Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Gejala Neuropati Perifer Penderita Pradiabetes Mellitus

Authors

  • Dewi Sartika Stikes Amanah Makassar
  • Sitti Herliyanti Rambu Stikes Amanah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1148

Keywords:

Kadar Gula Darah, Neuropati Perifer, Pra Diabetes Mellitus

Abstract

Diabetes Mellitus dapat menimbulkan kerusakan pada semua organ tubuh dan dapat menimbulkan berbagai keluhan atau komplikasi, seperti kronok pada mata, ginjal, pembuluh darah, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat hubungan kadar gula darah dengan gangguan Neuropati pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini termasuk Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas panakukang makassar pada tanggal 21 Februari 2024. Diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 32 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah simple random sampling. Hasil penelitian didapatkan dari 32 pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 sebagian besar mengalami Neuropati Perifer (kelompok kasus) dengan gula darah tidak terkontrol sebanyak 10 pasien (80,0%) dan gula darah yang terkontrol sebanyak 7 pasien (15,4%). Sedangkan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang tidak mengalami Neuropati Perifer (kelompok kontrol) sebagian besar dengan gula darah yang terkontrol yaitu sebanyak 13 pasien (84,6%) dan yang tidak terkontrol sebanyak 2 pasien (20,0%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan gejala neuropati perifer penderita diabetes melitus tipe 2. Untuk mencegah komplikasi tersebut penderita diabetes memerlukan kontrol glikemik secara teratur.

References

Agustini, B., Wulansari, N. T., Ni, Y., Yusniawati, P., & Sintia, N. W. (2019). The Effect of Foot Massage on Decreasing Peripheral Neuropathy Diabetic Complaints in the Patients With Type 2 Diabetes Mellitus. Jurnal Ners. 14(3).

Almatsier, S. (2009) Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. American Diabetes Association. (2011). Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus. Diabetes Care Journal, 34(1).

American Diabetes Association. (2016). Standards of Medical Care in Diabetes 2016. Diabetes Care, 39(1).

Arslan, F., Guven, S. D., Ozcan, A., Vatansev, H., & Tasgin, O. (2018). The Effect of Exercise, Reflexology and Chrome on Metabolic Syndrome. International Journal of Medical Research & Health Sciences, 7(8), 77–85.

Badrujamaludin, A., Santoso, M. B., & Nastrya, D. (2021). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes mellitus Tipe 2. 15(2), 176–186.

Bagavathiappan, S., Philip, J., Jayakumar, T., et al. (2010). Correla- tion between plantar foot temperature and diabetic neuropathy: A case study by using an infrared thermal imaging technique. J Diabetes Sci Technol; 1386– 1392.

Chatchawan, U., Eungpinichpong, W., Plandee, P., & Yamauchi, J. (2015). Effects of thai foot massage on balance performance in diabetic patients with peripheral neuropathy: a randomized parallel-kontrolled trial. Medical Science Monitor Basic Research, 21, 68– 75. https://doi.org/10.12659/MSMBR.894163

Chatchawan, U., Jarasrungsichol, K., & Yamauchi, J. (2020). Immediate Effects of Self-Thai Foot Massage on Skin Blood Flow, Skin Temperature, and Range of Motion of the Foot and Ankle in Type 2 Diabetic Patients. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 26(6), 491–500.

Cholifah, N., & Azizah, N. (2016). Hubungan Antara Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gds Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe II Di Puskesmas Mayong II Jepara Tahun 2015. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 7(2), 1-11. Diakses melalui

Cristanti, C. (2017). Hubungan Kepatuhan Diet Dan Minum Obat Dengan Kejadian Neuropati Pada Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan

Corina. (2018). Profil Komplikasi Kronis Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Poli Endokrin RSUD DR. Soetomo Periode Juli – September 2017.

Damayanti, D. (2014). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi DI Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Skripsi tidak dipublikasikan. Semarang.

Desi., Eka Rini, W. N., & Halim, R. (2018). Determinan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 2(1), 50–58.

Depkes RI, 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.

Destia, D., Umi, A., Priyanto. (2014). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Jurnal STIKES Ngudi Waluyo Ungaran 2014. 4-9

Dewi, M., Sovia, & Adha, P. D. (2020). Efektivitas Terapi Rendam Air Hangat Dengan Garam Terhadap Skala Nyeri Arthitis Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. 20(3);862-870

Di Loreto, C., Fanelli, C., Lucidi, P., Murdolo, G., De Cicco, A., Parlanti, N., & De Feo, P. (2005). Make your diabetic patients walk: long-term impact of different amounts of physical activity on type 2 diabetes. Diabetes care, 28(6), 1295-1302.

Dilianti, E., Erlisa, C., & Adi, W.R.C. (2017). Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Werda Al-Islam Malang. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(3)

Donelly, R. & Bilous, R. (2014). Buku pegangan diabetes. Edisi 4. Jakarta: Bumi Medika.

Ernst, E., & Posadzki, L. (2011). Reflexology: an update of a systematic review of randomized clinical trials. Maturitas, 68(2): 116-120.

Fadlilah, S., Sucipto, A., & Rahil, N. H. (2019). Effectiveness of Diabetic Foot Exercises Using Sponges and Newspapers on Foot Sensitivity in Patients With Diabetes Melitus. Belitung Nursing Journal, 5(6), 234–238.

Fadlilah, S., Amestiatih, T., Pebrianda, B., & Lanni, F. (2021). Terapi Komplementer Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Aromaterapi Lemon dalam Menurunkan Tekanan Darah. Faletehan Health Journal, 8(2), 84-91.

Faul, F., Erdfelder, E., Buchner, A., & Lang, A.-G. (2009). Statistical power analyses using G*Power 3.1: Tests for correlation and regression analyses. Behavior Research Methods, 41, 1149-1160.

Febriyanti, S. K., Jafar, N., & Indriasari, R. (2020). Studi validasi SQ-FFQ dan food recall asupan zat gizi pasien rawat jalan DM tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar. Hasanuddin University Repository, 274-282

Gibson, R. S. (2005). Principle of Nutritional Assesment, Oxford University Press: New York.

Rachman, A., & Dwipayana, I. M. P. (2020). Prevalensi dan Hubungan Antara Kontrol Glikemik Dengan Diabetik Neuropati Perifer Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUP Sanglah. Jurnal Medika Udayana, 9(1), 33–38.

Rahmawati, A., & Hargono, A. (2018). Dominant Factor of Diabetic Neuropathy on Diabetes Mellitus Type 2 Patients. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(1), 60.

Suhertini, C., & Subandi, S. (2016). Senam Kaki Efektif Mengobati Neuropati Diabetik pada Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 7(3), 480.

Tandra, H. (2017). Segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang diabetes (2nd ed). PT Gramedia Pustaka Utama

Downloads

Published

25-06-2025

How to Cite

Sartika, D., & Rambu, S. H. (2025). Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Gejala Neuropati Perifer Penderita Pradiabetes Mellitus. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 8602–8609. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1148

Issue

Section

Articles