Pakaian Melayu untuk Anak Usia Dini: Menanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1063Keywords:
Pakaian Melayu, Anak Usia Dini, Budaya Lokal, Pendidikan Karakter, PAUDAbstract
Penanaman nilai-nilai budaya sejak usia dini sangat penting dalam membentuk karakter dan identitas anak. Salah satu bentuk budaya yang dapat diperkenalkan adalah pakaian adat Melayu. Pakaian ini bukan hanya sekadar pelindung tubuh, tetapi juga mengandung nilai-nilai sopan santun, kesopanan, dan penghormatan terhadap tradisi. Anak usia dini berada pada masa peka untuk menerima berbagai stimulasi, termasuk pengenalan budaya melalui cara berpakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan fungsi pakaian Melayu serta bagaimana penerapannya dalam proses pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah library research dengan menelaah berbagai sumber, termasuk manuskrip klasik Melayu dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pakaian Melayu dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter anak secara menyenangkan dan kontekstual. Dengan memasukkan unsur budaya lokal ke dalam kegiatan pembelajaran di PAUD, seperti bermain peran, menggambar, atau mengenakan baju adat pada hari budaya, anak-anak dapat tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya sendiri serta mengenal jati dirinya sejak dini.
References
B. N. Astini, I. Rachmayani, & S. U. Saleh, “Identifikasi Penggunaan Pakaian Adat Melalui Pembelajaran Muatan Lokal di PAUD Kecamatan Sekarbela Kota Mataram”, Jurnal Usia Dini, Vol. 9, No. 2, Edisi Spesial Kongres dan Seminar Nasional APG PAUD Indonesia, Oktober 2023.
Dhana Alfia Melati, Dimas Puja Kusuma, Fajar Firdaus, dan Uswatun Hasanah,“Warisan Budaya Melayu pada Manuscript ‘Risalah Perhiasan Perempuan pada Anak-anak Perempuan’ Masa Kesultanan Lingga-Riau Abad XX,” Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture, Vol. 1, No. 2, Mei 2025.
Husna Afriza dan Siti Hawa, “Penempatan Pemakaian Baju Kurung (Melayu) Pada Sekolah-Sekolah di Kabupaten Bengkalis, Ditinjau dari Sisi Moderasi Beragama”, Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara (BIOKRASI), Vol. I, No. 3, September 2023.
Ni Kadek Aris Rahmadani, Neneng Tasuah, R. Agustinus AEN, Dinda Alianda, Dayati Erni Cahyaningrum, “Implementasi Pengenalan Budaya Lokal di Sentra Seni pada Anak Usia 4-6 Tahun,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 7, No. 5, 2023.
Nini Aryani and Swandra Rahayu, ‘Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran PAUD Untuk Memfasilitasi Profil Pelajar Pancasila’, Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 7.1 (2023).
Novendri Putra, Sri Wahyuningsih, Rizky Fatya Amanda, Juliani, Yunda Hasbi Pratama, “Pelestarian Pakaian Adat Melayu Riau Bagi Remaja di Provinsi Riau,” SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol. 3, No. 2, Juni 2024.
R. F. Silaen, W. Susanti, G. Tendra, Y. Desnelita, dan Gustientiedina, “Media Pembelajaran Interaktif Budaya Melayu Riau berbasis WebGL,” Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika, Vol. 7, No. 2, 2023.
Rini Yudiati, Anni Annisa, dan Ardagusema Susilowati, “Pentingnya Memperkenalkan Budaya Lokal Sejak Dini di Era Digital,” Rampa’ Naong: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 2, No. 1, Januari 2024.
Yudhi Novriansyah, Khairun A. Roni, Supriyati, Darham, dan Herawati, “Membangkitkan Tradisi Budaya dan Hukum Adat Melayu untuk Mewujudkan Kesalehan Sosial di Kalangan Millenial,” ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, Vol. 2, No. 4, Juli 2024.
Walhadi Walhadi, Purniadi Putra, and Neli Neli, ‘Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Negeri Alam Kota Singkawang’, Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5.1 (2025).
https://images.app.goo.gl/BSrCtGbLzGJY9HCS7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 arbi arbi, Najwa Amelia, Nasywa Erika Miller, Nur Asiah Siregar, Puja Islamiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







