Akses Perempuan Pada Kebun Kelapa: Kajian Berspektif Feminisme Sosialis

Authors

  • Laxmi Universitas Halu Oleo
  • Fina Amalia Masri Universitas Halu Oleo
  • Sitti Hermina Universitas Halu Oleo
  • La Ode Aris Universitas Halu Oleo
  • Zainal Universitas Halu Oleo
  • I Subandrio Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1182

Keywords:

Feminisme Sosialis, Akses Perempuan, Produksi Kopra, Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Perempuan di Pedesaan

Abstract

Penelitian ini mengkaji akses perempuan dalam seluruh rangkaian proses produksi kopra di kepulauan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan menggunakan pendekatan feminisme sosialis sebagai kerangka analisis. Studi ini menemukan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam aktivitas domestik, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dalam setiap tahap produksi kopra, mulai dari pengupasan, pembelahan, pemotongan daging kelapa, hingga pemisahan tempurung dan pengemasan produk akhir.  Adanya akses dan kontrol perempuan dalam proses ini telah terbukti tetap menjaga kualitas hasil produksi dan keberlanjutan ekonomi lokal. Meski demikian, temuan juga menunjukkan adanya ketidaksetaraan struktural, dimana kerja perempuan sering kali dipandang sebagai tugas tambahan dan kurang mendapatkan pengakuan ekonomi yang layak. Melalui perspektif feminisme sosialis, penelitian ini menyoroti bagaimana kapitalisme dan patriarki secara bersamaan menciptakan sistem yang mengatur akses perempuan. Studi ini merekomendasikan pentingnya penguatan posisi tawar perempuan melalui kelembagaan koperasi produksi berbasis komunitas serta peningkatan akses mereka maupun kontrol ekonomi. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam sektor produksi kopra diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal hingga penguatan kelembagaan.

References

Abu Huraerah (2008), Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat. Bandung: Humaniora.

Aida, Vitalaya. (2010). Pemberdayaan Perempuan dari Masa Ke Masa. Bogor: IPB Press.

Arwani, MM. 2002. Pergeseran Pola Kerja Petani di Pedesaan. Jurnal Penelitian UNIB. 7(2): 127-133

Astuti, Tri Marhaeni Pudji. (2011). Konstruksi Gender dalam Realitas Sosial. Semarang:Unnes

Bruce, M. 2007. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Penerjemah: Setiawan B, Dwita Hadi Rami.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Fadilah, S. (2018). Kesetaraan gender : Fenomena pergeseran peran ekonomi wanita dari tulang rusuk menjadi

tulang punggung. Gender Dan Anak, 1(1), 18–26.

Harahap, R. B. (2018). Jurnal Kajian Gender Dan Anak Di Desa Tobing Julu Kec Huristak Kab Padang Lawas

Risalan Basri Harahap Jurnal Kajian Gender dan Anak, 2(1), 71–90.

Hastuti, E. L. (2016). Peranan Wanita Dalam Kegiatan Rumahtangga Pertanian di Pedesaan. In

Forumpenelitian Agro Ekonomi. 6(1), 10-17.

Ihromi. T.O. 1995. Kajian Perempuan dalam Pembangunan. Yayasan Obor Indonesia,Jakarta

Indrayani, L., & Musmini, L. S. (2020). The Meaning of Economic Activity in the Family Economics from Balinese

Wome n ’ s Perspective. 394(Icirad 2019), 127–132.

Kartika, Q., & Rabial Kanada. (2017). Peran Ganda Perempuan pada Keluarga Masyarakat Petani: Kasus Istri

Petani di kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat. An Nisa’a: Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 12,

–162.

Koentjaraningrat.1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press

Reksoprayitno, Soediyono. (2009). Ekonomi Makro. Yogyakarta: Badan. Penerbit Fakultas Ekonomi.

Soekanto, Soejono. (1986). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers, Jakarta

Prijono, Onny S. (1996). Pemberdayaan, Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: CSIS.

Downloads

Published

30-06-2025

How to Cite

Laxmi, Fina Amalia Masri, Sitti Hermina, La Ode Aris, Zainal, & I Subandrio. (2025). Akses Perempuan Pada Kebun Kelapa: Kajian Berspektif Feminisme Sosialis . Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 9854–9871. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1182

Issue

Section

Articles