Collaborative Governance dalam Pembangunan Pariwisata Jatim Park 2 di Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1087Keywords:
collaborative governance, Jatim Park, pariwisata daerah, kota batu, partisipasi masyarakatAbstract
Pembangunan sektor pariwisata di tingkat daerah saat ini dihadapkan pada tantangan yang kompleks, mulai dari isu keberlanjutan lingkungan, keterbatasan sumber daya, hingga tuntutan akan pelayanan publik yang inklusif. Dalam situasi tersebut, pendekatan collaborative governance menjadi strategi yang relevan karena mampu mengintegrasikan peran berbagai aktor lintas sektor dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengembangan Jatim Park sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Batu, Jawa Timur, serta menganalisis tantangan yang muncul dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Jatim Park tidak lepas dari sinergi antar aktor yang terlibat. Namun, kolaborasi ini juga menghadapi berbagai hambatan seperti ketimpangan akses sumber daya dan perbedaan kepentingan. Penelitian ini menekankan pentingnya komitmen bersama, kepercayaan antar pihak, serta peran aktif pemerintah sebagai fasilitator dalam mewujudkan tata kelola pariwisata yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
References
Andhita, C., Kirana, D., & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. 6(1).
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
DeSeve, E. (2018). The Future of Agile Government: Driving Innovation, Efficiency, and Customer-Centricity. IBM Center for The Business of Government.
Fitriani, Y., & Amri, A. (2022). Public–Private Collaboration in Sustainable Tourism: A Case Study of Indonesian Tourist Villages. Journal of Regional Development, 14(2), 130–145. https://doi.org/10.21580/jrd.2022.14.2.10834
Inayah, A., Hadiawan, A., & Aprilia, H. D. (2023). The Development of Bakauheni Harbour City Integrated Tourism Area as an International Tourist Destination. IICIS 2023. https://doi.org/10.4108/eai.2-11-2023.2343317
Putu Nomy Yasintha. (2020). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KABUPATEN GIANYAR. 4.
Pebriana, F. (2021). Strategi Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pariwisata untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Janitra (Jurnal Administrasi Pemerintahan) Vol. 1 No. 1, 11-22.
Silayar, K., Sartika, I., & Mulyati, D. (2021). TATA KELOLA PEMERINTAHAN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA. 6. http://www.ejournal-academia.org/index.php/renaissance
Yahya, A. S., Wardhono, H., & Haryanti, E. (2023). Pengembangan Omah Wisata Dalam Perspektif Collaborative Governance Di kota Batu”. Soetomo Administrasi Publik, 1(3), 535-550. https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/sap/article/view/7306/3437
Jeryn Anggitasari, M. A. (2023). Analisis Jejaring Kebijakan dalam Pengembangan Wisata Bahari-Religi di Pantai Ngobaran Kabupaten Gunungkidul. Journal of Public and Administration Reseach Vol. 8 No. 6.
Yasintha, P. N. (2020). Collaborative Governance Dalam Kebijakan Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial. Vol. 4 No. 1. https://journal.undiknas.ac.id/index.php/fisip/article/view/2219
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gathan Bryan Tama, Alpha Raphael Ariwan, Fachrillah Dhinul Hakiki, Toriq Nizar Fadillah, Jose Mario Keivan Widiono, Jose Mario Keivan Widiono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







