sitompul, L. U., Sembiring, S., Muiz, A. F. R., Adistanaya, I. M. B., & Jannah, I. (2025). Penguatan kesadaran diri remaja putri melalui edukasi reflektif islami untuk mengatasi tantangan psikososial. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(1), 295–312. doi: https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i1.24590
Syakarofath, N. A., Biorohmi, A. N., & Latipun. (2021). the role of peer rejection in adolescent internalizing problems. Jurnal Psikologi, 20(2), 140-151.
Walker, T. D. (2017). Teach like finland mengajar seperti finlandia: 33 strategi sederhana untuk kelas yang menyenangkan. Gramedia Widiasarana Indonesia
Zaky, M., Lewoleba, K. K., Atiyyah, R., Mulyadi., Marza, S. E., & Manalu, R. (2024). Generasi muda dalam menanggapi isu kelompok ekstremis. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(18), 767-773. doi: https://doi.org/10.5281/zenodo.13958996
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Astri Siti Fatonah, Zaka Vikryan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





