Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Penyembuhan Luka Buatan Pada Kulit Mencit Putih Jantan

Authors

  • M. Gunawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan
  • Andilala Andilala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan
  • Cut Fatimah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan
  • Aulia Putri Harahap Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11832

Keywords:

daun kakao, ekstrak etanol, penyembuhan luka, salep, mencit putih jantan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kakao (Theobroma cacao L.) terhadap penyembuhan luka buatan pada kulit mencit putih jantan (Mus musculus). Luka merupakan kerusakan jaringan kulit yang membutuhkan proses penyembuhan kompleks. Daun kakao dipilih karena diketahui mengandung senyawa aktif yang berpotensi membantu regenerasi jaringan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat salep ekstrak etanol daun kakao dalam konsentrasi 1%, 2%, dan 3%, kemudian diuji terhadap luka buatan pada mencit dan dibandingkan dengan salep gentamisin 0,1% sebagai kontrol positif.

                Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kakao mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Uji fisik terhadap sediaan salep menunjukkan hasil yang baik, yaitu homogen, stabil, memiliki pH yang sesuai untuk kulit (4,5–8), serta tidak menimbulkan iritasi. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin diduga berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan dan antibakteri.

                Berdasarkan hasil pengamatan, salep ekstrak etanol daun kakao dengan konsentrasi 2% memberikan efek penyembuhan luka paling baik, ditunjukkan dengan waktu penutupan luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok lainnya. Dengan demikian, ekstrak etanol daun kakao berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam pembuatan sediaan topikal untuk mempercepat proses penyembuhan luka..

References

Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1989. Materia Medika Indonesia Jilid VI.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Materia Medika Indonesia Edisi Keempat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000. Obat., Parameter Standarumum Ekstrak Tumbuhan Makanan. Derektorat Jendral Pengawasan Obat Dan Makanan. Jakarta.

Anief, M., 1994, Farmasetika, Ugm Press, Yogyakarta.

Ansel, H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh Farida Ibrahim Edisi IV. UI-Press. Jakarta.

Azizzah, L.A. 2024. Buku Ajar Ilmu Biomedik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Jambi

Bigliardi, P. L., Alsagoff, S. A. L., El-Kafrawi, H. Y., Pyon, J. K., Wa, C. T. C., dan Villa, M. A. (2017). Povidone Iodine In Wound Healing: A Review Of Current Concepts And Practices. International Journal Of Surgery, 44, 260-268.

Davis, S. E., Tulandi, S. S., Datu, O. S., Sangande, F., dan Pareta, D. N. (2022). Formulasi Dan Pengujian Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L.) Dengan Berbagai Variasi Basis Salep. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 5(1), 66-73.

Devi,. 2023. Mengenali Esensi Luka : Pengenalan, Penilaian, Dan Penanganan Yang Tepat. Kaizn Media Publishing. Bandung.

Endarini L., 2016. Farmakoloi Dan Fitokimia. Jakarta.

Fernand, A. 2024. Panduan Mudah Membudidayakan Pohon Kakao. Pustaka Referensi. Yogyakarta. Indonesia.

Ghozaly. 2023. Metode Fitokimia Untuk Farmasi. Jejak Pustaka. Yogyakarta.

Griana, T. P., Fazri, A. T. S. K. I., dan Pardjianto, B. (2021). Aplikasi Topikal Ekstrak Daun Kesambi Meningkatkan Penyembuhan Luka Pada Mencit. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 8(1), 33-44.

Harbone., J. B 1987. Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Edisi Pertama. Bandung. Institut Teknologi Bandung. Bandung

Harun, H., Purba, C. I. H., Fitri, S. U. R. A., dan Widayat, A. (2024). Peningkatan Pengetahuan Dan Kemandirian Keluarga Dalam Melakukan Perawatan Luka. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 7(3), 1351-1362.

Julianto, T.S. 2019. Fitokimia Tinjauan Metabolit Sekunder Dan Skrining Fitokimia. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Kristanti, Alfinda Novi. 2019. Fitokimia. Airlangga University Press. Surabaya.

Kuntoadi, Gama Bagus. 2022. Anatomi Fisiologi 2. Pantera Publishing. Indonesia.

