Analisis Faktor Risiko Pediculosis Capitis pada Anak Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1206Keywords:
Pediculosis capitis, Regresi Logistik Ordinal, Anak Sekolah DasarAbstract
Pediculosis capitis, atau infestasi kutu kepala, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan dapat mengganggu konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko Pediculosis capitis dengan menggunakan pendekatan regresi logistik ordinal. Studi dilakukan pada tahun 2019 di Sekolah Dasar Negeri di Denpasar, Bali, dengan 144 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin, ukuran rambut, frekuensi mencuci rambut, tingkat pendidikan ibu, dan jumlah saudara kandung memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian Pediculosis capitis. Uji kecocokan model menunjukkan model sesuai dengan data (p = 0,801), dan uji simultan menunjukkan variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (p < 0,001). Secara parsial, jenis kelamin (p < 0,001) dan ukuran rambut (p = 0,018) menjadi faktor risiko utama. Nilai Nagelkerke R² sebesar 0,592 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 59,2% variasi kejadian. Interpretasi odds ratio menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki kemungkinan ~3,18 kali lebih tinggi untuk tidak terinfeksi dibandingkan perempuan, dan anak dengan rambut pendek memiliki kemungkinan ~23,4 kali lebih tinggi untuk tidak terinfeksi dibandingkan anak dengan rambut panjang. Kesimpulannya, jenis kelamin dan panjang rambut merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian Pediculosis capitis.
References
Akhmad, A. M., & Menaldi, S. L. (2012). Prevalensi Pedikulosis Kapitis dan Hubungan Tingkat Infestasi dengan Karakteristik Santri Putri Pesantren X, Jakarta Timur [Undergraduate thesis, Universitas Indonesia]. UI Library Repository. http://www.lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-04/SPDF-Adinda-Meidisa-Akhmad
Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Head lice information for schools. https://www.cdc.gov/parasites/lice/head/index.html
Counahan, M. L., Andrews, R. M., Weld, H., Helen, T., & Speare, R. (2007). What parents in Australia know and do about head lice. Rural and Remote Health, 7(3), 687.
Feldmeier, H., & Heukelbach, J. (2006). Pediculosis capitis. Kinder- und Jugendmedizin, 6(4), 249–259. https://doi.org/10.1055/s-00034917
Heukelbach, J., Wilcke, T., Winter, B., & Feldmeier, H. (2005). Epidemiology and morbidity of scabies and pediculosis capitis in resource-poor communities in Brazil. British Journal of Dermatology, 153(1), 150–156. https://doi.org/10.1111/j.1365-2133.2005.06591.x
Ko, C. J., & Elston, D. M. (2004). Pediculosis. Journal of the American Academy of Dermatology, 50(1), 1–12.
Lee, S. H., Seo, M., Lee, D., Im, K. I., & Yong, T. S. (2010). Prevalence of Pediculus humanus capitis among Korean children. Korean Journal of Parasitology, 48(2), 99–102.
Mumcuoglu, K. Y., Barker, S. C., Burgess, I. E., Combescot-Lang, C., Dalgleish, R. C., Larsen, K. S., & Speare, R. (2009). International guidelines for effective control of head louse infestations. Journal of Drugs in Dermatology, 8(5), 409–414.
Nazari, M., & Saidijam, M. (2007). Pediculosis capitis in school children and related risk factors in Hamadan, Iran. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 38(3), 1–5.
Kaliyaperumal, K. (2004). Guideline for conducting a knowledge, attitude and practice (KAP) study. AECS Illumination, 4(1), 7–9.
Laerd Statistics. (2015). Ordinal logistic regression using SPSS statistics. https://statistics.laerd.com
Setia, M. S. (2016). Methodology series module 3: Cross-sectional studies. Indian Journal of Dermatology, 61(3), 261–264. https://doi.org/10.4103/0019-5154.182410
Umar, H. (2013). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Rajawali Pers.
Williams, R. L., Crespi, C. M., & Von Hippel, P. T. (2018). Understanding and interpreting generalized ordered logit models. The Journal of Mathematical Sociology, 42(1), 7–20. https://doi.org/10.1080/0022250X.2017.1381762
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yadhurani Dewi Amritha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







