Analisis Persepsi Pemangku Kepentingan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Hendrik Fintay Kabupaten Sarmi Provinsi Papua

Authors

  • Heriq Rony Paulus Twenti Universitas Cenderawasih
  • Arius Togodly Universitas Cenderawasih
  • Agus Zainuri Universitas Cenderawasih
  • Sarce Makaba Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1069

Keywords:

Healthcare Quality, Stakeholder Perception, RSUD Hendrik Fintay

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam pencapaian derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Kabupaten Sarmi. RSUD Hendrik Fintay sebagai rumah sakit rujukan daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan pelayanan yang efektif, efisien, aman, terjangkau, dan memuaskan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay berdasarkan persepsi pemangku kepentingan dari lima dimensi utama, yaitu efektivitas, efisiensi, keamanan, keterjangkauan, dan kepuasan pasien. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan), observasi lapangan, serta telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model mutu Donabedian dan pendekatan teori SERVQUAL. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di RSUD Hendrik Fintay cukup efektif dari sisi tenaga medis, namun terhambat oleh keterbatasan alat diagnostik dan spesialis. Efisiensi belum optimal karena sistem rujukan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan keterlambatan pelayanan laboratorium. Aspek keamanan masih lemah pada kontrol infeksi, pencahayaan, dan keamanan lingkungan. Keterjangkauan layanan tinggi di wilayah kota, namun sangat terbatas di daerah pedalaman karena kendala transportasi dan biaya. Kepuasan pasien bersifat beragam; sikap tenaga medis dinilai positif, namun waktu tunggu, kebersihan, dan ketersediaan obat menjadi sumber keluhan. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay mencerminkan adanya upaya perbaikan, namun masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sistemik. Diperlukan intervensi kebijakan yang menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat sistem rujukan dan transportasi, serta menjamin keselamatan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan.

References

Ambia, R. (2018). Manajemen rumah sakit: Teori dan aplikasi. Kencana Prenada Media.

Andersen, R. M. (1995). Revisiting the behavioral model and access to medical care: Does it matter? Journal of Health and Social Behavior, 36(1), 1–10.

Anita, & Yuliaty, F. (2024). Strategi peningkatan efisiensi operasional rumah sakit melalui pendekatan Lean Management: kajian literatur. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 9718–9730.

Donabedian, A. (1980). Explorations in quality assessment and monitoring. Volume I: The definition of quality and approaches to its assessment. Health Administration Press.

Donabedian, A. (1988). The quality of care. How can it be assessed? JAMA, 260(12), 1743–1748.

Hayhurst, C. (2022). Physical security technology keeps hospital staff and patients safe. HealthTech Magazine.

Institute of Medicine. (2001). Crossing the quality chasm: A new health system for the 21st century. National Academy Press.

Irwandy, I., Bahar, H., & Hasan, M. (2020). Analisis efisiensi teknis pelayanan rumah sakit pemerintah di Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan Data Envelopment Analysis. Jurnal Manajemen Rumah Sakit Indonesia, 4(2), 87–95.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja sistem kesehatan nasional tahun 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Mulyadi, D., & Herawati, L. (2021). Determinants of health service quality in Indonesian remote areas. Journal of Public Health Research, 10(3), 290–297.

Muna, N., Saputra, M. G., Ummah, F., & Rahmawati, N. V. (2023). Implementation of Lean Healthcare for Reducing National Health Insurance Outpatient’s Waiting Time using Value Stream Mapping Method. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(2), 143–154.

National Patient Safety Foundation. (2015). Free from harm: Accelerating patient safety improvement fifteen years after To Err Is Human. Boston, MA: NPSF.

Nottingham, Q. J., Johnson, D., & Russell, R. S. (2018). The effect of waiting time on patient perceptions of care quality. Quality Management Journal, 25(1), 32–45.

Nugroho, R. R., & Sastroasmoro, S. (2021). Physical accessibility to health services in rural Maluku: Barriers and policy implications. Journal of Public Health in Developing Countries, 7(1), 45–56.

Nurullaily, K., & Widayanti, P. (2024). Lean Healthcare Analysis at Airlangga Health Service Center. Southeast Asian Business Review, 2(1), 13–22.

O’Donnell, O., van Doorslaer, E., Rannan Eliya, R. P., Somanathan, A., Adhikari, S. R., Harbianto, D., ... & Zhao, Y. (2020). Who pays for health care in Asia? Social Science & Medicine, 7, 139112.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Penchansky, R., & Thomas, W. (1981). The concept of access: Definition and relationship to consumer satisfaction. Medical Care, 19(2), 127–140.

Rakhmat, J. (2011). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

ResearchGate review. (2023). Factors associated with patient safety and infection control: A scoping review. International Journal of Nursing and Health Science, 7(2), 151–167.

Safitri, D., & Ambarwati, D. A. S. (2024). Exploring patient satisfaction with hospital services using SERVQUAL: A case study in Bandarlampung, Indonesia. Journal of Business and Management Review, 5(7), 575–591.

Setiawan, A., & Nurulita, I. (2021). Akses dan mutu laboratorium di rumah sakit terpencil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(2), 99–107.

Suryani, Y., Nugroho, H., & Wardani, E. (2023). Evaluation of healthcare service quality in remote hospitals: A case study in Eastern Indonesia. BMC Health Services Research, 23, Article 92.

Twil, H. (2022). Manajemen pelayanan publik di era digital. Prenadamedia Group.

UU RI No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Wahyuni, E. (2024). Tantangan mutu pelayanan kesehatan dalam sistem rumah sakit daerah. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 15–22.

Walgito, B. (2002). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.

Widaningrum, S., Hasan, T., & Dewi, K. (2022). Health service availability and transport barrier in Papua Barat: A cross-sectional study. International Journal of Tropical Disease & Health, 45(5), 12–21.

Wildan G. Prasetiyo, & Mustika N. Rahayu. (2025). BPJS patient satisfaction: A systematic literature review on service quality, price, and facility in Indonesian hospitals. International Journal of Science and Healthcare Research, 10(2), 60–73.

Winarno, N., Marchaban, M., & Yuniarti, E. (2022). Penggunaan Lean Hospital untuk meningkatkan efisiensi pelayanan resep rawat jalan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Majalah Farmaseutik, 18(2), 113–121.

World Health Organization. (2006). The world health report 2006: Working together for health. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2009). Patient safety: Making health care safer. WHO Press.

World Health Organization Indonesia. (2025). Infection prevention and control: Indonesia’s bold advances.

Zhang, J., Setiawan, A., & Nurulita, I. (2022). Transportasi darurat dan aksesibilitas pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Indonesia: studi kasus Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 204–212.

Downloads

Published

23-06-2025

How to Cite

Twenti, H. R. P., Togodly, A., Zainuri, A. ., & Makaba, S. (2025). Analisis Persepsi Pemangku Kepentingan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Hendrik Fintay Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 8091–8110. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1069

Issue

Section

Articles