Penyalahgunaan Hadits di Media Sosial : Verivikasi Melalui Metode Takhrij Hadits
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11892Keywords:
Hadits, Media Sosial, Takhrij Hadits, Verifikasi Hadits.Abstract
Perkembangan media sosial telah mempermudah penyebaran informasi keagamaan, termasuk hadis Nabi saw. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko penyebaran hadis yang tidak terverifikasi, baik berupa hadis lemah (dha'if), hadis palsu (maudhu'), maupun hadis yang digunakan di luar konteksnya. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam dan memengaruhi kualitas pemahaman keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk penyalahgunaan hadis di media sosial serta menjelaskan pentingnya metode takhrij hadis sebagai sarana verifikasi keautentikan hadis yang beredar di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan memanfaatkan berbagai sumber pustaka, seperti kitab-kitab hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui kajian terhadap konsep takhrij hadis dan fenomena penyebaran hadis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan hadis di media sosial umumnya terjadi dalam bentuk penyebaran hadis tanpa mencantumkan sumber yang jelas, penggunaan hadis yang tidak sesuai konteks, serta penyebaran hadis tanpa pemeriksaan status keabsahannya. Metode takhrij hadis berperan penting dalam menelusuri sumber hadis, mengidentifikasi sanad dan matan, serta menentukan kualitas hadis sehingga dapat membantu masyarakat membedakan hadis yang dapat dijadikan hujah dan yang tidak. Dengan demikian, penerapan metode takhrij hadis menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan literasi keagamaan dan membangun budaya verifikasi informasi di era digital.
References
Al-Qaradawi, Y. (1993). Bagaimana memahami hadis Nabi SAW. Bandung, Indonesia: Karisma.
Anifahchoirunnisa, G. (2025). Media sosial dan penyebaran hadis-hadis pendek: Tantangan verifikasi dan pengaruhnya pada pemahaman agama. Islamic Scripture and Media, 1(1), 1–15.
Azizah, I. N. (2023). Digitalisasi hadis: Membangun jembatan antara tradisi dan teknologi. Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies, 4(1), 52–62.
Harahap, A. P., dkk. (2024). Transformasi pemahaman hadis di era pasca-multimedia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 7(2), 145–160.
Ismail, M. S. (2005). Kaidah kesahihan sanad hadis. Jakarta, Indonesia: Bulan Bintang.
Ismail, M. S. (2007). Metodologi penelitian hadis Nabi. Jakarta, Indonesia: Bulan Bintang.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Muslim, I. (t.t.). Sahih Muslim. Beirut, Lebanon: Dar Ihya al-Turath al-'Arabi.
Perdana, T. A., & Masruroh, A. I. (2023). Pergeseran fungsi hadis di media sosial: Kajian mediatisasi hadis di Indonesia. Holistic Al-Hadis, 9(2), 100–119.
Saefudin, M. W., Raharusun, A. S., & Rodliyana, M. D. (2021). Konten hadis di media sosial: Studi content analysis dalam jejaring sosial pada akun Lughoty.com, @RisalahMuslimID, dan @thesunnah_path. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 1(4), 321–338.
Siregar, M. N., dkk. (2024). Etika dalam penggunaan media sosial melalui tinjauan hadis. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Sosial, 3(1), 88–102.
Tahhan, M. A. (1996). Ushul al-takhrij wa dirasat al-asanid. Riyadh, Saudi Arabia: Maktabah Al-Ma'arif.
Tahhan, M. A. (2004). Taisir musthalah al-hadis. Riyadh, Saudi Arabia: Maktabah Al-Ma'arif.
Yaqub, A. M. (2003). Hadis-hadis bermasalah. Jakarta, Indonesia: Pustaka Firdaus.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadirah Syafitri, M. Arridho, Arin Setiani, Raihan Hidayatullah, Alimron Alimron

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





