Manajemen Laba: Motivasi, Pola, Teknik Deteksi (Model Jones, Dechow Et Al.) Dan Implikasi Etis

Authors

  • Hicca Maria Gandi Putri Aruan Universitas HKBP Nommensen
  • Lena Siregar Universitas HKBP Nommensen
  • Esra Silalahi Universitas HKBP Nommensen
  • Febi Tambunan Universitas HKBP Nommensen
  • Jona siregar Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11366

Keywords:

Manajemen laba, earnings management, Jones Model, Modified Jones Model, discretionary accrual, implikasi etis.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi, pola, teknik deteksi, serta implikasi etis dari praktik manajemen laba dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Data penelitian diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan manajemen laba, Jones Model, dan Modified Jones Model. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik manajemen laba didorong oleh berbagai faktor, seperti motivasi bonus, kontrak utang (debt covenant), perpajakan, dan kebutuhan menjaga citra perusahaan di hadapan investor. Pola manajemen laba yang umum dilakukan meliputi Taking a Bath, Income Minimization, Income Maximization, dan Income Smoothing. Dalam aspek deteksi, Jones Model (1991) dan Modified Jones Model yang dikembangkan oleh Dechow et al. (1995) menjadi metode yang paling banyak digunakan untuk mengidentifikasi praktik manajemen laba melalui pendekatan discretionary accrual. Modified Jones Model dinilai lebih efektif karena lebih sensitif dalam mendeteksi manipulasi laba melalui perubahan piutang. Selain berdampak terhadap kualitas laporan keuangan, praktik manajemen laba juga menimbulkan implikasi etis karena dapat mengurangi transparansi dan reliabilitas informasi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta penguatan etika profesi akuntansi diperlukan untuk meminimalkan praktik manajemen laba dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan.

 

References

Boediono, G. S. B. (2005). Kualitas laba: Studi pengaruh mekanisme corporate governance dan dampak manajemen laba dengan menggunakan analisis jalur. Simposium Nasional Akuntansi VIII, Solo, Indonesia.

DeAngelo, L. E. (1986). Accounting numbers as market valuation substitutes: A study of management buyouts of public stockholders. The Accounting Review, 61(3), 400–420.

Dechow, P. M., Sloan, R. G., & Sweeney, A. P. (1995). Detecting earnings management. The Accounting Review, 70(2), 193–225.

Fiqriansyah, R., Sari, M. M., Amandayu, I., Orchidia, W., & Tarigan, K. B. (2024). Manajemen laba dengan pendekatan model Jones. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science, 3(1), 39–46.

Healy, P. M. (1985). The effect of bonus schemes on accounting decisions. Journal of Accounting and Economics, 7(1–3), 85–107. https://doi.org/10.1016/0165-4101(85)90029-1

Healy, P. M., & Palepu, K. G. (1993). The effect of firms’ financial disclosure strategies on stock prices. Accounting Horizons, 7(1), 1–11.

Healy, P. M., & Wahlen, J. M. (1999). A review of the earnings management literature and its implications for standard setting. Accounting Horizons, 13(4), 365–383. https://doi.org/10.2308/acch.1999.13.4.365

Holthausen, R. W., Larcker, D. F., & Sloan, R. G. (1995). Annual bonus schemes and the manipulation of earnings. Journal of Accounting and Economics, 19(1), 29–74. https://doi.org/10.1016/0165-4101(94)00376-G

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Jones, J. J. (1991). Earnings management during import relief investigations. Journal of Accounting Research, 29(2), 193–228. https://doi.org/10.2307/2491047

Kang, S. H., & Sivaramakrishnan, K. (1995). Issues in testing earnings management and an instrumental variable approach. Journal of Accounting Research, 33(2), 353–367.

Kothari, S. P., Leone, A. J., & Wasley, C. E. (2005). Performance matched discretionary accrual measures. Journal of Accounting and Economics, 39(1), 163–197. https://doi.org/10.1016/j.jacceco.2004.11.002

Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Rohmaniyah, A., & Khanifah, K. (2018). Analisis manajemen laba pada laporan keuangan perbankan syariah. AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 13(1), 9–15. https://doi.org/10.31942/akses.v13i1.3225

Schipper, K. (1989). Commentary on earnings management. Accounting Horizons, 3(4), 91–102.

Scott, W. R. (2006). Financial accounting theory (4th ed.). Pearson Education Canada.

Scott, W. R. (2009). Financial accounting theory (5th ed.). Pearson Prentice Hall.

Siswardika, A. (2012). Telaah konseptual atas berbagai model pengukuran earnings management. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 14(2), 136–146.

Sulistyanto, H. S. (2008). Manajemen laba: Teori dan model empiris. PT Grasindo.

Sugiarto, T., Jumiati, Norrahmiati, & Slatnusa, Y. A. (2022). Analisis manajemen laba pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang bergerak pada sektor bidang consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016–2019. SCIENTIFIC: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 9(2), 27–45.

Suyono, E. (2017). Berbagai model pengukuran earnings management: Mana yang paling akurat? Prosiding Sustainable Competitive Advantage (SCA), 7, 303–324.

Watts, R. L., & Zimmerman, J. L. (1986). Positive accounting theory. Prentice-Hall.

Downloads

Published

12-06-2026

How to Cite

Aruan, H. M. G. P., Siregar, L., Silalahi, E. ., Tambunan, F. ., & siregar, J. (2026). Manajemen Laba: Motivasi, Pola, Teknik Deteksi (Model Jones, Dechow Et Al.) Dan Implikasi Etis. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(2), 31504–31513. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11366

Issue

Section

Articles