DETEKSI DINI RISIKO STUNTING SEJAK MASA KEHAMILAN MELALUI DASHBOARD MONITORING GIZI IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS TUNTUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v4i1.11147Keywords:
Stunting; Deteksi Dini; Dashboard Monitoring; Gizi Ibu dan Anak; Kehamilan; Kesehatan Digital; Puskesmas; Sistem Informasi KesehatanAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berakar sejak masa kehamilan akibat kekurangan gizi ibu secara berkepanjangan. Pemantauan status gizi ibu hamil secara berkelanjutan menjadi kunci pencegahan stunting, namun sistem monitoring konvensional di puskesmas belum mampu memberikan deteksi dini yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas Dashboard Monitoring Gizi Ibu dan Anak dalam mendukung deteksi dini risiko stunting sejak masa kehamilan di Puskesmas Tuntungan, Kota Medan. Metode: Penelitian menggunakan desain Mixed Method dengan pendekatan Quasi Experimental Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 120 ibu hamil, 120 balita, dan 15 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi dashboard monitoring digital, kuesioner kepuasan pengguna, lembar observasi, dan data rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji Paired Sample t-Test, uji Wilcoxon, dan analisis tematik. Hasil: Dashboard berhasil mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stunting sejak trimester pertama kehamilan. Terjadi peningkatan ketepatan pemantauan status gizi sebesar 31,7%, peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dari 60,8% menjadi 78,3%, dan penurunan prevalensi stunting balita dari 28,3% menjadi 19,2% (p=0,002). Tingkat kepuasan tenaga kesehatan terhadap dashboard mencapai 88,1% (kategori sangat baik). Kesimpulan: Dashboard Monitoring Gizi Ibu dan Anak terbukti efektif mendukung deteksi dini risiko stunting, meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan berbasis data di Puskesmas Tuntungan.
References
Adistie, F., Maryam, N. N. A., & Lumbantobing, V. B. M. (2021). Pengetahuan kader kesehatan tentang stunting dan pemberian makanan tambahan pada balita. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 21(1), 1–8. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v21i1.2253
Anindita, P. (2020). Hubungan tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, kecukupan protein dan zinc dengan stunting (pendek) pada balita usia 6-35 bulan di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 58–65. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i2.23476
Dinas Kesehatan Sumatera Utara. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Erika, K. A., Wahyuni, S., Harianti, S., & Yuniarsih, S. (2024). Stunting super app as an effort toward stunting management in Indonesia. Journal of Public Health Research, 13(1), 1-9. https://doi.org/10.4081/jphr.2024.12374
Farahdilla, M., Yulianis, & Susanti, R. (2022). Pengaruh penggunaan aplikasi mobile health terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil. Jurnal Kesehatan Andalas, 11(3), 177–184. https://doi.org/10.25077/jka.v11i3.2157
Hardisman, H., Yulistini, Y., & Almurdi, A. (2023). Efektivitas dashboard monitoring gizi berbasis teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pemantauan pertumbuhan balita di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 89–97. https://doi.org/10.21109/jkm.v18i2.3456
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Nasional Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Teknologi Digital. Kemenkes RI.
Lestari, W., Margawati, A., & Rahfiludin, M. Z. (2022). Determinan kejadian stunting pada anak usia 24-36 bulan di Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi Indonesia, 11(1), 8–16. https://doi.org/10.14710/jgi.11.1.8-16
Maulana, R., Fitria, L., & Pratiwi, D. (2023). Pengembangan sistem informasi manajemen gizi ibu dan anak berbasis web untuk mendukung program pencegahan stunting di puskesmas. Jurnal Teknologi Informasi Kesehatan, 5(1), 34–45. https://doi.org/10.52456/jtik.v5i1.781
Mustika, D. N., & Syamsiatun, N. H. (2022). Peran bidan dalam pemantauan status gizi ibu hamil untuk pencegahan stunting: Studi kualitatif di Puskesmas Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(2), 112–121. https://doi.org/10.36254/jik.v9i2.441
Nasution, A. S., Lubis, N. L., & Siregar, F. A. (2023). Analisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas di Kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sumatera Utara, 6(1), 22–31. https://doi.org/10.32832/pro-health.v6i1.1234
Oktaviana, W., & Widyawati, M. N. (2020). Early detection of the risk of stunting in pregnant women and its recommendations. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 8(4), 243–251. https://doi.org/10.21927/jnki.2020.8(4).243-251
Purnama, S. A., Rahmawati, L., & Wijaya, M. (2024). Implementasi teknologi kecerdasan buatan dalam sistem deteksi dini stunting berbasis data rekam medis elektronik. Jurnal Informatika Kesehatan Indonesia, 4(2), 67–79. https://doi.org/10.35514/jiki.v4i2.568
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., Rahman, F., & Rosadi, D. (2021). Riwayat berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 71–78. https://doi.org/10.15294/kemas.v11i1.3521
Sari, E. M., Juffrie, M., Nurani, N., & Sitaresmi, M. N. (2022). Protein, calcium and phosphorus intake in stunted and non-stunted children. Paediatrica Indonesiana, 62(4), 248–255. https://doi.org/10.14238/pi62.4.2022.248-55
Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275–284. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.858
Sundari, E., & Nurul, A. (2021). Relationship between exclusive breastfeeding and stunting in children under five: A systematic review. Journal of Global Pharma Technology, 13(02), 198–203.
Usman, A., Adriansyah, M. A., Ummah, H., Yuliastuti, F., & Rahmawati, F. (2021). Use of technology for monitoring the development of nutritional status 1000 HPK in stunting prevention in Indonesia. Gaceta Sanitaria, 35(S2), S349–S353. https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.10.045
Utami, R. D., Sari, P. M., & Andriani, H. (2025). Leveraging mobile applications for stunting prevention in Indonesia: A systematic review of effectiveness and user acceptability. Digital Health, 11, 1–14. https://doi.org/10.1177/20552076251312456
Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: Variable progress towards large goals. The Lancet, 397(10282), 1388–1399. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00394-9
World Health Organization. (2022). Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. WHO.
Yulianti, M., Rahayuning, D. P., & Kartasurya, M. I. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting anak usia 2-5 tahun di Indonesia (Analisis Data RISKESDAS 2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 218–226. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i2.29827
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Deni Irawati, Lenny Sepriani Br Silalahi, Emelia Apriani Tampubolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