Lachman, L., Liberman, A. H, Kanig, J. L. (1994). Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Penerjemah: Siti Suyatmi, Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Larengkeng., 2022. Tumbuhan Obat Dan Pangan Lokal Masyarakat Desa Kambuno – Bulukumba. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Makasar

Manjas, M., Henky, J., dan Agus, S. (2010). Penggunaan Krim Amnion Pada Penyembuhan Luka Sayatan Tikus Wistar. Majalah Kedokteran Indonesia, 60(6), 268-272.

Martono., 2018 Cacao, G. A. I. Karakteristik Morfologi Dan Kegiatan Plasma Nutfah Tanaman Kakao.

Muhlisah., Fauziah. 2007. Tanaman Obat Keluarga (Revisi). Niagara Swadaya. Jakarta

Nabila. 2022. Uji Tanin Pada Tumbuhan Obat Tradisional Dari Lima Jenis Family Euphorbiaceae. Penerbit Nem. Jawa Tengah.

Nawangsari, D., & Sunarti, S. (2021). Uji Stabilitas Sediaan Salep Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferiae galanga L.) Dalam Berbagai Basist Of Ethanol Extract Ointment of Kaempferiae galanga L. Rhizome Extract In Various Bases. Journal of Pharmacopolium

Naziyah, N., Hidayat, R., dan Maulidya, M. (2022). Penyuluhan Manajemen Luka Terkini Dalam Situasi Pandemic Covid-19 Melalui Kegiatan Pesantren Luka Dengan Menggunakan Media Zoom Meeting Bagi Mahasiswa Prodi Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional Jakarta. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(7), 2061-2070.

Purnama, H., Sriwidodo, R. S., dan Ratnawulan, S. (2017). Review Sistematik: Proses Penyembuhan Dan Perawatan Luka. Farmaka, 15(2), 251-256.

Putri, P. A., Chatri, M., dan Advinda, L. (2023). Karakteristik Saponin Senyawa Metabolit Sekunder Pada Tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 252-256.

Rahim., Abdul. 2024. Dari Alam Ke Kulit “Formulasi Krim Kacang Lebui”. Cv.Tohar Media. Gowa.

Robinson, T. (1995). The Organic Constituent of Hight Plant.Fourth Edition. New York: University of Massachusetts.

Rusnedy, R., Febrina, M., dan Sari, C. P. (2023). Uji Aktivitas Wound Healing Ekstrak Etanol Buah Averrhoa Bilimbil.(Belimbing Wuluh) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus). Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 20(1), 50-60.

Sabir, A. 2005. Aktivitas Antibakteri Flavonoid Propolis Trigona sp terhadapBakteri Streptococcus muntans (in vitro). Majalah Kedokteran Gigi. 38(3):153-139).

Salahuddin, M. A., dan Tahir, M. (2024). Uji Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Perbandingan Berdasarkan Tempat Tumbuh Dengan Metode Peredaman Radikal Bebas Dpph. Makassar Pharmaceutical Science Journal (Mpsj), 2(2), 365-373.

Sari, D. P., Kusumastuti, M. Y., dan Safriana, S. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Berbagai Fraksi Daun Rimbang (Solanum Torvum Swartz) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Journal Of Pharmaceutical And Sciences, 440-449.

Singh, N., Datta, S., Dey, A., Chowdhury, A. R., dan Abraham, J. (2015). Antimicrobial Activity And Cytotoxicity Oftheobroma Cacao Extracts.

Sobir. 2009. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Agromedia Pustaka. Jakarta Selatan.

Tegar, Maulana. 2023. Teknologi Dan Formulasi Sediaan Semi-Solid Dalam Bidang Kefarmasian. Mitra Edukasi Negeri. Yogyakarta.

Tjay, T.H dan Kirana R. (2015). Obat-obat Penting Edisi VII. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Wahyuningsih M.R Dan Rita R. 2024. Penemuan Dan Pengembangan Senyawa Obat Dari Bahan Alam. Gadjah Mada Univesity Pess. Yogyakarta.

Yenti, R., Afrianti, R., dan Afriani, L. (2011). Formulasi Krim Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Euphatorium Odoratum. L) Untuk Penyembuhan Luka. Majalah Kesehatan Pharmamedika, 3(1), 227-230.

Yuanita. 2018. Budidaya Tanaman Kakao. Buatbuku.Com. Indonesia.

Downloads

Published

20-06-2026

How to Cite

Gunawan, M., Andilala, A., Fatimah, C. ., & Harahap, A. P. (2026). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Penyembuhan Luka Buatan Pada Kulit Mencit Putih Jantan. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(2), 33300–33309. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11832

Issue

Section

Articles