Strategi Komunikasi Serikat Pekerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan Rumah Sakit
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1110Keywords:
Serikat Pekerja, Strategi Komunikasi, Produktivitas Kerja, Rumah Sakit, Pandemi COVID-19Abstract
Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan besar bagi rumah sakit sebagai institusi layanan kesehatan, khususnya dalam menjaga produktivitas tenaga kerja di tengah tekanan beban kerja dan risiko kesehatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi serikat pekerja dalam meningkatkan produktivitas karyawan rumah sakit selama masa krisis pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur terhadap sepuluh artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik komunikasi organisasi, serikat pekerja, dan produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi seperti komunikasi asertif, edukasi dan literasi hukum, negosiasi damai, serta penguatan solidaritas sosial menjadi pendekatan utama yang efektif dalam membangun motivasi, menurunkan tingkat burnout, dan meningkatkan performa kerja tenaga kesehatan. Serikat pekerja tidak hanya berfungsi sebagai perwakilan kepentingan buruh, tetapi juga memainkan peran sebagai agen komunikasi yang aktif dalam menciptakan iklim kerja yang sehat dan kolaboratif. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model komunikasi organisasi yang berkelanjutan di sektor kesehatan, khususnya dalam menghadapi situasi krisis.
References
Abdullah, N.P., Amelia, S.P. and Widiastiwi, A.R., 2024. Peran serikat pekerja dalam menjamin kesejahteraan karyawan di Indonesia. Media Hukum Indonesia, 2(3), pp.159–167. Available at: https://doi.org/10.5281/zenodo.11618290
Anggraini, E.S., 2023. Peran serikat pekerja dalam hal perselisihan hubungan kerja yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja. Syntax Admiration, 4(3), pp.349–351.
Bakó, E., 2020. Engaging employees during a pandemic crisis. Available at: https://www.researchgate.net/publication/343807349_Engaging_Employees_During_a_Pandemic_Crisis [Accessed 19 May 2025].
Cameron, K.S., Dutton, J.E. and Quinn, R.E. (eds.), 2003. Positive organizational scholarship: Foundations of a new discipline. San Francisco: Berrett-Koehler Publishers.
Coombs, W.T., 2007. Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Cohen, S. and Wills, T.A., 1985. Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), pp.310–357.
Deutsch, M., 1973. The resolution of conflict: Constructive and destructive processes. New Haven: Yale University Press.
Heide, M. and Simonsson, C., 2021. Internal crisis communication and communicative coworkership during a pandemic. Journal of Communication Management, 25(3), pp.256–275. https://doi.org/10.1108/JCOM-09-2020-0105
International Council of Nurses, 2021. ICN confirms 115,000 health worker deaths from COVID-19 and demands action to protect nurses. Available at: https://www.icn.ch/news [Accessed 19 May 2025].
Kaufman, B.E., 2004. Theoretical perspectives on work and the employment relationship. Champaign, IL: Industrial Relations Research Association.
Keyton, J., 2011. Communication and organizational culture: A key to understanding work experiences. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Kristianti, I.E., Luqman, Y. and Rakhmad, W.N., 2020. Krisis komunikasi di tingkat organisasi: Analisis pola komunikasi krisis AIESEC cabang Semarang pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, 9(2), pp.104–115.
Kurniawati, R.N., Muldi, A., Susanto, Y. and Fitriyah, N., 2022. Model manajemen krisis public relations (MPR) dalam menghadapi krisis di era pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(18), pp.438–444. https://doi.org/10.5281/zenodo.7138609
Laksana, A., Deden, D., Arifin, I., Hibatullah, R. and Albana, M.S., 2024. Peran komunikasi asertif dalam hubungan kerja yang positif dan produktif. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(6), pp.60–67. https://doi.org/10.62383/konsensus.v1i6.448
Luthans, F., 2002. Positive organizational behavior: Developing and managing psychological strengths. Academy of Management Executive, 16(1), pp.57–72.
Maslach, C. and Leiter, M.P., 2016. Burnout. In: G. Fink, ed. Stress: Concepts, Cognition, Emotion, and Behavior. Cambridge, MA: Academic Press, pp.351–357.
Saptarani, Y.D., Saptaningsih, A.B. and Hutapea, R.F., 2022. Burnout dan produktivitas kerja tenaga keperawatan pada masa pandemi COVID-19 di RS Medika BSD. Jurnal Health Sains, 3(1), pp.1–10. https://doi.org/10.46799/jhs.v3i1.400
Schein, E.H., 2010. Organizational culture and leadership. 4th ed. San Francisco: Jossey-Bass.
Silviani, I., Pardede, I.F. and Sembiring, D.C., 2020. Komunikasi krisis dalam new normal. Jurnal Massage Komunikasi, 9(1), pp.82–87.
Susanti, R., Amelia, D.T., Damaiyana, F. and Santoso, O.R.B., 2021. Produktivitas kerja saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) pada dosen FKM Universitas Mulawarman di masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 13(1), pp.28–30.
Thomas, K.W. and Velthouse, B.A., 1990. Cognitive elements of empowerment: An "interpretive" model of intrinsic task motivation. Academy of Management Review, 15(4), pp.666–681.
World Health Organization, 2021. COVID-19 Weekly Epidemiological Update. Available at: https://www.who.int/publications/m/item/weekly-epidemiological-update-on-covid-19---5-june-2021 [Accessed 19 May 2025].
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Toga Laksana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







