Kemampuan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Dan Konseling di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.110Keywords:
Ability, Guidance Counseling Teacher, Service Supporting Action PlanAbstract
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru BK dalam memberikan pelayanan adalah kemampuan menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan. Rencana pelaksanaan layanan adalah kemampuan dalam menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan dan dilalui dalam melaksanakan pelayanan. Kenyataan awal di SMA Negeri Kota Padangsidimpuan memperlihatkan bahwa guru BK memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan. Ditambah lagi dengan kualifikasi pendidikan mereka yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kemampuan dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan oleh guru BK SMA Negeri Kota Padangsidimpuan dengan populasi sebanyak 46 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mixing research) dengan model sequential explanatory design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Untuk data kuantitatif instrumen digunakan instrumen angket yang menghasilkan skor. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik persentase dan uji t untuk melihat perbedaan dengan menggunakan SPSS For Windows Release 23.00. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) Kemampaun menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan berada pada kategori sedang, (2) Motivasi dalam menyusun dan mengimplementasikan berada pada kategori tinggi, (3) Kesempatan mengembangkan kemampuan menyusun dan mengimplementasikan berada pada kategori rendah, (4) Analisis perbandingan hasil uji t mengungkapkan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kualifikasi pendidikan S1 BK dengan D3 BK, sedangkan antara S1 Non BK dengan PPK memiliki perbendaan yang signifikan.
References
ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). 2013. Panduan Khusus Bimbingan dan Konseling.
Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Diknas. 2002. Panduan Umum Pelayanan BK Berbasis Kompetensi. Jakarta: Balitbang Depdiknas.
Direktorat Jenderal Guru & Tenaga Kependidikan. 2016. Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Atas (SMA). Jakarta: Ditjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Geldard & Geldard. 2012. Konseling Anak-anak (Alih bahasa Gianto W & Lilian Y). Jakarta: Indeks.
Hurlock, Elizabeth B. (1996). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Alih bahasa Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.
Marjohan. 1997. “An Investigation of Factor that Influence Decision Making and Their Relationship to Self Esteem and Locus of Control Among Minangkabau Students”. Disertasi tidak diterbitkan. Australia: Universitas of Tasmania.
Nurihsan, A.J. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Editor: Anna Susana. Bandung: Refika Aditama.
Nurihsan, A.J. 2011. “Teknik Bimbingan dan Konseling”, dalam Supriatna, M. (Ed.). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi: Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor. Jakarta Rajawali Pers.
Prayitno dan Kawan-kawan. 2013. Pembelajaran Melalui Pelayanan BK di Satuan Pendidikan.Padang: BK FIP UNP.
Prayitno. 2001. Panduan Kegiatan Pengawas Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Prayitno. 2007. Konsolidasi Profesionalisasi Konselor. Padang: UNP.
Prayitno. 2008. Trilogi Profesi Konselor dan Pengelolaan Berbasis Kinerja (Makalah dalam Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Padang: BK FIP UNP.
Prayitno. 2009. Wawasan professional Konseling. Padang: UNP.
Prayitno. 2012. Seri Panduan Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: PPK BK FIP UNP.
Prayitno.1997. Seri Pemandu Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Umum (SMU).Jakarta : PT. Ikrar Mandiri.
Purwanto, N. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rizka Ahmad dan Marwisni Hasan. 2002. Pengelolaan Program BK. Padang: BK FIP UNP
Sharf, Richard S. (1992). Applying Career Development Theory To Counseling. California: Books/Cole Publishing Company.
Sugiyono, 2009.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sukardi, Dewa Ketut. 2003. Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Alfabeta
Syamsu Yusuf L.N. (2005). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah/Madrasah. Bandung : CV Bani Qureys.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di sekolah dan madrasah. Jakarta: Grasindo.
Walgito, Bimo. 2005. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Andi.
Winkel, WS.1997. Bimbingan dan Konseling di InstitusiPendidikan. Jakarta: Grasindo.
Yusuf, A Muri. 2005. Metodologi Penelitian: UNP Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Malim Soleh Rambe, Eli Marlina Harahap, Nurmaini Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





