Epistemologi Dan Kerangka Teoritis Living Hadis
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11971Keywords:
Living Hadis, epistemologi, kerangka teoritis, resepsi hadis, studi hadis kontemporerAbstract
Living hadis merupakan salah satu paradigma dalam studi hadis kontemporer yang berfokus pada manifestasi hadis dalam kehidupan sosial masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis landasan epistemologis serta kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian living hadis. Penelitian dilakukan melalui metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas konsep, perkembangan, dan pendekatan living hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi living hadis didasarkan pada pemahaman bahwa hadis tidak hanya berfungsi sebagai teks keagamaan yang bersifat normatif, tetapi juga hadir dalam bentuk praktik, tradisi, dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penelitian living hadis tidak hanya menyoroti aspek tekstual hadis, melainkan juga proses penerimaan, pemaknaan, dan pengamalannya oleh masyarakat. Dalam penerapannya, kajian living hadis memanfaatkan berbagai pendekatan ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi, dan fenomenologi, guna memahami interaksi antara teks hadis dan realitas sosial. Kerangka teoritis living hadis menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai hadis melalui berbagai bentuk resepsi dan praktik sosial. Dengan demikian, living hadis memberikan kontribusi penting dalam memperluas perspektif studi hadis, terutama dalam memahami dinamika hubungan antara teks keagamaan dan kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan.
References
Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahannya (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an, 2019),
Jurnal Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi.
Sahiron Syamsuddin (ed.), Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadis (Yogyakarta: Teras, 2007), hlm. 12–15.
Idris Siregar, “Studi Living Hadis: Dilihat dari Perkembangan dan Metodologi,” Shahih: Jurnal Ilmu Kewahyuan, Vol. 5, No. 1 (2022),
Viki Junianto, Mo‟afi, dan Amrulloh, “The Interdisciplinary Approach and Its Contribution to the Study of Living Hadith,” Jurnal Living Hadis, Vol. 8, No. 2 (2023),
Saifuddin Zuhri Qudsy, “Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi,” Sahiron Syamsuddin (ed.), Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadis, idris Siregar, “Studi Living Hadis: Dilihat dari Perkembangan dan
Metodologi,” hlm. 72.
Sahiron Syamsuddin (ed.), Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadis (Yogyakarta: Teras, 2007), hlm. 55.
Saifuddin Zuhri Qudsy, “Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi,” Jurnal Living Hadis, Vol. 1, No. 1 (2016), hlm. 184–187.
Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahannya (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an, 2019), QS. Az-Zumar [39]: 17–18.
Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln, The Sage Handbook of Qualitative Research (California: Sage Publications, 2011), hlm. 97.
Bryan S. Turner, Religion and Social Theory (London: Sage Publications, 1991), hlm. 34.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 146.
Susanto, Filsafat Ilmu: Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 87.
Saifuddin Zuhri Qudsy, “Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi,” Jurnal Living Hadis, Vol. 1, No. 1 (2016), hlm. 179–182.
Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Kitab al-‟Ilm, No. 3660; At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, No. 2657.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ilham Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





