Tinjauan Atribusi Konsep Diri Anak Putus Sekolah Di SMK Negeri 1 Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo

Authors

  • Iswan Harun Universitas Negeri Gorontalo
  • Sukarman Kamuli Universitas Negeri Gorontalo
  • Nopiana Mozin Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1147

Keywords:

konsep diri, atribusi, anak putus sekolah.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau atribusi konsep diri pada anak putus sekolah di SMK Negeri 1 Paguyaman Pantai. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana siswa yang tidak melanjutkan pendidikan membentuk persepsi terhadap dirinya sendiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk berhenti sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori konsep diri yang dialami oleh siswa putus sekolah, yaitu konsep diri negatif dan konsep diri positif. Siswa dengan konsep diri negatif cenderung merasa rendah diri, pesimis terhadap masa depan, dan menganggap dirinya gagal. Sementara itu, sebagian siswa tetap memiliki konsep diri positif, percaya diri, dan yakin bisa meraih kesuksesan melalui jalur nonformal seperti bekerja atau berwirausaha. Faktor utama penyebab putus sekolah adalah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas serta pengaruh pergaulan bebas. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menangani kasus siswa putus sekolah masih terbatas, yaitu dengan melakukan kunjungan ke rumah dan berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk membentuk konsep diri yang positif serta menekan angka putus sekolah.

References

Adolph, R. (2021). faktor yang menyebabkan anak putus sekolah. 15, 1–23.

Arifin, Z. (2022). Manajemen Peserta Didik sebagai Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 8(1), 71–89. https://doi.org/10.26594/dirasat.v8i1.3025

Habibah. (2021). Aspek Konsep Diri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Hakim, A. (2023). Analisis Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Putus Sekolah di Indonesia pada Tahun 2022. Jurnal Pendidikan Sultan Agung, 3(2), 175. https://doi.org/10.30659/jp-sa.3.2.175-182

Lutfiatin, M. P., & Hamdan, S. R. (2021). Parental Involvement Pada Orang Tua Dengan Anak Slow Learner Di Bandung Abstract: Parental Involvement on Parents of Slow Learner Children in Bandung. Jurnal Psikologi Malahayati, 3(2), 63–73.

Maunah, B. (2021). Pendidikan Dalam Perspektif Struktural Fungsional. CENDEKIA: Journal of Education and Teaching, 10(2), 159. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i2.136

Mayang, S. (2020). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan, 21(2), 122–132. https://doi.org/10.33830/jp.v21i2.907.2020

Sifatu, W. O. (2020). Sekilas Pemahaman Teori Interaksionisme Simbolik Dalam Antropologi. Forum Ilmiah, 11(1), 6–15.

Adolph, R. (2021). faktor yang menyebabkan anak putus sekolah. 15, 1–23.

Arifin, Z. (2022). Manajemen Peserta Didik sebagai Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 8(1), 71–89. https://doi.org/10.26594/dirasat.v8i1.3025

Habibah. (2021). Aspek Konsep Diri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Hakim, A. (2023). Analisis Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Putus Sekolah di Indonesia pada Tahun 2022. Jurnal Pendidikan Sultan Agung, 3(2), 175. https://doi.org/10.30659/jp-sa.3.2.175-182

Lutfiatin, M. P., & Hamdan, S. R. (2021). Parental Involvement Pada Orang Tua Dengan Anak Slow Learner Di Bandung Abstract: Parental Involvement on Parents of Slow Learner Children in Bandung. Jurnal Psikologi Malahayati, 3(2), 63–73.

Maunah, B. (2021). Pendidikan Dalam Perspektif Struktural Fungsional. CENDEKIA: Journal of Education and Teaching, 10(2), 159. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i2.136

Mayang, S. (2020). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan, 21(2), 122–132. https://doi.org/10.33830/jp.v21i2.907.2020

Sifatu, W. O. (2020). Sekilas Pemahaman Teori Interaksionisme Simbolik Dalam Antropologi. Forum Ilmiah, 11(1), 6–15.

Ailsyah Putri Oktaviani, & Adi Soesiantoro. (2023). Upaya Penanganan Anak Putus Sekolah Dengan Program Kejar Paket PKBM Di Kelurahan Pucang Sewu. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 1(4), 335–344. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v1i4.718

DianiIndah.Unikom. (2020). LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Tinjauan. Atribusi, 6–20.

Faizah, N. (2023). Pengelolaan Siswa Pada Sekolah Berbasis Agama Islam. Jurnal Manjemen Pendidikan Indonesia, 6(2), 461–474. https://doi.org/10.30868/im.v4i02.4612

Sigurdsson H., H. B. M. S. R. H. y S. J. (2023). landasan teori sekolah. Encyclopedia of Volcanoes., 1995, 662.

Siti Ariska Nur Hasanah, Dwi Agustina, Oktavia Ningsih, & Intan Nopriyanti4. (2024). Teori Tentang Persepsi dan Teori Atribusi Kelley. CiDEA Journal, 3(1), 44–54. https://doi.org/10.56444/cideajournal.v3i1.181

Downloads

Published

24-06-2025

How to Cite

Harun, I. ., Kamuli, S. ., & Mozin, N. (2025). Tinjauan Atribusi Konsep Diri Anak Putus Sekolah Di SMK Negeri 1 Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo . Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 8269–8274. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1147

Issue

Section

Articles